<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>STAPALA</title>
	<atom:link href="http://stapalastan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://stapalastan.wordpress.com</link>
	<description>SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 08:17:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='stapalastan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>STAPALA</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://stapalastan.wordpress.com/osd.xml" title="STAPALA" />
	<atom:link rel='hub' href='http://stapalastan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Ekspedisi Elbrus STAN 2011</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2011/11/01/catattan-perjalanan-ekspedisi-elbrus/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2011/11/01/catattan-perjalanan-ekspedisi-elbrus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Nov 2011 10:47:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekspedisi Luar Negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=669</guid>
		<description><![CDATA[Jika orang mengatakan “experience is the best teacher”, maka pengalamanku September ini adalah mahagurunya. Berawal dari sebuah rencana ekspedisi pendakian ke luar negeri yaitu Mount. Elbrus di Russia oleh organisasi pecinta alam STAN, STAPALA. Mulai dari persiapan pencarian dana,  seleksi calon atlet, perijinan dll, akhirnya berangkatlah empat orang pemuda yang telah ditempa selama berbulan-bulan. Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=669&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Jika orang mengatakan “experience is the best teacher”, maka pengalamanku September ini adalah mahagurunya. Berawal dari sebuah rencana ekspedisi pendakian ke luar negeri yaitu Mount. Elbrus di Russia oleh organisasi pecinta alam STAN, STAPALA. Mulai dari persiapan pencarian dana,  seleksi calon atlet, perijinan dll, akhirnya berangkatlah empat orang pemuda yang telah ditempa selama berbulan-bulan. Saya , Prabu Kusuma a.k.a Kus-Kus, Frassetto Dahniel a.k.a Gaek, dan yang paling muda Hifzil Lahuda a.k.a Ijil&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pada tanggal keberangkatan diadakan upacara pelepasan atlet sebelum menuju Bandara Soetta. Upacara yang sederhana namun cukup membuat saya merasa menjadi harapan banyak orang. Dihadiri oleh teman-teman STAPALA, salah satu orang tua atlet, beberapa senior dan tentu saja pelatih kami, Bang Rachmad. Setelah sambutan demi sambutan selesai, kami berangkat. Tiga mobil penuh dengan teman-teman ikut mengantar sampai bandara. Sekali lagi, detik-detik menjelang boarding, jabat tangan, pelukan erat teman-teman dan tepukan melayang ke pundak kami. Kalimat-kalimat motivasi terlontar dari mulut mereka sambil melambaikan tangan. Sampai ketemu 12 hari lagi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<span id="more-669"></span></p>
<p>Minggu, 04 September 2011 dini hari ,kami take off, terbang menggunakan pesawat Fly Emirates seat  kelas ekonomi menuju Moscow. Inilah kali pertama saya naik pesawat, ternyata enak juga ya terbang hehe… Setelah menempuh perjalanan selama delapan jam, kami transit di bandara Dubai. Bandara yang katanya mewah ini memang benar adanya. Bisa dibilang ini bukan bandara, tapi mal yang super duper besar. Barang-barang merk internasional ada disini, pun dengan kulinernya, mulai dari masakan orang item, orang mancung, orang geleng-geleng, hingga orang sipitpun ada. Oh iya, kami sempat lihat Timnas senior Indonesia sedang makan di salah satu restoran bandara. Mereka juga transit di Dubai usai laga tandang di Iran&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Setelah makan di restoran yang disediakan maskapai, kami menuju gate untuk penerbangan ke Moscow. Perjalanan ke Moscow tidak sepanjang perjalanan dari Jakarta-Dubai, hanya lima jam. Di pesawat kedua ini saya beruntung bisa duduk di pinggir dekat jendela. Dari atas melihat pemandangan bawah hanya hamparan padang pasir yang luas. Mungkin inilah yang di sebut gurun di jazirah Arab. Terkadang ada juga oase dengan danau-danau kecil yang pastinya tidak jauh dari tempat itu terdapat pemukiman kecil. Pemandangan kondisi alam mulai berubah satu jam menjelang landing. Kami hampir sampai di Дomoдэдoвo аэропорт (Bandara Domodedovo), satu dari empat Bandara yang ada di Moscow atau Moskwa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Pukul 15.00 (selisih tiga jam dari WIB) waktu Russia kami tiba di bandara Domodedovo. Melihat  sekeliling, bule semua. Tapi ceweknya cantik-cantik euy. Orang-orang Rusia itu bule tapi kulitnya bersih, nggak kayak bule Amrik atau Australia yang putih tapi ada flek kemerah-merahan atau kecoklat-coklatan. Katanya sih bangsa Rusia masih ada pencampuran dengan Asia. Tapi logis juga mengingat wilayah Russia sebenarnya ada di dataran Asia&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Di bandara, kami sudah dijemput oleh sopir taksi yang akan membawa kami ke hostel tempat kami menginap malam itu. Sebelumnya kami membeli tiket dulu untuk penerbangan ke Mineralnye Vody, di Pyatigorsk kota terdekat dengan lokasi mount Elbrus. Saat membeli tiket, kami mengalami kesulitan, karena semua petugas bandara di situ tidak ada yang bisa bahasa Inggris. Butuh waktu yang sangat lama untuk transaksi, sementara sopir taksi juga sudah mulai mencak-mencak dengan bahasa Russia karena kelamaan nunggu. Bahkan karyawan hostel mengancam akan membatalkan pesanan kami yang tentu saja mengharuskan membayar charge kompensasi pembatalan. Hampir satu jam saya dan Ijil menunggu Mas Kus2 dan Gaek membeli tiket.  Kemudian diterima lagi telpon dari karyawan hostel, mereka memberi kami waktu. Jika dalam 15 menit kami belum berangkat dari bandara, maka pesanan kamar hostel batal dan kami wajib membayar double charge, untuk pesanan kamar dan taksi. Segera saya menyusul mereka berdua. Begitu ketemu mereka di loket, untunglah transaksi hampir selesai, jadi pesanan kamar hostel nggak jadi dibatalkan. Tapi sial juga karena ternyata mereka menggunakan jasa translator untuk membantu transaksi. Jadi ada pengeluaran ekstra untuk membayar jasa sang translator sebesar 500 rubel, setara dengan 150.00 rupiah. Sama aja kami tetap keluar uang lebih. Meskipun kami nggak mencari penginapan lain, karena nggak jadi membatalkan pesanan kamar hostel.</p>
<p>Perjalanan menuju hostel membutuhkan waktu dua jam, itu kalau nggak macet. Iseng-iseng saya berkenalan dengan Pak Sopirnya menggunakan bahasa Rusia, tentunya sambil membawa buku percakapan. Pak Aleksis namanya, badannya gede, kumis tebal, serem banget, apalagi inget waktu marah-marah di Bandara. Sampai di hostel kami check in dan mendapat kamar di lantai lima, yang model-model kamarnya kayak bangsal tentara. Bed bertingkat, dalam satu ruangan ada 8 bed. Ruangan itu cuma berisi kami berempat dan satu orang dari Belgia bernama Mr. Lux seorang lawyer yang hobi melancong ke luar negeri. Setelah matahari tenggelam pukul 20.00, kami semua tidur setelah sebelumnya latihan pernafasan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Agenda kami keesokan harinya, 5 September 2011, adalah melanjutkan perjalanan ke Pyatigorsk. Tapi sebelumnya kami sempatkan ke kantor KBRI yang lokasinya jauh jika dari permukaan Bumi tapi dekat kalau dari bawah tanah. Artinya, kalau kami naik bis, angkot atau semacamnya mungkin akan lama, tapi di Rusia ada yang namanya Metro, yaitu kereta bawah tanah yang wuussh,, melaju super cepat. Kami tidak mengalami kesulitan yang berarti untuk menuju ke kantor KBRI , buku panduan jalan-jalan di Moscow sangat ampuh memandu perjalanan kami.</p>
<p>Kantor kedutaan cukup besar, dengan bangunan ala Eropa. Di Gedung itu kami di sambut oleh Pak Enjai, Bu Ela dan Pak Aji Surya, beliau-beliau ini adalah orang-orang yang telah kami kenal sebelumnya melalui jejaring sosial dalam rangka mencari info perjalanan di Moscow. Mereka meyampaikan apresiasi atas kedatangan kami karena katanya kami tidak banyak merepotkan atau kebanyakan tanya untuk mencapai lokasi KBRI. “ya harusnya begitu, masak di gunung yang nggak ada orang aja berani, di kota yang banyak orang susah mencapai sini” kata Bu Ella. Dari kata-katanya mengindikasikan tamu-tamu sebelumnya mungkin mengalami kesulitan untuk ke sana ke mari ke tempat-tempat tertentu di Moscow. Sebelum pulang, kami sempat diajari cara isi pulsa di sana. Di sana tidak ada counter, untuk isi pulsa cukup mengisi di mesin seperti mesin ATM yang banyak terdapat di pinggir jalan. Oh iya, kami di sana nggak beli lho sim cardnya, kami di kasih orang yang berasal dari Sudan yang kami temui di dapur hostel paginya. Alhamdulillah yah&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pukul 12.00 kami harus check out, kalau tidak lagi-lagi kami berhadapan dengan yang namanya biaya tambahan. Keluar dari stasiun metro terdekat dari hostel, saya dan Gaek lari sprint agar bisa sampai hostel dan check out, waktu menunjukkan pukul 11.50. pukul 12.04 saya dan Gaek sampai di meja resepsionis. Untunglah kami nggak kena charge atau penalty dalam istilah lomba orienteering. Setelah packing kami menunggu taksi yang akan mengantar kami ke Bandara Vnukovo. Lagi-lagi kami diantar oleh Pak Aleksis si perokok berat. Di bandara kami harus menunggu lama sekali sampai boarding. Tapi tak apalah, di sana menunggu itu artinya observasi, alias cuci mata&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Pukul 18.00 take off menggunakan pesawat kecil MTV, dua pramugari terlalu kurus dan terlalu gemuk dengan kursi yang sempit dan penumpang lain diseat belakang yang reseh. Entah kenapa kursi yang saya duduki itu rusak, disandarin pasti terus-terusan ambruk ke belakang. Pengen sekali rasanya cepat-cepat mendarat, pesawatnya berisik sekali, isinya hampir semuanya manula.</p>
<p>Begitu mendarat di Mineralnye Vody, di pintu keluar kami disambut ucapan Assalamu’alaikum oleh seorang driver dari Alpindustriya, agen perjalanan pendakian kami. Tujuan berikutnya adalah toko peralatan mendaki yang ada di Kota Pyatigosk, di sana kami juga sudah ditunggu oleh manajer dari agen perjalanan, Mrs. Victoria. Di toko outdoor Splav kami menyewa peralatan seperti doubleboots, crampon, ice axe, skipole dll. Beberapa peralatan yang seharusnya menurut informasi bisa kami sewa, ternyata harus membeli, mereka tidak menyewakan. Akhirnya kami merogoh kocek lebih dalam untuk membeli sunglasses, headlamp dan goggles. Setelah semua peralatan dipastikan beres dan lengkap, kami menuju hotel untuk menginap malam ini. Perjalanan menuju basecamp Mt. Elbrus masih ratusan kilometer dari Pyatigorsk&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>6 September 2011, pagi ini adalah pagi yang istimewa, breakfast yang disediakan pihak hotel ada nasinya, hmm… di tambah ayam yang mirip-mirip seperti opor. Dah cukup. Nasi dan empat potong ayam pasti mengenyangkan perut kami. Pukul 08.00 kami sudah bersiap menuju Emmanuel Glade, basecamp 1 pendakian Mt. Elbrus jalur utara. Pak Dimitri, supir kami, sudah menunggu dengan pakaian ala militer dan mobil Toyota yang model-modelnya mobil medan berat. Saat pak Dimitri menata barang kami di mobil, kami di tunjukkan penampakan Mt. Elbrus dari kejauhan. Waow, gunung yang selama ini hanya bisa kami lihat di gambar sekarang sungguh nyata. Sudah tidak sabar rasanya ingin berjalan di atas salju. Mari kami berangkat. Oops, buka pintu depan ternyata stir ada di kanan, udah kebiasaan nih di Eropa anggapannya semua stir mobil ada di sebelah kiri&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Benar sekali, sesuai dugaan setelah menjauhi kota dan jalanan sudah tidak beraspal, para penduduk disitu mayoritas peternak domba. Banyak sekali domba yang gemuk-gemuk. Senang sekali melihatnya. Padang rumput yang luas nan hijau menjadi surga bagi para penggembala. Domba dan kuda yang sedang asyik makan rumput tidak merasa terganggu dengan kehadiran mobil semi offroad kami&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Dua puncak gunung Elbrus mulai kelihatan secara keseluruhan. Cantik sekali, sungguh luar biasa besar, jauh lebih besar dari gunung-gunung tropis yang selama ini saya daki. Saljunya berkilauan memantulkan sinar matahari. Awan tipis bagai kapas sesekali membelai puncak kembar itu. Melihat kami kegirangan takjub melihat indahnya Elbrus, Pak Dimitri sengaja berhenti dengan maksud agar kami sejenak menikmati Elbrus. Jadi mengingatkan jeep yang sengaja berhenti di Bantengan, Bromo dalam perjalanan ke Ranupani&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Setelah menyebrang gletser, kami sampai di Emmanuel Glade, di sana banyak sekali camp-camp para pendaki dari beberapa agen perjalanan. Mata saya tertuju pada seekor hewan yang di tambatkan tidak jauh dari area camp. Dari bentuk tubuhnya mirip sapi, namun agak besar sedikit. Berambut tebal di sekujur tubuhnya. Ya, itulah yang namanya Yak, nama hewan itu mirip seperti nama guru saya SMA, Bapak Yak Darmono. Ketika keluar dari mobil, brrr…alamaak dinginnya. Ketinggian 2500 meter sudah sedingin ini. Kami langsung disambut oleh para guide kami, Daniel, Ramon, dan satu cewek sebagai koki kami di perjalanan nanti, namanya Ana. Semuanya masih muda, tampangnya friendly sayangnya hanya Ana  yang bisa lancar berbahasa Inggris, yang lain cuma sedikit-sedikit bisa&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Siang itu kami makan sup tomat, enak sekali masakan Bu Liana, juru masak di basecamp. Usai makan kami briefing untuk perjalanan besok menuju Second Basecamp kemudian kami disuruh jalan-jalan di sekamiran camp. Kamipun langsung menuju sungai gletser, ingin tahu bagaimana dinginnya air dari es yang mencair itu. Ternyata celup sedikit aja jari-jari ini rasanya beku, tapi kalau diminum segar rasanya. Tiba-tiba ada dua pria bule telanjang langsung mencebur di sungai itu. Gile nih bule, pasti tulangnya kerasa ditusuk-tusuk. Benar saja, si Bugil langsung naik menggigil, tapi tak berapa lama dia mencebur lagi. Dasar wong edan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Malam ini kami makan nggak tau apa namanya, tapi masih bersahabat di lidah kami. Habis makan kami briefing lagi, besok pukul 08.00 kami start jalan menuju second basecamp. Kami semua tidur di dalam satu tenda. Tengah malam saya kebelet pipis, thermometer menunjukkan angka minus dua, embun yang menempel di rerumputan menjadi es, bahkan di tenda kami pun juga.</p>
<p>7 September 2011, pagi hari sarapan sudah siap, dan snack untuk kami bawa nanti juga sudah terbungkus rapi. Usai pemanasan kami berangkat, beban yang kami bawa rata-rata 20 kg per orang. Menuju second basecamp jalur masih berupa tanah dan batuan. Tidak ada pohon sama sekali, hanya tanaman merambat dan rerumputan. Sepatu yang kami pakai masih sepatu trekking biasa. Setelah melewati dua bukit terjal, kami sampai di padang yang luas, saya lupa apa sebutan untuk daerah itu. Katanya di sini adalah lokasi latihan prajurit Uni Sovyet ketika Perang Dunia. Di kejauhan juga terlihat ada tebing yang memang tampak seperti patah, itupun katanya dulu karena di bom oleh tentara Jerman. Tampaknya memang orang-orang Rusia paham betul dengan sejarah negaranya&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Medan selanjutnya lebih menantang dari pada empat jam pertama. Jalur lebih terjal dan udara terasa dingin walaupun matahari begitu terik. Namun di jalur inilah kali pertama saya melihat yang namanya salju. Salju masih belum banyak, hanya ada beberapa di pinggiran jalur. Salju yang pertama saya lihat langsung saya genggam, lalu saya injak-injak jadi berantakan. Hahaha, senang rasanya, kemudian setiap kali ketemu salju, saya tusuk-tusuk memakai skypole, atau terkadang membuat tulisan di atasnya. Kalau saya terkesan di jalur ini berbeda dengan Mas Kus-Kus dan Ijil. Jalur inilah yang membuat Mas Kus-Kus mengalami kram di betis kanannya , kemudian barangnya di bawa Ramon yang memang menjemput kami yang kelelahan setelah dia sampai duluan di 2nd Basecamp. Ijil juga ngedrop, saya menjemput dan membantu membawakan barang-barangnya meskipun jarak tempuhnya tinggal 15 menit&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Inilah yang disebut basecamp dua, berada di ketinggian 3.800 mdpl. Jika kami mengambil batu lalu kami lempar ke arah selatan, batu itu akan mendarat di hamparan salju putih yang menjulang ke atas hingga ke puncak kembar Elbrus yang cantik. Disinilah perbatasan antara tanah berbatu dengan hamparan salju abadi. Disini terdapat beberapa tenda dan dua box bekas muatan truk sedang sebagai bunker. Tenda tempat kami tidur terbagi menjadi dua, satu tenda untuk dua orang, sedangkan guide kami tidur di tenda yang bersebelahan dengan tenda dapur yang besar.</p>
<p>Saat makan siang kami briefing lagi mengenai agenda besok di hari Kamis, yaitu aklimatisasi ke Lenz Rock di ketinggian 4600 mdpl. Kami di sarankan untuk istirahat cukup, padahal saya ingin sekali membuat boneka salju seperti di film-film itu. Kami juga sempat tanya bagaimana dengan performa kami di perjalanan tadi. Mereka bilang kami berjalan lambat. Menempuh enam jam itu sudah termasuk lama, normalnya mereka bilang tiga jam. Pikir saya nggak mungkin tiga jam, mungkin tiga jam untuk ukuran guide atau mungkin saja bagi pendaki biasa karena mereka menggunakan jasa porter&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Malam ini usai makan kami langsung tidur, saya setenda dengan mas Kus-Kus, Gaek dengan Ijil, bisa di bilang Jawa dan Sumatera tendanya terpisah. Pokoknya malam ini berusaha jangan sampai kebelet pipis lagi, pasti dingin sekali malamnya. Kami tidur sudah memakai downjacket dan kaos kaki tebal serta balaclava. Tapi malam ini saya tetap terbangun untuk buang hajat, Brrr..dingin sekali di luar, buru-buru masuk tenda lagi dan tidur.</p>
<p>8 September 2011, cuaca sangat cerah, langit biru sama sekali tidak ada awan dan yang paling menggembirakan tidak ada angin yang berhembus. Sebagai energi untuk perjalanan kami sarapan sereal gandum coklat dengan susu yang sudah agak dingin. Pukul 08.00 kami start jalan. Memakai doubleboots dan crampon, seperti yang sudah diajarkan sehari sebelumnya. Tak lupa juga memakai harness dan memasang carabiner, nanti di jalur yang terjal kami akan moving together&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>“Okay guys, go up and step slowly” kata Daniel, guide utama kami. Kami mulai melangkah. Crak, crak, bunyi crampon ketika menginjak es yang keras. Terkadang saya menginjak salju yang lembut, terkadang juga perlu tenaga untuk menancapkan crampon bila bertemu batu es. Kami berjalan di jalur setapak, penandanya adalah jejak pendaki lain yang telah melewati jalur ini sebelumnya. Selain itu ada juga penanda berupa bekas rangka fiber yang di tancapkan di kiri atau kanan jalur. Tidak begitu susah berjalan di atas es, namun cukup menguras tenaga. Tangan  juga harus bekerja untuk memantapkan langkah kami menggunakan skipole&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Setelah berjalan sekamir satu jam, kami mulai memasang tali untuk moving together, yaitu berjalan menggunakan tali yang saling terpasang satu sama lain. Ini berguna  apabila salah satu jatuh, maka yang lain menjadi backup dan menahan agar yang jatuh tidak meluncur ke bawah. Saat Daniel memasang simpul di harness saya dia menunjuk ke sebelah kanan, “that’s cravase” begitu katanya sambil menunjuk sebuah cekungan salju sekamir 15 meter dari jalur. Mungkin inilah mengapa kami mulai berjalan moving together selain jalur yang memang mulai menanjak.</p>
<p>Baru beberapa menit berjalan, Ijil yang berada di urutan kedua dari belakang tiba-tiba berhenti. Dia mengeluh kepalanya pusing, tampaknya dia terkena gejala mountain sickness. Lalu katanya dia masih sanggup, setelah minum air hangat, kami mulai melangkah lagi. Lagi-lagi Ijil berhenti dan berulang-ulang beberapa kali sehingga diputuskan agar dia berhenti dan menunggu. Kami berempat melanjutkan perjalanan dan berhenti di batu pertama sebelum Lenz rock. Kurang sedikit, sekamir 100 meter dari Lenz Rock. Kamipun turun dan Ijil tampaknya masih pusing, sesampainya di 2nd basecamp dia muntah-muntah. Kemudian dia tidur tanpa makan siang, karena memang sudah tidak ada selera makan. Kami semua juga tidur siang saat itu karena kelelahan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</p>
<p>Pukul 5 sore saya bangun karena kegerahan di dalam tenda. Keluar tenda saya bertemu rombongan pendaki yang baru datang. Mereka berdelapan, dua diantara mereka dari South Africa bernama Elsa dan satunya lagi dari England,  Max. Kami ngobrol dan mereka bilang sangat senang bisa bertemu dengan kami, orang yang bisa ngomong pake Inggris, hehe.. bukan bisa berbahasa Inggris karena saya can’t speak English well. Mereka mengaku kesulitan berkomunikasi dengan guide dan anggota rombongan lainnnya yang dari Rusia. Setelah ngobrol panjang Saya dan Mas Kus-Kus diajak foto bersama mereka&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Malam ini cuaca agak berangin, padahal besok dini hari kami memulai summit attack, saat-saat yang ditunggu. Ini angin malah bikin galau, di saat usai dinner kami briefing tentang summit attack. Diputuskan Ijil tidak ikut karena kondisinya tidak memungkinkan. Apabila dia naik, kemungkinan besar akan mengalami hal yang sama dengan hari ketika aklimatisasi dan itu akan merugikan tim, karena guide dan assistant guide diperlukan sampai ke puncak. Apabila ada yang drop kami akan kehilangan salah satu guide. Dalam briefing itu juga akan ada kemungkinan pemisahan tim. Maksudnya apabila ada yang kurang bagus kondisinya akan di bawa ke puncak Timur, ditemani Ramon, sang assistant. Sedangkan yang masih fit pastinya akan di bawa ke puncak Barat, puncak tertinggi. Okay, kami semua deal dengan rencana itu, dan satu hal lagi, kami meminta agar telepon satelit dibawa. Kami akan menelpon teman-teman di Indonesia di Puncak nanti. Mantap gan..</p>
<p>Hari ini adalah hari Jumat 9 September 2011, saya tidak akan solat jumat hari ini. hehe.. Dini hari pukul 03.30 kami dibangunkan Ana. Langsung saya bersiap menuju tenda dapur. Pagi itu sarapan sedikit pasta karena bentuk dan aromanya bikin eneg, sebagai tambahan saya minum tiga bungkus sereal. Angin pagi ini masih seperti malamnya, lumayan kenceng. Saya agak khawatir cuaca hari ini akan buruk. Tapi kata Ana, angin akan berhenti saat matahari terbit. Oh yaudah, hati jadi tenteram, nggak sabar lagi ingin menjamah puncak Elbrus. Kondisi badan fit, kepala yang kemarin agak pusing juga sudah hilang.  Namun pagi itu dinginnya ampun, saya yang sudah pake windbreaker akhirnya dilapisi downjacket juga.</p>
<p>Tepat pukul 05.00 kami mulai attack, angin yang berhembus dari sebelah kanan langsung membuat kuping menjadi kaku sebelah. Kami berjalan perlahan menyusuri berkas sinar headlamp. Jalur yang sehari sebelumnya terlihat jelas karena bekas jejak crampon, kini menjadi sedikit halus mulus tertutup salju yang terbang terbawa angin. Daniel menjadi navigator di depan. Saya, mas Kus-kus, Gaek dan posisi ekor sebagai sweeper Ramon. Perlahan dari arah timur remang fajar perlahan mulai tampak.  Ketika matahari terbit ternyata angin masih tetap berhembus. Semakin ke atas angin terasa semakin kencang, dari arah Timur terlihat hamparan es yang terkena sinar sang surya tampak seperti berasap. Kami sudah berjalan hampir dua jam, dan belum sekalipun istirahat. Saya merasakan haus dan kaos yang saya pakai terasa basah karena keringat. Berharap sebentar lagi berhenti memasang tali untuk moving together.</p>
<p>Akhirnya kami berhenti untuk yang pertama kali. Saya langsung membuka termos, minum air hangat, yang lain juga. Apes buat si Gaek, termos yang dia keluarkan jatuh dan meluncuncur ke bawah. Apesnya lagi disusul goggle yang dia lepas saat akan memakai balaclava dobel ikutan meluncur. Wassalam, dia sekarang pakai sunglasses, sebagian mukanya terbuka dan pasti akan kedinginan karena kamasukan salju yang terbang. Kami melanjutkan perjalanan dan sudah melewati tempat memasang tali. Entah kenapa Daniel tidak menginstruksikan untuk moving together, mungkin agar langkah kami bisa lebih cepat.</p>
<p>Batu pertama di area Lenz Rock, kami istirahat lagi di sini. Angin semakin menjadi, skipole yang saya tancapkan ketika istirahat pun ambruk. Di sinilah saya merasakan stamina mulai turun. Langkah kaki terasa berat karena melawan laju angin yang turun ke bawah. Bongkahan salju sebesar kepalan tangan juga berjatuhan dari balik batuan di situ. Rasanya berat melangkah, nafas mulai berantakan. Urutan saya menjadi yang paling belakang. Sesampainya di batu yang paling besar, saya mulai pesimis dengan pencapaian puncak. Angin sudah dikategorikan badai. Angin yang bercampur salju ini akan berputar-putar dan bergulung-gulung ketika menerjang batu besar. Ngeri saya melihatnya. Tapi langkah teman-teman di depan membuat saya tidak boleh berhenti. Ketika sampai di pertigaan jalur ke puncak Timur dan Barat saya berhenti lagi. tampaknya para guide kami ini akan membawa kami ke puncak Timur. Saya semakin jatuh mentalnya. Pikir saya, melanjutkan perjalanan pun tetap tidak akan sampai di puncak tertinggi. Semua bendera dan atribut yang akan kami kibarkan di puncak ada di ransel saya. Sungguh membuat konsentrasi langkah saya menjadi kacau. Beban dalam pikiran di tambah perut yang mulai terasa mual membuat saya sering-sering berhenti.</p>
<p>Sesampainya di batuan terakhir sebelum puncak timur, saya melihat mas Kus-Kus seperti sedang mendapat penanganan dari Daniel dan Ramon. Tidak beberapa lama kemudian Ramon turun dan menghampiri saya . Sebelum sampai di hadapan saya, seraya menunjuk ke arah puncak Barat, saya mengajak Ramon, berdua menuju puncak Barat. Tapi dia tidak mau dan segera menggandeng saya untuk turun .”we must go down now, storm is dangerious” kurang lebih begitu yang dia katakan. Sebelum kami melangkah, Mas Kus-Kus dengan Daniel dari arah belakang turun dengan cepat. Tangan Mas Kus-Kus terlihat memakai glove yang di bawa oleh guide kami, jadi dia memakai glove dua. Saya semakin panik melihat keadaan itu. Semoga tidak terjadi apa-apa dengan jari-jari Mas Kus-Kus. Setelah itu saya menoleh belakang, Gaek turun, tangan kanannya memegang ice axe dan tangan kirinya skipole. Tampaknya memang gawat nih badai.</p>
<p>Lari pontang-panting saya turun digandeng Ramon yang berbadan gorilla. Terkadang hampir keseleo karena susah lari turun menggunakan crampo. Lapisan salju di jalur es juga lebih tebal daripada saat naik. Saya sering-sering berhenti karena badan terasa sudah lemas, nafas cepat habis. Saya mulai khawatir dengan gaek yang berjalan tanpa di kawal, tapi ini akan lebih baik melihat kondisi dia yang paling prima saat itu. Di tengah amukan badai itu, kami disusul dua pendaki yang baru saja turun dari puncak Barat. Mereka sepertinya sudah terbiasa mendaki Elbrus, terlihat ketika mereka ngobrol akrab dengan Ramon. Lari, berhenti, lari lagi dan berhenti lama itu yang terjadi saat saya turun. Bahkan saya sempat terttidur saat berhenti. Camp kami masih terlihat jauh dan samara-samar karena tertutup badai salju.</p>
<p>Beberapa puluh meter sebelum sampai camp saya merasa lega. Bersyukur tidak terjadi apa-apa dengan kami. Selama saya mendaki, tidak pernah saya mengalami badai yang sedahsyat ini. Di camp kami, badai sudah tidak terlalu kencang. Kalau melihat ke atas, hamparan es tampak seperti berasap. Cantiknya puncak yang selama ini terlihat tertutup awan. Sesampainya di depan tenda, barulah saya merasa jari-jari kaki saya perih semua. Saya meminta tolong Ijil membukakan sepatu. Kaget bukan main, kaki saya kiri dan kanan sudah berlumuran darah. Pasti ini bagian kuku yang saat turun tadi menahan saat lari. Desakan dengan sepatu mengakibatkan bagian dalam kuku menjadi terluka. Saya tidak berani membukanya saat itu. Dengan masih memakai harness dan pakaian saat turun tadi, saya langsung masuk tenda dan tidur, ajakan makan siang saya abaikan. Sebelum tidur saya sempatkan solat, dan inilah untuk kali pertama saya solat sambil berbaring.</p>
<p>Tidak berapa lama Mas Kus-Kus juga masuk ke dalam tenda, untung jari tangannya tidak apa-apa, masih utuh dan tidak perlu dibuat tidak utuh. Kami semua tidur sore itu. Oh iya, ada yang lupa, saya harus memberitahukan kabar tentang kondisi ini ke teman-teman Stapala. Ijil yang masih tampak di luar saya suruh ambil telepon satelit yang di bawa Ramon. Saya sampaikan kabar ini ke Indonesia, belum bisa memastikan rencana selanjutnya, entah akan turun atau mencoba summit lagi. setelah itu saya tidur di dalam tenda yang berisik karena bergoyang diterpa angin.</p>
<p>Saat tidur pulas, saya dibangunkan Ana, kami semua disuruh bangun. “come on guys, you have to move to yellow tent and bring your equpiment, everything. Now”. tampaknya memang gawat, sekeliling kami sudah salju semua. Tenda kami meliuk-liuk ditiup badai. Segera saya dan Mas Kus-Kus mengemasi semua peralatan dan segera di pindah ke tenda evakuasi berwarna kuning. Saat melihat keluar, sugguh mengerikan, angin begitu kencang, tenda dapur sudah ambruk dan semua barang kami di teras tenda terkubur salju. Mula-mula saya membawa dua buah sleeping bag dan beberapa peralatan yang di masukkan ke daypack. Berjalan sangan sulit sekali, baru berdiri sebentar, badan terlontar di hantam badai. Apalagi sambil membawa SB yang masih terbuka, jalan harus merayap meniti batu, di tambah kaki yang terluka, sangat menyiksa sekali. Berdiri berjalan bebas hanya akan membahayakan diri. Baru dua meter jalan, harus berhenti menunggu badai sedikit reda walaupun cuma beberapa detik. Dilanjutkan jalan lagi, begitu seterusnya hingga membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk berpindah sejauh 40-an meter.</p>
<p>Sampai di depan tenda evakuasi, saya tidak tahu pintu ada si sebelah mana. Akhirnya saya menunggu orang membuka pintu, dan saya berdiam diri di pinggiran dengan posisi setengah sujud. Tidak berapa lama ada pria yang menarik jaket saya dan menyeret masuk. Dengan bahasa Rusia dia memaki-maki saya. Kemudian saya teringat saya masih harus mengambil barang-barang yang masih di tenda. Saat akan keluar, saya didorong oleh orang Rusia yang tadi, tampaknya dia melarang saya untuk keluar, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya saya duduk di dipan panjang di dalam tenda itu. Ternyata Gaek dan Ijil sudah berada di situ, sudah berbaring berselimut SB. Kemudian pintu terbuka, Mas Kus-Kus mambawa carrier, saya bantu memasukkan. Oh, ternyata dia membawa dua, satu lagi di bantu oleh ramon.</p>
<p>Di tenda ukuran empat kali tiga meter itu, kami semua berlindung dari badai. Bentuknya menyerupai tenda ABRI yang di pasak menggunakan tali tambang, namun ini rangkanya terbuat dari besi, atapnya dari deklit. Beberapa tiang disangga kayu karena posisinya hamper ambruk. Huff, saya tidak begitu memperhatikan, berapa orang yang ada di dalam tenda ini. Malam ini saya tidur pulas, masih menggunakan pakaian summit attack. Di tengah-tengah lelapnya tidur,  saya terbangun karena mukanya terkena salju yang masuk tenda. Saya pakai goggle dan saya tutup muka dengan kain baff. Sudah tidak begitu peduli dengan keadaan tenda malam itu. Saya berharap ketika bangun keesokan harinya, badai sudah berlalu.</p>
<p>Bangun tidur, ketika mata terbuka terlihat di dalam tenda memutih. Salju masuk di mana-mana, di lantai menumpuk hampir setinggi lutut. Barang-barang yang ditaruh di bawah kemasukan salju. Atapnya banyak yang menggembung menampung salju. Sementara badai masih seperti kemarin, belum juga reda. Seorang gude dari rombongan lain sedang membersihkan salju menggunakan sekop. Kemudian beberapa orang, termasuk Mas Kus-Kus berusaha membetulkan salah satu bagian tiang yang hampir ambruk. Tidak lama kemudian Ana datang membawa satu termos air panas dan beberapa biskuit untuk sarapan kita, walaupun sepertinya hari sudah agak siang. Tidak bisa ke mana-mana, di dalam tenda kami hanya ngobrol, ngemil, tiduran, terkadang merekam  menggunakan handycam yang kami bawa.</p>
<p>Sekitar pukul 12.00, Ramon datang dan mengajak kita untuk turun siang itu. Saya tidak terlalu mempedulikannya, karena kami pikir tidak mungkin akan turun dalam keadaan badai yang masih kencang seperti itu. Kemudian Daniel dan Ana yang datang, tampaknya mereka serius akan mengajak kami turun. Kemudian kami bergegas packing barang. Saya hanya membawa sedikit barang karena kondisi kaki saya. Setelah semua beres, saya dan Mas Kus-Kus meminta waktu sebentar untuk mencari kamera kami yang hilang. Kemudian di tengah angin yang kencang itu Saya dan Mas Kus-Kus mengecek kembali ke lokasi tenda kami. Semuanya sudah bersih, tidak ada barang-barang di situ. Tenda juga sudah terbang. Kemudian kami menyusuri lereng-lereng di daerah situ, ke arah laju angin. Kami hanya menemukan matras, dan tenda yang sudah hancur.</p>
<p>Saya di panggil Daniel untuk segera turun, kami pun semua mulai turun. Saya masih memakai double boots ,berjalan miring perlahan agar jari-jari kaki tidak sakit. Setelah melewati bukit terakhir di bawah 2nd  basecamp ,angin mulai reda, bahkan tidak ada sama sekali pengaruh badai, mungkin karena sudah jauh dari tempat bersalju. Beberapa kali saya berhenti, kaki ini rasanya perih. Setiap ada batu yang enak untuk istirahat saya pasti berhenti. Ijil dan Gaek sudah jauh berada di depan, Mas Kus-Kus ada di belakang , barang yang dia bawa tampaknya berat sekali.</p>
<p>Rasanya jauh sekali, kami sudah berjalan sekitar empat jam, namun Emmanuel Glade belum juga kelihatan. Sungai gletser yang besar itu pun belum terdengar suaranya. Saya mempercepat langkah saya agar tidak kemalaman sampai camp. Daniel, gude kami selalu menunggu kami, berusaha agar kami tetap terpantau. Dia berjalan sambil sesekali memetik buah-buah kecil sebangsa arbei yang banyak tumbuh di sepanjang jalur. Sebentar lagi kami akan sampai di camp, sungai gletser sudah terlihat dengan air berwarna coklat. Mungkin karena pengaruh badai, air sungai pun menjadi keruh. Hati saya mulai lega, saya percepat langkah. Sebentar lagi akan sampai.</p>
<p>Pukul 07.00, saya dan Mas Kus-Kus sampai. Gaek dan Ijil sudah satu jam lebih dulu dari kami berdua.begitu sampai, sepatu langsung saya lepas. Di sana langsung di sambut sup sapi, masakan Liana. Setelah makan, kami berfoto-foto dengan semua crew pendakian. Saat itu kami belum berpikir rencana selanjutnya, terutama saya, saya sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan. Teman-teman yang lain tampaknya sudah kelelahan. Guide kami bilang bahwa badai sulit diprediksi kapan berhentinya. Sebenarnya kami merencanakan akan mengulang lagi pendakian ,meskipun hanya satu orang. Namun kondisi kami saat itu memang sudah tidak memungkinkan.</p>
<p>Dimitri, sopir kami sudah menunggu, barang-barang sudah di masukkan semuanya. Malam ini kami menuju Kota Pyatigorsk, menginap di hotel yang sama seperti saat berangkat. Perjalanan selama empat jam tidak akan saya sia-siakan untuk istirahat. Pasang sabuk pengaman, dan tidur. Selamat tinggal Elbrus..</p>
<p>Terima Kasih ya Allah, kami bisa kembali dengan selamat.</p>
<p>до свидания….</p>
<p>Oleh Gokong (fb Stapala Stan)</p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/669/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/669/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=669&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2011/11/01/catattan-perjalanan-ekspedisi-elbrus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bertekad menaklukan puncak gunung Elbrus (5642 mdpl)</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2011/09/09/bertekad-menaklukan-puncak-gunung-elbrus-5642-mdpl/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2011/09/09/bertekad-menaklukan-puncak-gunung-elbrus-5642-mdpl/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Sep 2011 06:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekspedisi Luar Negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak empat orang pendaki Indonesia dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang tergabung dalam kelompok pecinta alam STAPALA bertekad menaklukan puncak gunung Elbrus (5642 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Eropa. Mereka adalah Prabu Kusuma Nusa Putra, Eko Santoso, Frassetto Dahniel dan Hifzil Waldy Lahuda. Meskipun berbadan kecil, tekad dan semangat dari para mahasiswa tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=653&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak empat orang pendaki Indonesia dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang tergabung dalam kelompok pecinta alam STAPALA bertekad menaklukan puncak gunung Elbrus (5642 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Eropa. Mereka adalah Prabu Kusuma Nusa Putra, Eko Santoso, Frassetto Dahniel dan Hifzil Waldy Lahuda.</p>
<p>Meskipun berbadan kecil, tekad dan semangat dari para mahasiswa tersebut sangat tinggi untuk mengibarkan bendera Merah Putih di hamparan padang salju di puncak Elbrus bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, 9 September 2011. Misi yang diemban tim STAN ini adalah untuk mewujudkan peran mahasiswa yang aktif dan dinamis dimana pendakian sebagai sarana dalam pengembangan soft skill &amp; hard skill Sumber Daya Manusia.</p>
<p>Pada tanggal 4 September 2011 tim STAN tiba di Moskow bertepatan dengan Hari Ulang Tahun kota Moskow ke-864. Sebelum bertolak ke Mineralnye Vody, pada tanggal 5 September 2011 mereka diterima Counsellor /Penanggung Jawab Fungsi Pensosbud M. Aji Surya dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Moskow Sekretaris Kedua Lailal Khairiah Yuniarti dan Sekretaris Kedua Enjay Diana di KBRI Moskow.<span id="more-653"></span></p>
<p>M. Aji Surya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas tekad dan semangat yang besar serta kemandirian tiba di Rusia untuk menaklukan Elbrus. Ditambahkan bahwa pendakian Elbrus tidaklah mudah. Selain fisik, faktor cuaca sangat menentukan keberhasilan karena cuaca dapat berubah seketika, bahkan terkadang lebih ekstrem seperti badai salju yang tiba-tiba muncul. Sebagai motivasi bagi pendaki tim STAN diambil contoh kegigihan Sabar, pendaki berkaki satu dari tim Ekspedisi Merdeka-RMOL Indonesia yang berhasil menaklukan Elbrus tanggal 17 Agustus 2011.</p>
<p>“Dilandasi semangat, keyakinan dan tekad yang besar, Sabar berhasil mencapai puncak Elbrus dengan tidak melihat keterbatasan fisik yang dimiliki. Kami berharap semoga tim STAN juga berhasil”, ujar Penanggung Jawab Fungsi Pensosbud KBRI Moskow. KBRI Moskow melakukan komunikasi dengan tim STAN secara berkesinambungan.</p>
<p>Pada tanggal 6 September 2011 tim pendaki sudah tiba di base camp Emanuel Glade, Dzhily-Su (2500 mdpl) atau sekitar 120 km dari kota Pyatigorsk. Selanjutnya mereka akan melakukan aklimatisasi yang diharapkan pada Hari Olahraga Nasional, 9 September 2011 bendera Merah Putih dapat berkibar di puncak Elbrus.</p>
<p>Disalin dari situs Kementrian Luar Negeri Indonesia<br />
<a href="http://www.kemlu.go.id/moscow/Pages/Embassies.aspx?IDP=73&amp;l=id">http://www.kemlu.go.id/moscow/Pages/Embassies.aspx?IDP=73&amp;l=id</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span style="font-size:large;">Diserang Badai Hebat, Mapala STAN Jakarta Gagal Capai Puncak Elbrus</span><br />
<span style="color:#009900;font-size:x-small;">Minggu, 11 September 2011 , 20:53:00 WIB</span></p>
<div align="left"><span style="color:blue;">Laporan: Dar Edi Yoga</span></div>
<p>&nbsp;</p>
<table width="110" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td align="center" width="100"><img src="http://www.rakyatmerdekaonline.com/images/berita/normal/417034_09270311092011_elbrus_33.jpg" alt="" border="0" hspace="4" /></p>
<div align="center"><strong>PUNCAK ELBRUS/IST</strong></div>
</td>
<td width="10"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table width="10" cellspacing="10" cellpadding="10" align="right">
<tbody>
<tr>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>RMOL. Upaya tim pendaki gunung dari mahasiswa pecinta alam, Stapala-STAN Jakarta, untuk mencapai puncak tertinggi di Benua Eropa, Elbrus, pada tanggal 9 September kemarin mengalami kegagalan, karena diserang badai yang hebat di ketinggian 5.200 mdpl saat akan melakukan summit attack menuju puncak Elbrus (5.642 mdpl).</p>
<p>Kabar ini disampaikan Kepala Divisi Pensosbud, Aji Surya melalui surat elektronik, yang diterima Rakyat Merdeka Online, beberapa saat yang lalu.</p>
<p>Menurut Aji Surya yang terus memantau dari KBRI di Moskow, kondisi para pendaki yang terdiri dari Prabu Kusuma , Eko Santoso, Frassetto Dahniel, dan Hifzil Lahuda dalam keadaan sehat.</p>
<p>Ketika Aji Surya menghubungi para pendaki melalui telpon selular, Ketua Pendakian, Prabu Kususma mengatakan bahwa mereka memulai pendakian pada pagi buta pukul 3, tanggal 9 September yang lalu.</p>
<p>&#8220;Waktu berangkat sudah badai dan hujan salju, tapi menurut pemandu dari Rusia biasanya jam 7 badai pasti reda. Kenyataannya sampai siang badai masih mengamuk tiada henti,&#8221; lapor Parabu Kusuma.</p>
<p>Badai yang hebat di ketinggian 5200 mdpl, membuat langkah para pendaki yang tergabung dalam Tim Elbrus Stapala menjadi susah sehingga merekapun sampai terhuyung-huyung ditiup angin yang kuat.</p>
<p>Dalam situasi tidak menentu, para pendaki sempat memutuskan untuk pindah  ke jalur  pendakian agar bisa mencapai puncak Elbrus yang lebih rendah (5.622 mdpl), namun hal itu tidak jadi dilakukan karena angin ribut tidak berhenti. Bahkan mereka turunpun berlarian seperti dikejar pocong.</p>
<p>&#8220;Masih untung kita semua selamat sampai bawah,&#8221; ujar Prabu Kusuma mengenang pendakian.</p>
<p>Menurut Parabu, mereka sempat berdiskusi dengan operator pendakian apakah akan naik lagi dalam waktu seminggu kedepan, namun setelah dilakukan analisa dengan melihat prakiraan cuaca dari badan metreologi dan geofisika Rusia, dalam waktu seminggu kedepan ternyata cuaca tidak akan membaik, malah lebih buruk.</p>
<p>&#8220;Kami sadari bahwa semua ini karena faktor alam, dan tidak mungkin kami melawan kehendak alam. Mungkin lain kali kami akan kembali lagi,&#8221; harap Prabu Kusuma yang saat ini sudah berada di kota  Pyatigosk (500 mdpl).</p>
<p>Cuaca yang tidak bersahabat juga melanda sebagian besar dataran di Rusia, seperti halnya kota Moskow yang terus diguyur hujan sejak seminggu belakangan ini.</p>
<p>&#8220;Sebab bulan September di Rusia sudah mulai hujan dan memasuki musim gugur,&#8221; jelas diplomat muda, Aji Surya. [wid]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/653/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=653&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2011/09/09/bertekad-menaklukan-puncak-gunung-elbrus-5642-mdpl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.rakyatmerdekaonline.com/images/berita/normal/417034_09270311092011_elbrus_33.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Laporan perjalan pendakian 7 gunung 8 hari (1995)</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2011/01/29/laporan-perjalan-pendakian-7-gunung-8-hari-1995-bagian-i/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2011/01/29/laporan-perjalan-pendakian-7-gunung-8-hari-1995-bagian-i/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2011 02:58:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=637</guid>
		<description><![CDATA[Rekan-rekan Stapala, berikut ini saya lampirkan salah satu catatan perjalanan dari senior-senior tahun 1990-an. Perjalanan yang luar biasa dan sedikit nekat. Terima kasih tuk Palpi 901 yang rela mengetik ulang laporan ini. Mudah-mudahan catatan perjalanan senior yang lainnya bisa segera menyusul didigitalisasi. Terutama untuk perjalanan gunung es nya. Selamat menikmati dan bernostalgia.-Dosko, 802/2006- Pukul 09.00 dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=637&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan-rekan Stapala, berikut ini saya lampirkan salah satu catatan perjalanan dari senior-senior tahun 1990-an. Perjalanan yang luar biasa dan sedikit nekat. Terima kasih tuk Palpi 901 yang rela mengetik ulang laporan ini. Mudah-mudahan catatan perjalanan senior yang lainnya bisa segera menyusul didigitalisasi. Terutama untuk perjalanan gunung es nya. Selamat menikmati dan bernostalgia.-Dosko, 802/2006-</p>
<p>Pukul 09.00 dengan diawali dengan doa dan tos STAPALA berangkat dari posko tercinta G.106. tim yang terdiri dari Didik Catyono (346/SPA/92), Wasis Pramono (376/SPA/93), Koko Riyantoko Nugroho (382/SPA/93), Wahyu Purwanto                 (361/SPA/92) mampir ke Bintaro Plaza untuk menambah cash dan membeli logistic yang kurang. Tim menggunakan bank BCA cash milik koko untuk mensuplai seluruh kebutuhan dana, sehingga memudahkan kita untuk control dana dan pengamanan dana. Tim sholat dzuhur dan makan di terminal Pulo Gadung. dengan hati masih penuh perencanaan dan pertanyaannya mungkinkah?? <span id="more-637"></span>Kita menikmati    perjalanan ke linggarjati â€“ Kuningan. Warung Pak Amat, base camp G. Ciremai masih sepi saat kami datang pukul 17.30. setelah packing dan persiapan kita mencoba untuk naik dan permisi kepada penjaga jalan. Sebelumnya sedari bawah kita telah diperingatkan bahwa G.Ciremai lagi ditutup karena masih dilakukan evakuasi korban. Setelah melalui debat dan ngotot tetap saja kita tidak boleh naik. Tim disarankan untuk melewati jalur palutungan dengan ketentuan membantu evakuasi korban. Hal ini tidak mungkin kita lakukan karena waktu kita yang terbatas. Saat itu juga tim melanjutkan perjalanan ke Cirebon dengan tujuan G.Slamet. kekecewaan karena tidak dapat naik Ciremai semakin besar karena kita terkatung-katung dijalan akibat susahnya kendaraan arah Purwokerto. Setelah sekian lama kita berleseh-leseh ria terminal Cirebon akhirnya dapat juga kendaraan ke Tegal. Di Tegal kita langsung transit ke Purwokerto.</p>
<p><strong>27 Agustus 1995</strong></p>
<p>Pukul 02.00 dini hari suasana terminal Purwokerto agak lengang, tetapi begitu kami datang calao-calo penumpang dan becak-man segera ramai-ramai berebut.  Seperti biasa mereka menawarkan carter dengan ongkos yang diluar perhitungan kami. Bus arah Bobotsari baru ada sekitar pukul 04.00 karena kita beristirahat, makan dan lesehan ngemper di trotoar took. Kita sempat naik bus turun lagi karena carge terlalu mahal. Dengan seenaknya didik ngajak turun yang lain sudah hamper tertidur di bus itu, dengan meminta uang bayaran kembali kepada kernet tentunya. Kita sempat perang mulut sebentar. Pukul 05.30 Tim sampai di Pratin, setelah shalat subuh kita lanjutkan ke desa Bambangan yang kami tempuh dengan jalan kaki. Setelah memperkenalkan diri kepada kepala desa dan pendaki yang ada di base camp, tim langsung packing dan berangkat mendaki pada pukul 07.00. Kita membekal nasi goreng masakan Bu Kades. Nafas serasa kian sesak karena terik matahari dan debu yang menggulung. Kita mesti menerobos pohon yang bergelimpangan menghalangi jalan. Kita sempat terkapar kelelahan dan tidur di seperminuman the sebelum batas vegetasi. Didik dan Wasis terkena kram kaki tapi gak parah banget.</p>
<p>Pukul 13.30 dengan sisa-sisa tenaga Tim berhasil mencapai puncak. Kawah Slamet yang anggun tak membuat kita betah di puncak. Hari itu terlalu panas dan kita terlalu ngantuk. Setelah foto-foto sekedarnya Tim langsung turun. Diperjalanan turun tim sempat boker, masak, makan, sholat dan tidur. Pukul 17.30 tanpa packing lagi tim langsung turun ke Pratin dengan harapan mengejar kendaraan terakhir ke Purwokerto. Kita juga menunda makan yang mestinya di rumah Pak Kades. Saat kita sampai di Pratin alangkah nelangsanya karena ternyata warung yang diharapkan  menyajikan nasi anget dengan ayam goring yang super gede ternyata telah habis semua. Kita tinggal bisa makan tempe buntel dan the manis anget. Bahkan telur asin pun tidak ada. Meski gak kenyang banget seenggaknya kelaparan sudah teratasi. Sialnya lagi kendaraan juga sudah habis. Kemudian kita disarankan penduduk untuk menunggu mobil box melati biasanya turun jam 20.00, tapi kita mesti nunggu di pertigaan kira-kira 1 km dari pratin. Dengan berat hati dan langkah yang tak tentu lalu kami teruskan jalan ke pertigaan ynag tersa bagai 1000 km.</p>
<p>Dengan bantuan mobil  box melati tersebut kami berharap sampai kepertigaan bobot sari, tapi karena lagi hoki kita dianter sampai di buka teja yang disitu kita dapat langsung ke Wonosobo- tujuan berikutnya. 21.30 kita sampai diterminal Wonosobo, dengan kaki yang masih kaku, bengkak, ngilu dan yang pasti BAU, kita tertatih-tatih mencari phone untuk calling Heni 499/SPA/â€™94 karena kita dah kangen banget. Kita sempat tidak dipercayai, namun dengan bukti kuat hitam di atas putih ala pengadilan rimba akhirnya kita bisa dijemput di terminal dan chek in dirumah Heni, rumah asri, sejuk, dan paling nyaman buat kita saat itu. Di rumah ini pula dengan fasilitas yang OK punya kita mendapat suplai tenaga ekstra.</p>
<p><strong>28 Agustus 1995</strong></p>
<p>Dengan berat hati meninggalkan kasur yang empuk pukul 10.30 kita di anter Heni ke terminal untuk ke tambi. G.Sindoro tujuan berikutnya. Kita naik bus jurusan dieng, kemudian menuju dusun sekatok. Setelah makan dan sholat kemudian menyembunyikan barang-barang yang ditinggal di base camp. Pukul 14.00 team mulai mengayunkan langkah mengejar puncak sindoro. Jalur pendakian yang bersih dan jelas memudahkan perjalanan kita. Sedari bawah puncak Sibdoro telah kelihatan. Pukul 16.30 dengan kondisi yang bugar kita sampai puncak Sindoro. Setelah foto-foto, makan dan istirahat sebentar kita langsung turun. Hari sudah mulai gelap saat kami turun. Kira-kira pukul 19.30 kita sampai dusun terakhir dan terus ke tambi. Meski masakan ala  kadarnya di warung itu tapi serasa nikmat sekali. Pisang gorengnya wow keren. Kemudian kita numpang sholat sekaligus nginap di sebuah mushollah di Tambi.</p>
<p><strong>29 Agustus 1995</strong></p>
<p>Hari masih pagi saat kita tinggalkan tambi menuju Garong untuk mendaki G. Sumbing. Pukul 10.00 setelah menyelesaiakan perijinan kita mulai mendaki. Garong saat itu sedang musim panen tembakau seakan setiap desa tak luput dari bau harum tembakau. Gunung Sumbing mempunyai spesifik yang unik, medannya bersap-sap seperti tangga yang membentuk puncak-puncak bayangan. Kondisi ini sering membuat frustasi pendaki, selain karena jalur yang memamng ngetrek licin dan banyak yang berbatu. Setelah pos I kami sempat salah jalur para pencari kayu. Kami harus  bersusah payah menerabas semak belukar beberapa saat untuk menemukan jalur normal kembali. Di perjalanan kami sempat bertemu anak-anak Bandung yang udah kenalan pas di G.Slamet. mereka lagi turun saat kami naik, sehabis dari selamet mereka langsung ke Sumbing ini. pukul 14.00 kita berhasil sampai Puncak. Pemandangan serasa biasa-biasa saja ditambah kabut yang menyelimuti kawah membuat kita tambah malas foto-foto. Hanya beberapa cepretan foto kemudian kita lebih seneng buat merebahkan tubuh dan tertidur. Entah yang kami impikan masing-masing yang pasti fanta strawberry merah yang barusan kami minum terasa segar sekali. Kami terlelap sejenak di bebatuan puncak G. Sumbing.</p>
<p>Pukul 15.00 kita terbangun dan segera melarikan diri turun. Beberapa team yang lain kita lewati termasuk anak-anak Bandung yang tadinya ketemu waktu kita naik. Adzan maghrib menggema saat kita sampai di base camp, kemudian setelah mengambil barang dan pamit kita jalan sambil nunggu kendaraan jalan raya. Dasar sial tak satupun dari sekian kendaraan yang mau nolong kita sampai dijalan raya. Sampai dijalan raya kita langsung makan di warung pojok. Gila oeiâ€¦ makan ternikmat, terbanyak, terkenyang dan yang termurah selama ini. team terus melanjutkan perjalanan ke parakan dan sempat phone ke jakartauntuk laporan ke Heni lagi, tapi sayang tidak nyambung. Perjalanan menurut rencana semula mestinya ke selo untuk naik merbabu, namun karena kondisi yang lagi down maka team memutuskan untuk istirahat di Solo sekalian naik G.Lawu dulu.</p>
<p>Hari sudah terlalu malam sehingga bus yang langsung ke Solo tidak ada, karena itu kita naik bus jurusan semarang dan transit di Bawen. Kita sampai di terminal Bawen pukul 22.00, yang saat itu ada panggung hiburan memperingati kemerdekaan. Music keroncong dan dangdut menemani kami yang lagi lesehan menunggu bus. Kami sempat berjumpa Andrean salah seorang teman akrab Yudi 371/SPA/â€™93 yang menemani kami ngobrol sampai kami dapat bus sekitar pukul 00.30</p>
<p><strong>30 Agustus 1995</strong></p>
<p>Pukul 02.20 dini hari kita telah sampai di terminal Solo. Sambil menunggu subuh tim istirahat, bersih-bersih badan dan sholat subuh. Kemudian tim berangkat ke rumah tutik 369/SPA/â€™93 pukul 05.00 yang sampai tujuan pukul 05.30. setelah membangunkan tuan rumah segera fasilitas dan segala macam makanan kami nikmati. Keramahan keluarga tutik membuat  semangat kami semakin menyala. Di solo kami menambah suplai dana dan logistic. Pukul 13.00 team berangkat dari tasikmadu menuju cemoro kandang. Perjalanan yang lambat dan sesak membuat kita semua semakin penasaran buat segera naik Lawu. Pukul 15.30 setelah persiapan seperlunya tim segera melangkah mendaki G.Lawu lewat jalur Jawa Tengah. Perjalanan mendaki Lawu ini team tampil dengan seluruh semangat dan dengan berlarian, bercanda dan sedikit kesombongan. Di antara pos I dan II team menikmati Sunset, keindahan yang tiada tara kita nikmati samba berfoto-foto ria. Pukul 18.45 dengan bangga team mencapai puncak. Setelah berpose sekedarnya segera saja team melarikan diri turun.</p>
<p>Sepanjang perjalanan inilah team diuji karena kesombongannya. Kita berlarian berusaha secepatnya sampai bawah dengan memotong-motong jalur. Sampai suatu saat Didik salah jalur. Sebelum pos dua menurut Didik (pas pos II menurut Wasis dan Koko) dalam kondisi di punggungan yang berbeda kita sempat komunikasi baik dengan teriakan maupun kode lampu senter dan sepakat ketemu dibawah. Jalur yang dilewati Didik sangat curam dan banyak terdapat akar-akar gantung. Setelah sekain lama turun sampai akhirnya jalur yang dilewati Didik mentok, yang membuat Didik seyakin-yakinnya kalau kalau kesasar.</p>
<p>Didik sempat menemukan tanda yang bertuliskan “Arah jalur yang Benar” dengan arah panah kea rah atas/datang, meliha itu sempat panic juga karena malam hari dan baterai senter yang hampir mati, setelah memperhitungkan posisi jalur sesat dengan jalur normal dan punggungannya Didik berusaha memotong jalur. Baru beberapa saat didik telah menemukan jalur normal dan segera berlari sekencang-kencangnya mengejar gemerlap sebuah senter di depan. Didik telah berteriak memanggil tapi tidak dijawab bahkan semakin lama semakin jauh. Setelah mengejar sedikit lama akhirnya kesampaian dan ternyata dia adalah Wahyu Purwanto (ipung). Saat ditanya “mana teman-teman?” ipung hanya menjawab “tidak tahu” yang membuat Didik menjadi tambah kalut. Beberapa saat kemudian Didik dan ipung sampai pos II dan mendapati team lain tidur disitu. Didik berusaha mengejar Wasis namun sampai Pos I tidak bertemu. Didik menunggu Ipung di Pos I dengan tiduran di bale bambu di Pos I. ketika ada suara berisik di pohon atas Didik hanya memperhatikan saja, sampai beberapa saat kemudian suara yang mirip lolongan serigala dan seserak harimau menggema keras sekali serasa di depan mata. Didik langsung bangkit dan akan menyusul Ipung ke atas, tetapi beberapa saat kemudian senter Ipung dah kelihatan. Sementara suara it uterus berulang-ulang Didik dan Ipung langsung turun tapi ngga berlari karena kaki Ipung yang sakit. Ipung bialng dia hanya pasrah andaikan harus mampus di terkam harimau karena memang benar-benar tidak mampu lari lagi. Didik dan Ipung sempat bertemu 2 tim lain yang salah satunya juga anak STAN-PRODIP, kita peringatkan buat hati-hati dan kalu bisa mending istirahat dulu dan dilanjutkan esok pagi.</p>
<p>Wasis dan Koko telah sampai duluan di Base Camp dan sempat panik karena Didik belum sampai yang tadinya di depan. Mereka sempat berpikir untuk nge-SAR Didik besok pagi. Pukul 21.30 Didik dan Ipung sampai Base Camp, belum sempat bercerita banyak wasis Koko udah panik dan segera mengajak turun padahal warung di bawah sudah tutp dan tidak ada kendaraan. Memang sebenarnya sejak kita masuk jalur Lawu masing-masing team sudah merasakan perasaan aneh. Bahkan di jalan Didik sering kali mendikte Wasis (leader) untuk memilih jalur pas naik. Hali ini biasanya jarang sekali dilakukan Didik. Selain itu kita sebenranya sepakat untuk tidak motong-motong jalur sedari bawah, tetapi ternyata kita lakukan lain. Kita nekat turun dan melangkah melintasi jalan aspal. Kita sempat menyetop kendaraan yang ternyata sedan pribadi, tentu saja tidak bersedia.</p>
<p>Sampai akhirnya kita sampai di dusun pertama dibawah, dan bertemu warung yang masih menyala lampunya meski sudah tutp. Didik mengetok pintunya dan ternyata nasinya masih lauknya habis tapi kami menerima ditawarin pake telur dadar. Sambil bercerita kita makan dan ngopi. Kita minta ijin untuk numpang di warung itu, tapi pemilik justru menawarkan rumahnya yang tidak jauh dari situ. Baru saja kita keluar dari warung ada mobil yang lewat. Didik langsung saja melambaikan tangan minta numpang. Dan Alhamdulillah mereka mau. mobil itu merupakan pick up warna coklat dengan dua penumpang. Kita langsung masuk, menutup pintu dan tiduran, meski dalam hati masih bertanya mobil beneran apa enggak? Sebenarnya tujuan kita hanya pingin sampai tawang mangu, tapi ternyata kita di anter sampai solo. Karena nggak ngerti daerah Solo kita bingung mesti turun dimana. Kita sempat nanya-nanya dan ternyata telah lewat. Untung si sopir yang ternyata orang bojonegoro dengan tersenyum mengantarkan kita balik lagi. Sampai dipertigaan sebelah pabrik gula kita diturunkan dasar orang baik dan lagi hoki waktu Didik mengulurkan uang bensin sopir itu tidak bersedia menerimanya.</p>
<p>Alhamdulillah pendakian G. Lawu (Gunung ke IV) yang sebenarnya diluar rencana, jadi pendakian kita yang paling bersemangat, sombong, dan sekaligus titik balok hancurnya mental kita. Banayk pelajaran yang kita peroleh selama mendaki Lawu, seenggaknya kita tak berani lagi menargetkan waktu selama pendakian berikutnya. Kita hanya menjalani, entah bisa menikmati atau menyesalinya.</p>
<p>31 Agustus 1995</p>
<p>Pukul 01.00 Dini hari kita sampai di rumah tutik kembali. Karena perasaan yang masih kalut kita enggan untuk membangunkan keluarga tutik. Kita trlelap dengan pikiran dan mimpi masing-masing. Sampai pagi datang dan keluarga tutik terbangun. Sgera the hangat dan sarapan yang menghangatkan perut kami. Kita bersih-bersih dan sholat subuh. Pagi itu juga setelah istirahat dan makan pagi kita cabut dari rumah tutik yang dianter oleh tutik dan nanik-adiknya tutik sampai jalan raya.</p>
<p>Pukul 11.00 kita sampai selo dan segera saja makan siang nggak kepalang tanggung makannya, kita semua pada nambah plus dengans egala snack dan drink. Setelah mendaftar dipolsek kita segera naik ke base Camp. Seharian ini kita hanya bersantai dan tiduran. Kita rencanakan naik untuk mengejar sunrise, jadi maksimal kita berangkat jam 01.00 dini hari.</p>
<p>1 September 1995</p>
<p>Pukul 01.00 Didik dan Wasis bangun. Kita sempat malas buat naik karena dingin. Akhirnya hanya Didik dan Wasis yang jadi naik setelah beberapa saat persiapan dan pamitan ma anak-anak. Perjalanan malam nggak banyak yang dapat diceritakan, katakanlah lebih asyik untuk dirasakan. Jalan kita semakin lama semakin cepat dan bersemangat. Bekas-bekas trouble di Lawu sedikit demi sedikit sirna, sementara Ipung dan Koko masih nyenyak dengan mimpinya. Pukul 04.30 kita sampai dipuncak merbabu setelah melewati dua team yang berangkat duluan semalem. Kita sholat subuh, masak kopi-susu dan memanaskan rending, makan dan istirahat sambil menunggu sunrise. Pukul 05.30 sunrise baru kelihatan, benar-benar pemandangan yang asyik dan OK punya. G. Merapi di pagi itu serasa angkuh menantang. SWEAR andai hari itu tidak hari jum’at kami pasti nekat naik mesti sedang ditutup. Setelah menikmati pemandangan sepuasnya kita segera turun. Langkah kaki yang semakin cepat mesti kaki bengkak dan jadi jempol semua.</p>
<p>Pukul 07.30 kita sampai basecamp sementara Ipung dan Koko masih ngiler. Langsung saja kita sepak biar bangun. Kita packing sebentar dan segera turun ke selo buat makan pagi dan meneruskan perjalanan ke Malang. Sampai di terminal solo pukul 10.30. karena waktu yang dah nanggung kita putuskan untuk menunggu sholat jum’at di terminal solo. Setelah selesai sholat jum’at team segera bertolak ke Malang dengan transit terlebih dulu di jombang. Jabrik tujuan kita untuk mendapatkan bantuan fasilitas dan nasihat. Kita sampai di kost Jabrik 263/SPA/’90 dan kancil 339/SPA/’92 kita makan pagi dan packing. Jabrik menyarankan untuk melintasi jalur potong dari Welirang ke Arjuno yang konon masih belum jelas bener engan menunjukkan segala cirri dan rah yang bener tentu saja dilengkapi fot-foto yang ada. 11.30 kita berangkat dari sawojajar ke malang kota buat nambah suplai dana, logistic dan obat-obatan. Kita lanjutkan rute ke Pandaan kemudian Tretes-Kakek Bodo.</p>
<p>Pukul 15.30 team mulai pendakian ke Gunung Welirang. Kondisi jalur yang berbatu membuat kita jenuh dan enggan melangkah. Semua anggota team belum pernah naik Arjuno-Welirang sehingga kita cukup hati-hati dalam menentukan pilihan jalur mengingat Arjuno terkenal dengan Tali Jiwa nya, lagian kita tidak mau mengulang pengalaman di Lawu. Setelah melewati jalan yang sangat membosankan malam itu pukul 22.00 kita sampai di pondokan Welirang. Ternyata pondokan yang biasanya buat istirahatpara pencari belerang ini berupa gubuk-gubuk drai ijuk yang di tumpuk rapat membentuk seperti tenda segi empat yang gede. Kita langsung masak dan tidur nyenyak sampek pagi. Pukul 06.30 ke puncak Welirang dalam waktu 2,5 jam. Setelah berpose bahagia kita melanjutkan perjalanan ke G. Arjuno dengan melewati jalur pintas Welirang-Arjuno. Setelah menerobos hutan edelweiss beberapa saat kita ketemu jalur yang agak baikan. Kita ikuti terus jalur tersebut sampai memutari bukit pertama. Kemudian ada jalur yang sangat jelas yanga memotong di depan kita. Team memutuskan untuk menaiki G.kembar I karena menurut perkiraan puncak gunung ini bersambungan punggungan dengan G. Arjuno setelah sampai puncak ternyata yang didepan adalah jurang, tapi pemandangan arah kanan bawah sangat nyaman dan jalurnya agak landai. Kita putuskan untuk melewati lembah asyik itu. Diposisi ini team sudah tidak menemukan jalur yang benar. Kita hanya berprinsisp untuk memutari gunung kembar II kita akan sampai di punggungan Arjuno. Sampai dilembah pemandangan begitu asyik, udara sejuk dan angin semilir membuat kita pingin santai dulu di situ. Dilembah ini juga terdapat buah arbei, yang lagi matang. Kita makan sebanyak-banyaknya untuk mengisi perut dan menghilangkan kehausan.</p>
<p>Kita terus jalan memutari G. Kembar II. Medan di posisi ini benar-benar blank. Medan yang kita lewati berupa semak belukar, padang rumput yang berbatu besar-besar dengan banyak celah. Sampai posisi ini kita masih saja tenang dan bahagia karena suasananya yang nyaman bahkan kita tidak berfikir bahwa kita sedang kesasar. Ada banyak sekali kotoran-kotoran menjangan yang masih baru. Di G. kembar I kita sempat menemukan kulit menjangan beserta pelor senapan caliber besar.</p>
<p>Kita mulai panic waktu hari semakin sore, persediaan air yang sangat minim, yang tinggal 1 botol aqua besar untuk 4 orang. Sementara kondisi mental yang udah pada down. Team hampir memutuskan untuk meninggalkan barang, tetapi karena masih yakin kita bawa terus. Saat itu team sepakat untuk mengakhiri semuanya di Arjuno, karena terlalu jenuh. Pukul 15.00 an team berhasil menemukan kembali jalur normal yang udah dekat sekali dengan puncak. Pukul 15.30 dengan sisa-sisa tenaga terakhir kita berhasil mencapai puncak arjuno. Karena udah jenuh kita malas buat turun dan mendaki puncak arjuno satunya. Kita istirahat, foto-foto ria dan makan snack seadanya, sementara itu kita juga bingung mesti turun lewat jalur yang mana, karena kita datang dari jalur nerobos. Setelah agak hilang rasa letih dan mental kembali ke posisi mendekati normal kita berusaha mencari jalur turun sampai kita menemukan jalur yang enak dan tidak berbatu. Kita berharap jalur ini akan membawa kita ke pondokan welirang karena kita sudah minim air. Kenyataan yang terjadi setelah berjam-jam kita jalan kita tidak menemukan pondok welirang, tapi kita yakin seenggaknya jalur ini membawa kita turun dan berharap ketemu desa untuk makan.</p>
<p>Kira-kira 2jam jalan kita sudah melihat gemerlap kedap-kedip lampu, tapi jaunhya tidak ketulungan. Sialnya ternyata kita mesti melewati padang ilalang, hutan tropis dan perkebunan the yang kering kerontang. Tenggorokan sudah terasa terbakar. Pukul 22.00 kita bahagia banget dapat ketemu perkampungan pegawai perkebunan teh. Ternyata kita sampai dilawang. Didik langsung saja nyelonong minta air ke rumah yang dijumpai pertama setelah yang lain tidak bersedia. Kita minum sepuasnya di situ dan memesan mie rebus. Ah sama saja kalo kita yang masak. Persediaan indomie kita masih full. Karena gak ada warung aja kita terima tawaran indomie rebus dan kita mesti bayar mahal buat transport ke lawang. Setelah selesai makan di terminal arjosari kita naik taksi ke sawojajar. Arloji cap jangkrik kami telah menunjukkan pukul 23.30. dan kami segera tidur mengakhiri perjalanan kami, perjuangan kami dan petualangan kami.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/637/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/637/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=637&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2011/01/29/laporan-perjalan-pendakian-7-gunung-8-hari-1995-bagian-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MARS STAPALA Ciptaan Agus Subagyo (Gustav) 166/SPA/88</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/mars-stapala-ciptaan-agus-subagyo-gustav-166spa88/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/mars-stapala-ciptaan-agus-subagyo-gustav-166spa88/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 09:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lagu - Puisi Stapala]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=216</guid>
		<description><![CDATA[Langkah kakiku mantap berjalan Menuju hutan rimba Di bawah panji-panji STAPALA Kami siap melangkah S&#8217;lamatkan rimbaku dari bencana S&#8217;lamatkan batuan dari cat merah Hindarkan alamku dari angkara Satukan langkahku cegah mereka Lihatlah&#8230; Semeru gagah&#8230; Pangrango indah&#8230; Arjuna permai&#8230; Pandanglah&#8230; Gede persada&#8230; Salak tertawa&#8230; Kerinci melambai&#8230; Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230; Kami warga STAPALA&#8230; Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230; Kembara alam raya&#8230; Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230; Kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=216&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/ekspedisi-raung-92-10.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-391" style="border:1px solid black;" title="Ekspedisi Raung 92 10" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/ekspedisi-raung-92-10.jpg?w=86&#038;h=127" alt="" width="86" height="127" /></a>Langkah kakiku mantap berjalan<br />
Menuju hutan rimba<br />
Di bawah panji-panji STAPALA<br />
Kami siap melangkah</p>
<p>S&#8217;lamatkan rimbaku dari bencana<br />
S&#8217;lamatkan batuan dari cat merah<br />
Hindarkan alamku dari angkara<br />
Satukan langkahku cegah mereka</p>
<p>Lihatlah&#8230;<br />
Semeru gagah&#8230;<br />
Pangrango indah&#8230;<br />
Arjuna permai&#8230;<span id="more-216"></span></p>
<p>Pandanglah&#8230;<br />
Gede persada&#8230;<br />
Salak tertawa&#8230;<br />
Kerinci melambai&#8230;</p>
<p>Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230;<br />
Kami warga STAPALA&#8230;<br />
Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230;<br />
Kembara alam raya&#8230;</p>
<p>Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230;<br />
Kami cinta STAPALA&#8230;<br />
Ohohohoho&#8230;ohohohoho&#8230;<br />
Satu langkah bersama&#8230;</p>
<p>By Gustav 166</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/216/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/216/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=216&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/mars-stapala-ciptaan-agus-subagyo-gustav-166spa88/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/ekspedisi-raung-92-10.jpg?w=101" medium="image">
			<media:title type="html">Ekspedisi Raung 92 10</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Never Ending Adventure &#8211; Surat dari Niigata, Jepang</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/never-ending-adventure-surat-dari-niigata-jepang/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/never-ending-adventure-surat-dari-niigata-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 07:33:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Keanggotaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=254</guid>
		<description><![CDATA[Dear All Stapala, Mohon maaf, Aku nggak bisa hadir di Hari Ulang Tahun Stapala ke 30. Saat ini Aku sedang di Jepang, dalam rangka melaksanakan tugas belajar dari Departemen Keuangan. Sedikit cerita tentang Universitasku yaitu International University of Japan. Yang unik, universitas ini disebut sebagai United Nation kecil di Jepang, karena mahasiswa yang kuliah disini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=254&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/tanjakan-curam-naik-pakai-rantai1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-564" title="Tanjakan curam naik pakai rantai" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/tanjakan-curam-naik-pakai-rantai1-e1275524636675.jpg?w=99&#038;h=150" alt="" width="99" height="150" /></a>Dear All Stapala, Mohon maaf, Aku nggak bisa hadir di Hari Ulang Tahun Stapala ke 30. Saat ini Aku sedang di Jepang, dalam rangka melaksanakan tugas belajar dari Departemen Keuangan. Sedikit cerita tentang Universitasku yaitu International University of Japan. Yang unik, universitas ini disebut sebagai United Nation kecil di Jepang, karena mahasiswa yang kuliah disini dari 41 negara bahkan pernah mencapai 50 negara lebih. Lengkap, ada mahasiswa dari Eropa, Amerika, Afrika, Australia dan tentu saja dari Asia. Understanding antar culture sangat diutamakan. Itu sangat bermanfaat dalam interaksi sosial kita.</p>
<p>Aku ingin Sharing pengalaman agar Kita semua bisa maju dan sukses….</p>
<p>Sesungguhnya apa yang membuat Aku masih semangat belajar itu adalah kata-kata yang selama ini Aku coba populerkan di Stapala.. “Never Ending Adventure”. Kata-kata ini terkesan njiplak, Yogyakarta Never Ending Asia. Kata Asia Aku ganti adventure. Aku  memunculkan kata-kata ini ketika jadi Kordinator Pelaksana (Korlak) Sarasehan di Bandung tahun 2006. Aku merancang kaos berlogo Stapala dan di bawahnya dituliskan kata-kata itu. Kata-kata itu begitu menginspirasiku.<span id="more-254"></span></p>
<p>Dengan semagat adventure itulah Aku juga antusias ketika jadi korlak K3S Ujung Kulon 2007 . Kegiatan yang sudah lama Cuma ada dalam angan-angan. Berpetualang tanpa henti sangat mengasyikan bagiku.Selain itu mendekat ke alam membuatku damai.Untuk eksis kita jangan pernah berhenti berpetualang ! Jika Stapala berhenti berpetualang, berhenti naik gunung, berhenti mencintai alam, itulah ending dari eksistensi !</p>
<p>Dalam mencari ilmu, juga harus never ending adventure.Jangan pernah berhenti mencari ilmu.  Hal itulah yang membuat Aku semangat bersekolah kembali, sederhana tapi punya kekuatan. Adventure, adventure dan adventure.</p>
<p>Bahagianya hatiku ketika di pertengahan tahun 2009, kata-kata Aku lihat ada di white board Posko Stapala.Dengan semangat never ending adventure Stapala Insya Allah akan tetap. Nggak peduli fisik posko harus pindah ke tempat lain. kalau kita menempatkan hati kita sebagai posko Stapala, tidak ada seorangpun yang mampu menghapus eksistensi Stapala. Aku ingin membagi semangat adventure ini ke siapa saja, terutama anak Stapala. Kita harus maju, generasi setelah saya harus lebih baik dari saya&#8230;</p>
<p>Dear all Stapala,</p>
<p>Aku baru saja naik Gunung Hakkaisan di Nigata tanggal 18 Oktober 2009. Walaupun tidak terlalu tinggi (sekitar 2000m dpl), naik gunung bersama teman-teman dari berbagai negara sungguh menyenangkan. Rasa rinduku di alam, rasa rindu bertemu puncak gunung terobati. Senang sekali melihat perubahan warna daun di musim gugur yang indah, kuning merah hijau,  indah sekali. Hal menarik lainnya adalah antusias para manula warga negara Jepang untuk mendaki gunung (Di Indonesia jarang sekali). Mereka begitu sehat dan bersemangat di usia senja.Kenapa bisa begitu ? karena mereka juga punya semangat never ending advanture!.</p>
<p>Stapala akan tidak akan eksis kalau para anggotanya berhenti adventure setelah lulus kuliah. Stapala harus terus ber adventure, ini adalah terjemahan dari keanggotaan seumur hidup Stapala. Mencintai alam jangan dibatasi waktu. Mencintai alam ya seumur hidup. Itulah mungkin keinginan para pendiri Stapala.</p>
<p>Maka teman teman Stapala, apapun cita cita anda, sekolah, bisnis, kerjaan atau karier, raihlah dengan bermimpi dan menggantungkan cita-cita setinggi bintang-gemintang di langit. Rendah hatilah dengan meletakkan hatimu serendah mutiara di dasar lautan.Untuk meraih mimpi, never ending adventure harus tetap kita pegang. Raihlah puncak cita cita seperti meraih puncak gunung, tentunya dengan pantang menyerah untuk tetap survive dan eksis,  dan Never Ending Adventure !</p>
<p>Dirgahayu 30 Tahun Stapala</p>
<p>Salam Rimba dari Niigata, Jepang</p>
<p><strong>Moh Firstananto Jerusalem</strong></p>
<p><strong>401/SPA/93</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/254/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/254/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=254&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/never-ending-adventure-surat-dari-niigata-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/tanjakan-curam-naik-pakai-rantai1-e1275524636675.jpg?w=99" medium="image">
			<media:title type="html">Tanjakan curam naik pakai rantai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAPAT ANGGOTA TAHUNAN STAPALA</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/rapat-anggota-tahunan-stapala/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/rapat-anggota-tahunan-stapala/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 07:29:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=251</guid>
		<description><![CDATA[Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah salah satu kegiatan terpenting STAPALA. Selain mendengarkan pertanggungjawaban Kepengurusan (BPH) lama, juga dipilih Kepengurusan baru (BPH) STAPALA. Tentu saja banyak hal-hal yang sangat menarik dan menentukan bagi organisasi. Bagi anak STAPALA penggemar rapat atau yang concern dengan organisasi, inilah tempatnya mengasah kemampuan. Kadang pembahasan atau perdebatan  seru nggak ketahuan ujung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=251&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1994_1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-257" style="border:1px solid black;" title="RAT 1994_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1994_1.jpg?w=150&#038;h=90" alt="" width="150" height="90" /></a>Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah salah satu kegiatan terpenting STAPALA. Selain mendengarkan pertanggungjawaban Kepengurusan (BPH) lama, juga dipilih Kepengurusan baru (BPH) STAPALA. Tentu saja banyak hal-hal yang sangat menarik dan menentukan bagi organisasi. Bagi anak STAPALA <em>penggemar rapat</em> atau yang concern dengan organisasi, inilah tempatnya mengasah kemampuan. Kadang pembahasan atau perdebatan  seru nggak ketahuan <em>ujung pangkalnya</em> dan bisa berlangsung sampai dini hari. Begitu serunya Rapat Anggota.</p>
<p>Pembahasan Program kerja atau pembahasan AD ART adalah acara seru lainnya yang biasa terjadi di Rapat Anggota Tahunan. Pembahasan pasal per pasal <em>seru luar biasa</em>. Pada kegiatan inilah anak anak Stapala belajar bagaimana mengikuti rapat besar, Memimpin rapat, berdebat, negosiasi, lobby, atau ber strategi untuk tim sukses salah satu kandidat ketua STAPALA. <span id="more-251"></span><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2004_1.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-267" title="GK 2004_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2004_1.jpg?w=300&#038;h=181" alt="" width="300" height="181" /></a>Pemilihan Ketua STAPALA selalu berlangsung hangat, karena biasanya dilakukan dini hari dan ada suguhan kopi atau teh hangat. Ketua STAPALA akan dipilih secara demokratis oleh seluruh peserta rapat dari beberapa kandidat yang ada. Walau lebih sering dilakukan malam hari, RAT juga pernah dilakukan di siang hari. Lokasinya pun lebih sering di Kampus (walau pernah beberapa kali di luar kota). Kejadian yang pernah heboh sehubungan dengan rapat adalah berlangsungnya Rapat Anggota Luar Biasa STAPALA tahun 2003. Rapat tersebut terpaksa dilakukan karena RAT STAPALA 2002 tidak diadakan karena sebab-sebab yang tidak jelas. Atau juga kejadian pada RAT 1991 yang punya imbas luar biasa, yaitu perubahan status keanggotaaan STAPALA menjadi keanggotaan Seumur hidup.</p>
<p style="text-align:left;">Sayangnya, tidak ada dokumentasi yang lengkap mengenai RAT dari tahun ke tahun. Sering kali, di suatu RAT membahas sesuatu yang telah berkali-kali dibahas di tahun-tahun lampau. Masalah istilah yang sudah pernah dihapus, karena tidak ada dokumen, dibahas lagi di tahun-tahun berikutnya untuk dimasukan kembali ke AD ART. Apapun ceritanya, RAT lah yang telah menggembleng anak-anak Stapala menjadi manusia yang matang berorganisasi.</p>
<p style="text-align:center;">
<div id="attachment_269" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1994_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-269 " title="RAT 1994_2" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1994_2.jpg?w=300&#038;h=233" alt="" width="300" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">RAT 1994 ( Ferry,Irawan,Thofa,Dadang,Yudi)</p></div>
<div id="attachment_595" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1997_2.jpg"><img class="size-medium wp-image-595" title="RAT 1997_2" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1997_2.jpg?w=300&#038;h=173" alt="" width="300" height="173" /></a><p class="wp-caption-text">RAT 1997 ( Bram, Aris, Israwan, Zulfadli, Idris )</p></div>
<div id="attachment_596" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1993_21.jpg"><img class="size-medium wp-image-596" title="RAT 1993_2" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1993_21.jpg?w=300&#038;h=207" alt="" width="300" height="207" /></a><p class="wp-caption-text">RAT 1993</p></div>
<div id="attachment_597" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-2003_11.jpg"><img class="size-medium wp-image-597" title="RAT 2003_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-2003_11.jpg?w=300&#038;h=188" alt="" width="300" height="188" /></a><p class="wp-caption-text">RAT 2003</p></div>
<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/p1120028.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-598" title="P1120028" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/p1120028.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<div id="attachment_599" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1999_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-599" title="RAT 1999_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1999_1.jpg?w=300&#038;h=233" alt="" width="300" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">RAT 1999</p></div>
<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat_1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-600" title="RAT_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat_1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/p1120095.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-601" title="P1120095" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/p1120095.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="644">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"></td>
<td width="114" valign="top">08.30-09.00</td>
<td width="416" valign="top">Registrasi peserta</td>
<td width="94" valign="top">30 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">1</td>
<td width="114" valign="top">09.00-09.30</td>
<td width="416" valign="top">
<ol>
<li>Pembukaan sidang sementara        oleh Majelis Pertimbangan (Pimpinan Sidang Sementara),</li>
<li>Pengecekan Kourum peserta        sidang,</li>
<li>Pemilihan Pimpinan sidang        tetap dan serah terima dari pimpinan sidang sementara kepada pimpinan        sidang tetap</li>
<li>Pengesahan tata tertib dan        agenda RAT</li>
<li>Pembukaan RAT periode 2008</li>
<li>Pengesahan tata tertib dan        agenda RAT</li>
</ol>
</td>
<td width="94" valign="top">30 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">2</td>
<td width="114" valign="top">09.30-09.45</td>
<td width="416" valign="top">Pembacaan LPJ BPH Periode   2007-2008 oleh ketua BPH</td>
<td width="94" valign="top">15 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">3</td>
<td width="114" valign="top">09.45-10.00</td>
<td width="416" valign="top">Pembacaan Pertimbangan MP atas LPJ   BPH Periode 2007-2008</td>
<td width="94" valign="top">15 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">4</td>
<td width="114" valign="top">10.00-11.30</td>
<td width="416" valign="top">Pembahasan LPJ BPH Periode   2007-2008</td>
<td width="94" valign="top">1,5 Jam</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">5</td>
<td width="114" valign="top">11.30-11.35</td>
<td width="416" valign="top">Putusan atas LPJ BPH Periode   2007-2008</td>
<td width="94" valign="top">5 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">6</td>
<td width="114" valign="top">11.35-12.35</td>
<td width="416" valign="top">Pembahasan PD/PRT</td>
<td width="94" valign="top">1 Jam</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">7</td>
<td width="114" valign="top">12.35-13.30</td>
<td width="416" valign="top">Maksiat (Makan, istirahat dan   Sholat)</td>
<td width="94" valign="top">55 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">8</td>
<td width="114" valign="top">13.30-13.35</td>
<td width="416" valign="top">Pendemisioneran BPH Periode   2007-2008 dan</p>
<p>Majelis Pertimbangan Periode   2007-2008</td>
<td width="94" valign="top">5 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">9</td>
<td width="114" valign="top">13.35-13.50</td>
<td width="416" valign="top">Kampanye calon ketua BPH dan calon   ketua Majelis Pertimbangan</td>
<td width="94" valign="top">15 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">10</td>
<td width="114" valign="top">13.50-14.10</td>
<td width="416" valign="top">Pemilihan Ketua BPH 2008-2009</td>
<td width="94" valign="top">20 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">11</td>
<td width="114" valign="top">14.10-14.20</td>
<td width="416" valign="top">Pemilihan ketua MP 2008-2009</td>
<td width="94" valign="top">20 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">12</td>
<td width="114" valign="top">14.20-14.35</td>
<td width="416" valign="top">Serah terima jabatan ketua umum   STAPALA dan Ketua MP periode 2008-2009</td>
<td width="94" valign="top">15 Menit</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">13</td>
<td width="114" valign="top">14.35-15.35</td>
<td width="416" valign="top">Pembahasan Amanat RAT 2008</td>
<td width="94" valign="top">1 Jam</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top">13</td>
<td width="114" valign="top">15.35-15.40</td>
<td width="416" valign="top">Penutupan Sidang RAT 2008</td>
<td width="94" valign="top"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/251/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/251/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=251&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/rapat-anggota-tahunan-stapala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1994_1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">RAT 1994_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2004_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GK 2004_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1994_2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RAT 1994_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1997_2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RAT 1997_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1993_21.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RAT 1993_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-2003_11.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RAT 2003_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/p1120028.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">P1120028</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat-1999_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RAT 1999_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/rat_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">RAT_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/p1120095.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">P1120095</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Outbond STAPALA</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/outbond-stapala/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/outbond-stapala/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 07:27:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Outbond pertama kali dikenalkan di STAPALA adalah untuk Peserta Gladian Kepemimpinan Stapala 1998. Sejak saat itu STAPALA merintis untuk mempunyai tim Outbond. Kegiatan Outbond memang kemudian sempat nge trend dikalangan perusahaan/instansi pemerintah. Beberapa instansi dari STAPALA alumni sengaja me outsource kegiatan ini ke anak-anak STAPALA. Di dalam kampus pun, STAPALA mempunyai client-client outbond seperti BEM [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=249&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/a-2001_1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-263" style="border:1px solid black;" title="A 2001_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/a-2001_1.jpg?w=150&#038;h=98" alt="" width="150" height="98" /></a>Outbond pertama kali dikenalkan di STAPALA adalah untuk Peserta Gladian Kepemimpinan Stapala 1998. Sejak saat itu STAPALA merintis untuk mempunyai tim Outbond. Kegiatan Outbond memang kemudian sempat nge trend dikalangan perusahaan/instansi pemerintah. Beberapa instansi dari STAPALA alumni sengaja me <em>outsource</em> kegiatan ini ke anak-anak STAPALA.</p>
<p>Di dalam kampus pun, STAPALA mempunyai client-client outbond seperti BEM (d/h SENAT)  atau organisasi Intra lainnya. Tahun 2001 STAPALA untuk pertama kalinya mengadakan Train of Trainer (TOT) Outbond untuk mendapatkan trainer atau fasilitator handal. Tahun 2004 Tim Outbond STAPALA menamakan dirinya <strong>NUASA ALAM STAPALA. </strong>Sampai dengan sekarang STAPALA masih dipercaya untuk meng <em>organize</em> kegiatan-kegiatan outing atau outbond dari beberapa Instansi. <span id="more-249"></span>Terakhir, di tahun 2009,  STAPALA menyelenggarakan outing untuk KPP Gambir 4 dan BPPK (Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan) Departemen keuangan.</p>
<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2003_1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-264" title="GK 2003_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2003_1.jpg?w=300&#038;h=197" alt="" width="300" height="197" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/249/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/249/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=249&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/outbond-stapala/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/a-2001_1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">A 2001_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2003_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GK 2003_1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MALAM KEAKRABAN</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/malam-keakraban/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/malam-keakraban/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 07:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=247</guid>
		<description><![CDATA[Di periode akhir tahun 90 an, ketika kebersamaa anak STAPALA dirasakan menurun, dimunculkan kegiatan Malam Keakraban. Tujuannya agar kehangatan dan kebersamaan keluarga besar STAPALA tumbuh kembali. Acara biasanya di Posko STAPALA dan diisi dengan diskusi, ngobrol-ngobrol dan makan bersama. Kalau biasanya ngobrol di posko adalah informal, di malam keakabraban (MAKRAB) setengah formal. Semua masalah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=247&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/makrab_21.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-275" style="border:1px solid black;" title="MAKRAB_2" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/makrab_21.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Di periode akhir tahun 90 an, ketika kebersamaa anak STAPALA dirasakan menurun, dimunculkan kegiatan Malam Keakraban. Tujuannya agar kehangatan dan kebersamaan keluarga besar STAPALA tumbuh kembali. Acara biasanya di Posko STAPALA dan diisi dengan diskusi, ngobrol-ngobrol dan makan bersama.</p>
<p>Kalau biasanya ngobrol di posko adalah informal, di malam keakabraban (MAKRAB) setengah formal. Semua masalah yang ada didiskusikan bersama, dan dicari alternatif solusi bersama. Benar-benar seperti keluarga….<span id="more-247"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/247/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/247/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=247&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/malam-keakraban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/makrab_21.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">MAKRAB_2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEGIATAN KEGIATAN SOSIAL LAINNYA</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/kegiatan-kegiatan-sosial-lainnya/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/kegiatan-kegiatan-sosial-lainnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 07:25:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=245</guid>
		<description><![CDATA[Selain kegiatan petualangan di alam bebas, STAPALA punya banyak kegiatan sosial atau kemasyarakatan. Kalau donor darah sudah ada sejak tahun 80 an, periode berikutnya ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar kampus. Di tahun 2000 an ada sunatan massal, dan terakhir ada kegiatan-kegiatan untuk anak-anak panti asuhan. Sesuai dengan keahlian anak-anak STAPALA, anak-anak panti asuhan di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=245&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/100_31841.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-280" style="border:1px solid black;" title="100_3184" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/100_31841.jpg?w=150&#038;h=112" alt="" width="150" height="112" /></a>Selain kegiatan petualangan di alam bebas, STAPALA punya banyak kegiatan sosial atau kemasyarakatan. Kalau donor darah sudah ada sejak tahun 80 an, periode berikutnya ada kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat sekitar kampus. Di tahun 2000 an ada sunatan massal, dan terakhir ada kegiatan-kegiatan untuk anak-anak panti asuhan.</p>
<p>Sesuai dengan keahlian anak-anak STAPALA, anak-anak panti asuhan di ajak bermain dan berlatih kegiatan alam bebas. Anak-anak itu biasanya sangat menikmati permainan-permaianan seperti flying fox dan lain-lain. Idenya adalah…memberi dan memberi !<span id="more-245"></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/245/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/245/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=245&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/kegiatan-kegiatan-sosial-lainnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/100_31841.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">100_3184</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GLADIAN KEPEMIMPINAN</title>
		<link>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/gladian-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/gladian-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 May 2010 07:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>indrajabrix</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://stapalastan.wordpress.com/?p=243</guid>
		<description><![CDATA[Pelatihan kepemimpinan awalnya adalah ajang pelatihan bagi calon-calon pengurus STAPALA (Badan Pengurus Harian ). Pertama kali diadakan pada tahun 1992. Dirasakan perlu bagi anggota STAPALA, tidak hanya pengetahuan tentang alam bebas, tapi juga bagaimana menjalankan organisasi. Gladian Kepemimpinan versi awal ini adalah kelanjutan dari DIKLAT STAPALA dan diperuntukan terutama bagi anggota STAPALA pemula. Pada perkembangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=243&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2001_1.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-282" style="border:1px solid black;" title="GK 2001_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2001_1.jpg?w=150&#038;h=98" alt="" width="150" height="98" /></a>Pelatihan kepemimpinan awalnya adalah ajang pelatihan bagi calon-calon pengurus STAPALA (Badan Pengurus Harian ). Pertama kali diadakan pada tahun 1992. Dirasakan perlu bagi anggota STAPALA, tidak hanya pengetahuan tentang alam bebas, tapi juga bagaimana menjalankan organisasi. Gladian Kepemimpinan versi awal ini adalah kelanjutan dari DIKLAT STAPALA dan diperuntukan terutama bagi anggota STAPALA pemula.</p>
<p>Pada perkembangan selanjutnya, di tahun 2003/2004 Gladian Kepemimpinan, disingkat Geka, di <em>pegang </em>langsung oleh STAPALA Alumni.Diharapkan pengetahuan dan pengalaman alumni yang sudah <em>mumpuni</em> akan menambah <em>value</em> dari Geka. Tujuan Geka pun kemudian meningkat menjadi Manusia Indonesia yang bermanfaat !  Badan Diklat (BADIK) menyelenggarakan GeKa sejak tahun 2006. Materi nya pun meningkat, tidak hanya <em>hard skill</em> atau juga <em>soft skill.<span id="more-243"></span></em></p>
<p><em></p>
<div id="attachment_603" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-1992_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-603" title="GK 1992_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-1992_1.jpg?w=300&#038;h=182" alt="" width="300" height="182" /></a></em><p class="wp-caption-text">Geka pertama tahun 1992</p></div>
<p></em></p>
<p><em><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-1992_2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-604" title="GK 1992_2" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-1992_2.jpg?w=300&#038;h=182" alt="" width="300" height="182" /></a></em></p>
<p><em></p>
<div id="attachment_605" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2000_1.jpg"><img class="size-medium wp-image-605" title="GK 2000_1" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2000_1.jpg?w=300&#038;h=163" alt="" width="300" height="163" /></a></em><p class="wp-caption-text">Geka tahun 2000 di Sukamantri</p></div>
<p></em></p>
<p><em></p>
<div id="attachment_607" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><em><a href="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/dscn4593.jpg"><img class="size-medium wp-image-607" title="DSCN4593" src="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/dscn4593.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></em><p class="wp-caption-text">Geka tahun 2008</p></div>
<p></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/stapalastan.wordpress.com/243/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/stapalastan.wordpress.com/243/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=stapalastan.wordpress.com&amp;blog=5388789&amp;post=243&amp;subd=stapalastan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://stapalastan.wordpress.com/2010/05/22/gladian-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0cc5352b683198f9d8e06c4dad5d532b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">indrajabrix</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2001_1.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">GK 2001_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-1992_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GK 1992_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-1992_2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GK 1992_2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/gk-2000_1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">GK 2000_1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://stapalastan.files.wordpress.com/2010/05/dscn4593.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">DSCN4593</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
