you're reading...
Ekspedisi Luar Negeri

Kelelahan Mental dan Fisik (Wawancara Ekpedisi Carstenz)

Berikut wawancara seputar Ekspedisi Carstenz Pyramid Stapala 1993 dengan salah satu tim pendaki, Dwi Hermawanto “Gembung” (230/SPA/90)

Apa kejadian yang paling kamu ingat di carstenz ?

Oh ya ketika Kami harus berkejaran dengan waktu untuk mencapai Kaki tebing Carstenz. Medannya menanjak, berbatu, yang Aku rasakan berat sekali. Mungkin karena fisik Aku juga sudah lemah. Terpaksa AKu harus digendong porter. Ini betul-betul tak terlupakan. Ini pertama kalinya gue naek gunung dalam kondisi ini.  Yang kedua adalah ketika pertama kali melihat salju..ooo begini ya bentuknya salju..hehehe.

Yang Aku ingat juga adalah ketika di camp melihat carstenz. Sungguh tantangan yang mengerikan, seperti lempengan yang berdiri tegak. Sebuah tebing raksasa.

Kenapa gagal mengapai puncak ?

Ketika berjalan (summit attact) Kami menemukan jurang yang sangat dalam. Untuk menyebrangi membutuhkan ketrampilan teknis dan perlengkapan panjat tebing yang memadai. Perlengkapan dan kemampuan Kami terbatas. Kemudian cuaca yang begitu buruk (hujan es) yang menggalkan kesempatan kedua ketika Kami mencoba kembali ke Puncak.

Tantangan-tantangan apa saja ?

Banyak sekali tantangan yang Kami hadapi sebelum pendakian maupun selama pendakian. Sebelum pendakian, tantangannya adalah perijinan yang berlapis dan berbelit-belit. Juga memakan waktu yang tidak sebentar. Kondisi ini membuat atlit pendaki yang terlibat cukup terkuras pikiran dan fisiknya. Terlibatnya atlit pendaki di administrasi memang menjadi masalah.

Kemudian Masalah transportasi penerbangan yang sulit dan mahal. Kami baru bisa mencapai Ilaga setelah menunggu cukup lama dan mencarter pesawat. Penerbangan rutin sudah penuh dengan waiting list. Belum lagi masalah cuaca yang sering membatalkan penerbangan.

Tantangan selama pendakian, terutama adalah fisik Kami yang menurun setelah perjalanan yang cukup panjang. Jalur pendakian yang sempat membosankan (sebelum lembah danau-danau). Dan tentunya pergesakan-pergesekan antar anggota tim karena kelelahan mental dan fisik.

Pengalaman menarik apa saja yang Kamu alami ?

Pertama adalah ketika Kami tiba di Ilaga dengan lapangan terbang yang lebih mirip lapangan sepakbola liar, Kedua adalah penduduk lokal yang masih mengenakan koteka.

Ketiga, dan yang paling menarik buat Aku adalah ketika Kami dalam perjalanan turun gunung. Karena ada beberapa porter yang sakit, porter yang sehat mogok jalan dan minta tambah ongkos. Seetelah Kami nego ternyata mereka tetap tidak mau jalan. Gimana ini ? sudah ada kesepakatan harga ternyata tetap tidak mau jalan. Eh, ternyata mereka ingin dibuatkan catatan tertulis (padahal mereka semua buta huruf). Sungguh menarik !

Apa arti ekspedisi Carstenz bagi Kamu pribadi ?

Sebuah perjalanan yang luar biasa. Penuh dengan kenangan dan pelajaran. Banyak kenangan indah bersama tim, berinteraksi dengan penduduk lokal, berhubungan dengan aparat lokal dan melihat sendiri peradaban yang jauh tertinggal dibandung Jakarta. Dalam ekspedisi ini Kami gagal menggapai puncak. Puncak gunung memang tujuan akhir seorang pendaki. Tapi bagiku pribadi proses ekspedisi dari awal sampai kembali “selamat” ke Jakarta adalah suatu pencapaian yang luar biasa.

Apa yang Kamu ingin sampaikan ke rekan-rekan Stapala ?

Secara pribadi aku minta maaf pada teman-teman Stapala yang sudah banyak membantu/menyumbang dana, karena Kami tidak mampu menggapai puncak Carstenz.

Harapan ?

Semoga ada tim ekspedisi Stapala berikutnya yang menebus kegagalan Kami

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: