you're reading...
Ekspedisi Luar Negeri

Terkubur di Goa Es (Wawancara Ekspedisi Mt.Cook)

Berikut Wawancara tentang Ekspedisi Mt.Cook bersama Doddy Taufik Wijaya (089/SPA/85)

Secara keseluruhan apa kesan elo tentang ekspedisi mt.cook ?

Ekspedisi Mt Cook cukup menantang, persiapan cukup matang, publikasi pra-ekspedisi bagus (bahkan sebelum berangkat sempat diliput oleh tabloid Bola), publikasi pasca ekspedisi juga bagus (diliput Tablid Bola, Majalah Remaja Mode, dan Majalah internal PT Garuda Indonesia), sponsor bagus: Garuda, Bola, Mode, Fujifilm. Kekompakkan Tim sangat bagus meskipun lintas usia/generasi (Yugend termuda tapi paling “ngotot” dan semangat)

Ada pengalaman yang paling berkesan ?

Pengalaman yg paling berkesan ya terkubur di goa es selama 13 jam, nggak bisa ngapa2in karena terjebak badai salju. Gali goa es di dinding tebing es semuatnya bertiga lalu lubang masuk lama kelamaan ketutup salju/es. semua kaki dan tangan udah nggak berasa dan nggak bisa digerakkin, 13 jam boooo di suhu minus.
Pengalaman lain juga jatuhnya 1 iceaxe yg batru dibeli 120an dolar ke jurang/crevase karena ketika melompati crevase yg selebar 1,5 meteran tapi dalemnya lebih dari 30an meter sempet kesandung di sisi sebrang dan ice axe jatuh ke lubang crevase. mau ngambil…. nggak deh .. takut nggak bisa naek lagi… tenaga udah abisss karena pas jalan turun.

Apa pesan elo buat anak2 stapala yang mau ekspedisi gunung es?

Ya teguhkan niat, bikin rencana yg bagus, laksanakan step2nya khususnya persiapan fisik, sponsor/duit, alat, logistik, dokumen perjalanan, startegi pendakian, dll. Jadi niatnya harus gede, usahanya juga harus gede.
Menurut cerita, panca sakit dan gak bisa ke puncak di mt cook ? bisa cerita sedikit

Iya, setelah “terkubur” 13 jam, tentunya kondisi fisik menurut drastis (loe bayangin aja masuk freezer 13 jam). Paginya Panca belum recover, karena cuaca pagi itu cerah dan matahari belum terlalu panas sehingga kita yakin kondisi es sangat stabil dan keras (tidak gampang longsor) maka kita putuskan untuk berangkat summit attack berdua aja, Panca bikin base camp (diriin tenda) di dekat lokasi kita “terkubur”.
Mnrt elu apa yang membuat ekspedisi ini berhasil secara team ?

Ada kerja sama team yg kuat, baik tim yg berangkat maupun tim pendukung, juga tentunya dukungan sponsor. Dan tentungan yg terpenting diridhoi dan dilindungi oleh Allah SWT (makanya selin usaha, banyak do’a jangan dilupain).
Ceritakan apa aja yg elo mau ceritain ttg ekspedisi ini…

Lucunya sebelom naik (sekitar sebelum jam 12 malem) di basecamp kita bukain dan bacain kartu2 titipan anak2 Stapala yg isinya memotivasi team, salah satunya kartu dari Dian yg sekarang jadi bini gw. Trus pas pulang muka Yudi dan Gw gosong karena pake sunblock “murahan” kagak tahan sama sengatan matahari …. gosong bener2 gosong dan ngelupas sampe pulang ke Jakarta belom sembuh.

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: