you're reading...
Ekspedisi Luar Negeri

The show must go on (wawancara Ekspedisi Kilimanjaro)

WAWANCARA EKSPEDISI GUNUNG KILIMANJARO, YUDHI DARMA NAULY (188/SPA/89)

Kenapa nekad berangkat sendiri ke Kilimanjaro ?

Yang bikin gue nekat berangkat sendiri karena prinsip the show must go on. Waktu itu Kami terlanjur mendapatkan sponsor, tetapi cuma cukup untuk satu orang. Ya gue berangkat sendirian. Memang dari awal ekspedisi ini cukup berat tantangannya. Target semula ke Mt.Elbrus dirubah menjadi Kilimanjaro. Kemudian rencana tim pendaki sebanyak 2-3 orang, akhirnya cuma berangkat sendiri. Gue pikir, ekspedisi ini tidak boleh gagal.

Tantangan terberat sebelum dan ketika pendakian ?

Tantangan terberat sebelum pendakian adalah proses pengambilan keputusan. Keputusan terberat pertama cari alternatif pengganti Mt. Elbrus yg nggak feasible. Kemudian yang kedua keputusan harus berangkat sendirian. Kalau ke Gunung Gede mah gue biasa sendiri, tapi kalau ke Kilimanjaro? Ada perasaan ragu dan tertantang. Gue pilih untuk menghadapi tantangan. Pada saat pendakian tidak ada masalah teknis, tantangannya hanya aklimatisasi/adaptasi  ketinggian dan kekurangan oksigen yang membutuhkan waktu penyesuaian cukup lama. Karena gue udah pernah ke gunung es, masalahnya tidak terlalu sulit gue hadapi.

Pengalaman paling berkesan ?

Pengalaman paling berkesan gue adalah waktu terpaksa transit 4 hari di Moscow sebelum ke Jakarta (penerbangan ke Tanzania harus melalui ibukota Rusia, Moscow). Gue sudah nggak punya uang lagi. Untungnya bisa numpang di rumah salah seorang staf KBRI. Kalau nggak, mungkin gue harus jadi gelandangan di Moscow. Baik banget tuh orang !

Apa kunci keberhasilan ekspedisi Kilimanjaro ?

Keberhasilan pendakian kilimanjaro merupakan keberhasilan bersama Stapala, almamater dan seluruh mahasiswa. Gue bahagia dan terharu ketika keberhasilan ini tidak hanya memuaskan teman-teman Stapala, tetapi semua mahasiswa ikut bangga, padahal mereka tidak kenal gue secara pribadi.

Apa yang Kamu rasakan ketika berhasil menggapai puncak tertinggi di Afrika tersebut ?

Gue bahagia dan puas banget ketika berhasil mencapai puncak. Ini puncak gunung es kedua setelah Mt.Cook. Gue bersyukur sudah berhasil menyelesaikan kewajiban sebagai pendaki Stapala. Gue bahagia mampu menyumbang satu puncak ke daftar Seven Summitnya Stapala yang ketika itu menjadi impian besar bersama. Secara pribadi gue juga puas sudah bisa mengalahkan egoisme, kelelahan, dan rasa ingin menyerah.

Pesan buat adik adik Stapala ?

Seven Summit merupakan impian semua pendaki gunung. Stapala punya potensi untuk perlahan-lahan menggapai prestasi Seven Summit. Jangan pernah berhenti bermimpi untuk menggapai puncak-puncak tertinggi di dunia. Yakin deh, Stapala pasti bisa!

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: