you're reading...
Posko

Posko Stapala, Bukan hanya sekedar tempat nongkrong

Catatan Tentang Posko Stapala – Marwan “Kobo” Riyandi (758/SPA/2004)

Posko STAPALA adalah basecamp atau istilah kerennya “sekretariat mapala Kampus STAN” hanyalah sebuah ruangan di Gedung G yang berukuran 8 X 5 meter. Berisi 3 buah lemari alat, 1 kabinet divisi,banyak tas dayback yang digantung, dan foto-foto jaman jebot yang menggambarkan  STAPALA jaman dulu. Diruangan inilah kami berbagi bersama anggota STAPALA lain. Saudara-saudara kami, ayah ibu kami, sahabat-sahabat kami, bahkan teman terbaik kami ada disini. Kebersamaan yang terjalin ibarat air sungai yang terus mengalir, saling mengisi dan memahami, membuat kami, para anggota STAPALA semakin menjadi manusia (baca Dewasa). Posko STAPALA bukan hanya sekedar tempat nongkrong buat kami atau tempat kongkow-kongtow, tapi lebih merupakan sebuah rumah kedua, rumah yang selalu akan kami kunjungi ketika lelah, tempat kami merasa aman, dan terutama tempat kami yang nyaman.

Apa yang membuat kami rela berdesakkan hanya untuk menikmati tidur bersama diSTAPALA bahkan sambil ditemani nyamuk-nyamuk haus darah? STAPALA bukan hanya sekedar organisasi pecinta alam, melainkan sebuah keluarga, kemana lagi kami akan pulang selain ke keluarga kami? ya STAPALA adalah keluarga. Tempat dimana kami dapat menumpahkan segalanya, tempat kami menjadi apa adanya, tempat kami menjadi dewasa karena prolematika yang ada. STAPALA mengajarkan saya sebuah komitmen, loyalitas dan identitas untuk menjadi sebuah manusia. Dengan berkarya kepadanya, dengan berkegiatan atas namanya, dan dengan mengorbankan waktu, tenaga, pikiran demi STAPALA saya menjadi dewasa.

Tidak terasa telah tiga tahun saya menjadi anggota STAPALA dengan memegang Nomor SPA 758/SPA/04. Tidak terasa sudah tiga tahun punya keluarga dikampus ini, dan tidak terasa juga waktu tiga tahun itu membuat saya berat untuk meninggalkan STAPALA. Sudah saatnya saya beranjak ke dunia kerja, mengabdi sebagai abdi negara, bekerja, dengan membawa semua ilmu STAPALA, Sudah saatnya saya berpisah dengan saudara-saudara saya dikampus, terasa berat sobat, sungguh terasa berat sobat untuk berpisah bersama kalian. Semua perjalanan yang pernah kita lalui, waktu yang dihabiskan bersama, tawa yang dibagi dan makanan yang diberi, tap hidup harus terus berjalan seperti angin yang akan terus berlalu. Bukan selamat tinggal yang saya ucapkan, tapi sampai jumpa. Sampai jumpa dan saya dengan sangat bangga akan berkata bahwa saya anak STAPALA.

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: