you're reading...
Posko

Ruang Kecil di Sudut Gedung G

Catatan tentang Posko StapalaY. RONNY PUSPITA (846 /SPA/ 2008)

Entah apa yang menarik dari ruang keciL di saLah satu sudut Gedung G Kampus STAN itu. Baru diLihat dari Luar saja, sudah terkesan kumuh. Di terasnya ada 3 meja berjejer dengan sejumLah kursi yang meLengkapinya. Kadang di atas meja itu ada beberapa geLas berisi ampas kopi (kadang sampai berjamur). Kadang di atas meja yang sama ada bungkus-bungkus rokok yang sekaLigus difungsikan sebagai asbak. Dan asbak asLi yang penuh abu dan puntung rokok. di sisi kanannya banyak sekaLi barang-barang bergeLetakan – muLai dari spanduk, ponco, bambu, sampai tangga.

Entah apa yang membuat ruang keciL yang pintunya dipenuhi stiker itu seLaLu ramai. Baru mau masuk saja sudah disambut bau sepatu dan kaos kaki dari 2 rak di depan pintunya. Itupun beruntungLah yang datang memakai sepatu. Andai datang berbekaL sandal, beLum tentu puLang pun memakai sandal. (sandal presma saja kabarnya pernah raib disitu!). tapi juga bukan berarti sepatu pasti aman. Hanya Lebih keciL kemungkinan raibnya saja.

Entah apa yang membuat ruang keciL itu begitu hidup. daLam dan Luarnya sama saja. Berantakan. Tas-tas tergantung tak beraturan di dinding sebeLah kiri sementara di pojok beLakang baju-baju bernasib sama – maLah Lebih parah. Di sisi kanan setengah dindingnya ditutupi 2 whiteboard besar dan sejumLah foto.

Entah apa yang membuat sebuah ruang itu nyaman untuk ditinggaLi. Kasur tak ada. Hanya matras di atas Lantai dingin yang kadang-kadang saja disapu. bantaL bau yang sarungnya jarang dicuci. Komputer yang beberapa kaLi error.

Memang, sejak beberapa minggu LaLu ada AC tergantung di dindingnya. Dan TV pun menjadi 21”. Tapi cukupkah itu menjadi aLasan bagi beLasan orang itu berdesak-desakan tidur seperti tumpukan ikan di ruang sekeciL itu?

Mungkin tidak.

Di ruang keciL itu kata ‘jancuk’ tak Lagi terasa kasar – karena sedemikian seringnya diucapkan.

Di ruang keciL itu seseorang bisa diceLa dengan begitu sadis tapi masih tetap tertawa bersama mereka yang menceLanya

Di ruang keciL itu seseorang bisa mengaLami penyiksaan – muLai dari digeLitiki, dipukuLi, sampai diguLung dengan kain backdrop dan diLumuri bedak atau dicekoki brotowaLi. Tapi semua kembaLi bermuara pada kata ‘jancuk’ dan tawa.

Di ruang keciL itu seorang bisa berseLisih dengan yang Lainnya. Namun bisa juga menemukan pasangan hidupnya.

Di ruang keciL itu tercermin miniatur dunia. Semua perbedaan – muLai dari gender, suku, agama – berdampingan daLam penghormatan.

di ruang keciL itu semua poLa pikir, ideaLisme, karakter terkadang berbenturan, bergesekan.

Ruang keciL itu tampaknya tak Lebih dari sekedar ruang penuh kerusuhan dan ketidakteraturan.

Entah apa yang membuat ruang keciL itu menjadi dunia bagi penghuninya.

Entah apa yang membuat kaki ini meLangkah tanpa diperintah menuju ruang keciL tempat waktu mengaLir tanpa ampun seiring geLak tawa yang berderai.

Entah apa yang membuat kaki ini enggan meLangkah meninggaLkan ruang keciL tempat orang-orang aneh dan giLa itu berkumpuL.

Entah apa yang membuat Lidah tak bisa berkata-kata ketika ditanya,

”Kenapa orang-orang begitu betah berLama-Lama di Posko STAPALA?”

Dan Cuma bisa mengucap, ”It’s not something to say.”

Sementara senyum tersimpuL seiring benak mengembara ke ruang keciL di G112.

A pLace to caLL ‘home’, dimana saudara-saudara aneh itu mungkin sedang rokokan, gitaran, main catur, ngopi, atau sekedar menyiksa Pukon.

No pLace Like home…No home Like Posko…

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

5 thoughts on “Ruang Kecil di Sudut Gedung G

  1. Ho ho ho, kembalikan posko kami

    Posted by Dosko | May 18, 2010, 11:57 am
  2. ceritanya tak pernah berhenti….

    Posted by luat nainggolan | May 25, 2010, 3:37 pm
  3. Ruangan itu bermula dari tahun 1989 …… masuk dengan cara melepas induk kunci … dibawa induknya ke blok m deket bowling (udah kaga ada sekarang) lalu dibuatin kunci … jadilah ruang posko ..plus buka kunci kamar mandi juga …mewahlah bisa tidur disana …. ntah masih ada apa nggak tempat tidur panjang eks bangku vw comby BPLK. Ya sembarangan dijemur di Purnawarman daripada terjemur dimasukin dalam mobil bak tertutup jadilah barang mewah buat tidur di posko

    Posted by darmadi | May 26, 2010, 8:28 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: