you're reading...
Dari Masa ke Masa

Stapala, Sarana Kumpul-Kumpul

Catatan Sejarah Stapala  (Didik Sabudi – 006/SPA/79)

 

Pada periode 79-80, kita gak ada diklat. Organisasi juga masih bersifat sporadis. Hanya semangat modal untuk berpetualang ke alam. Kalau di awal pembentukannya (1979), lebih merupakan sarana kumpul-kumpul bagi yang punya hobi pencinta alam, dengan segala kondisinya pada waktu itu, belum memungkinkan membentuk organisasi yang solid. Apalagi pada waktu itu kita harus berhadapan (head to head) dengan organisasi Senat Mahasiswa yang mendapat legitimasi dan perlindungan dari lembaga.
Tahun 1979, tahun kedua saya di STAN, dari obrolan mulut ke mulut, disepakatilah oleh sejumlah mahasiswa STAN untuk mendaki Gunung Gede. Sabtu sore kumpul di Blok M, naik bis ke Cililitan dan sambung bis ke Bandung lewat puncak, turun di Cibodas. Seingat saya waktu itu ada 22 orang (fotonya sudah saya serahkan ke pengurus stapala 1984), yang terdiri dari 2 orang angkatan 77 (Hatta & Rasyid), 19 orang angkatan 78 (seingat saya ada dua cewek, Rela & Rini), dan 1 orang angkatan 79 (Ajie). Momen ini kemudian dianggap sebagai kegiatan pencinta alam STAN pertama kali yang melibatkan segerombol orang-orang.

Kemudian dari ngobrol-ngobrol berikutnya, kita merencanakan mendaki Pangrango. Senat menjanjikan untuk menyediakan sebuah truk. Satu jam, dua jam ditunggu-tunggu, truk tidak datang, akhirnya kita jalan kaki ke terminal Blok M dan naik Gunung Pangrango. Seninnya sepulang pendakian, hampir terjadi insiden terhadap oknum senat tersebut.

Pelantikan pertama kali semula direncanakan di Marunda, tapi batal, akhirnya buat api unggun di halaman kampus, dan saling melantiki satu sama lain. Saya gak ingat persis berapa yang hadir.

Kegiatan-kegiatan demi kegiatan berjalan, kelompok ini tetap mandiri dan bersikap oposan terhadap senat. Di dalam kelompok sendiri terdapat pula friksi-friksi; satu aliran mainstream (yang dimotori oleh anak pejabat elit gedongan jakarta) serta kelompok lain; underground proletar dan anak daerah. Kondisi ini membuat organisasi stapala tidak pernah solid (Kalau istilah Amoen; ada semacam Kudeta oleh kelompok di dalam organisasi). Tapi satu hal penting, waktu itu Saya pribadi dan beberapa teman lain tidak menganggap penting adanya organisasi & kepengurusan yang mapan, dalam arti, yang kita butuhkan hanyalah koordinator untuk ngurus-ngurus ijin serta collect iuran bila ada kegiatan (prinsip substance over form). Agak primitif memang.

Usaha senat untuk memecah belah terus berjalan, sampai puncaknya adalah pendakian gunung Arjuna di Malang. Kita dijamu di rumah ketua senat di jalan Ijen Malang, sebuah komplek perumahan paling elit waktu itu di kota Malang. Menurut saya, momen tersebut adalah puncak kemunduran stapala; dan terbukti, setelah saat itu, no more stapala. Stapala mengalami masa kekosongan kegiatan (vakum).

Saya sangat kesal waktu itu; pada hari saat rombongan akan kembali ke jakarta setelah pendakian arjuna, saya secara secara gak sengaja masuk kedalam rumah mau buang air kecil; di dalam ruangan saya melihat ketua senat dan para punggawanya sedang ber ha..ha ..hi.. hi.. merayakan kemenangannya, sementara kita makan nasi bungkus di pelataran depan. Saat itu juga saya, Harry Yusuf, dan Ilham (yang lain lupa), cabut dan pergi duluan ke Surabaya dan menunggu rombongan lain di stasiun Surabaya.

Saya juga hampir kena DO terutama disebabkan pendakian Arjuna. Dari 11 mata pelajaran, 7 harus mengulang (her), dan selanjutnya sisa 2 her khusus. Tapi apa saya menyesal, tidak pernah. Pengalaman berorganisasi di stapala adalah pengalaman leadership yang mahal harganya. Jika bisa survive mengendalikan atau involve dalam organisasi dengan kepala-kepala yang aneh (organization in turbulance) seperti stapala, maka menghadapi yang lain jadi gancil.

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: