you're reading...
Dari Masa ke Masa

Stapala yang Tidak Terlupakan

Catatan Sejarah Stapala ( Amoen Jogasara – 048/SPA/85)

Salah satu perintis Stapala yang agak konyol adalah  almarhum Suseno Rajiwandono, orang baik, paling lelet kalau naek gunung. Di acara pembentukan Panitia Jambore, seperti kebiasaan pada jaman itu, kita menentukan siapa yang akan ditunjuk sebagai Penasehat / Pembina kegiatan.

Beberapa orang menyebutkan nama dan Seno (alm) mencalonkan bapak nya dengan mimik serius. Beberapa yang hadir ada yang langsung setuju. Seno (alm) tertawa terbahak … ha ha ha…. “Babe gua udah di Karet (pemakaman karet)” katanya. Yang mendengar langsung menyumpah-nyumpah, dasar anak Stapala. Becanda khas anak-anak Stapala. Sekarang Seno (alm) terbaring dii pemakaman Jeruk Purut.

Pada saat itu Kita punya slogan yang didokumentasikan, “akar menjadi teman”, “pohon menjadi ….(apa ya …wah lupa…),  setiap anggota Stapala  harus menjadi teman.Teman menjadi sahabat, dan mudah-mudahan sahabat meningkat menjadi kerabat.

Pada saat jambore mahasiswa tahun 1980,  kaos jamborenya gua yang bikin. Gua ke Bandung sendirian.Wah kebayang deh naik bus lewat Puncak sendirian di tahun 1980,udara masih seger banget.  Kalau buka mulut masih keluar uap air. Kebayang juga kalau naek Gunung Gede,  kita selalu nembak bayar ya . Preman banget anak Stapala waktu itu. intimidasi kenek bus supaya bisa bayar separoh harga. Hehehe, masih muda dan energik . Naik jam 10 malam dan jam 5 pagi udah sampe bawah lagi, trus nongkrong di air terjun Cibeureum.

Gue inget pertama kali jalan ke Kawah Ratu. Setelah kegiatan ke Kawah Ratu, baru gua mulai sering ikutan kegiatan anak-anak gunung . Gua juga ingat suasana di ruang/kelas di deket Pos Satpam (sekarang dipake Koperasi Dharma Wanita), PEMILIHAN PENGURUS STAPALA. Saat itu, dipilih Siswiyanto (Pacis)/1978 sebagai Ketua Umum karena dianggap  cukup punya pengalaman berorganisasi  di organisasi keluarga tentara. Gua sebagai Ketua I, Heryono, sebagai Ketua II ,Untung sbg Sekretaris , tapi yang jelas nggak pernah keingetan ada aktivitasnya.

Kenapa Ketua Stapala yang baru terbentuk di ganti? Menurut desas desus waktu itu karena ada friksi di Pengurus Stapala dengan beberapa Inisiator. Kalau nggak salah Ketuanya Hari Yusuf dan Sekretarisnya Ilham, di kudeta kali. Waktu pemilihan Pacis, memang Hari Yusuf dan Ilham gua inget nggak hadir, dan setelah itu memang nggak pernah keliatan aktif di organisasi, walau bukan berarti nggak pernah ikut kegiatan. Mereka Juli 1980 ikut naek gunung Cereme dan Agustuts 1980 Ilham juga ikut Gunung Arjuna.Ada anggapan bahwa mereka dikuatirkan akan mewarnai STAPALA dengan warna salah satu organisasi masyarakat.

Saat itu, Lembaga dan Senat (mayoritas dari IIK) tidak suka dengan kegiatan Stapala. Tidak pernah ada ijin yang diberikan terhadap setiap kegiatan Stapala, apalagi dana. Dan sombongnya…. kita pun gak pernah berupaya melakukan pendekatan. Pada acara Pesta Seni Mahasiswa, Stapala ikutan manggung dengan ORATORIUM nya. Sambutan dari Pacis meng klaim bahwa anggota stapala sudah mencapai 100 orang.

Walau meng klaim bahwa anggota sudah mencapai 100 orang, tapi pada saat AD/ART sudah ditetapkan dan ditegakkan, sebagian besar tidak diberikan Kartu Anggota, karena belum memenuhi syarat sebagai anggota (naik 2 gunung dengan ketinggian tertentu), dan sebagian lainnya memilih mundur dengan menyatakan hanya sebagai Simpatisan. Saat itu memang sistem DO masih sangat kejam, dan stapala masih belum diterima oleh Lembaga dan Senat.

Ketika pelantikan pertama di Kampus STAN, Ada kayu bakar yang dinyalakan, ada pidato sedikit tentang kesetiakawanan…bahkan ada yang berencana bahwa STAPALA akan jadi jaringan kuat di PNS, untuk saling tarik menarik (nah ini yang gua gak suka pada saat itu).

Cerita perkemahan pertama di Cinumpang yang tidak disetujui pihak Kampus. Panitia menemui Irjen Depkeu (Bpk Ateng Jogasara) dan minta beliau sebagai Penasehat Kegiatan. Dan kurang ajarnya tu anak-anak stapala, di Proposal dan Surat-surat dituliskan Ateng Jogasara sebagai Penanggung Jawab. Karena ulah itu, Pak Sembiring (direktur STAN) menyetujui kegiatan Jambore, bahkan mengirimkan surat ucapan terima kasih kepada Ateng dengan kalimat Terima Kasih atas kesediaan Bapak Ateng sebagai Penanggung jawab Kegiatan.

Jambore benar-benar sukses, mungkin ada 5-6 truk + 1 Tenda Pleton. Acara cukup rame, Dosen-dosen hadir ikutan di acara. Pak Ateng Jogasara juga hadir , bahkan ikutan tarik tambang . Dosen-dosen nyumbang uang, bahkan Pak Arifin nyumbang telur mentah banyak banget, karena beliau punya peternakan ayam. Sosialisasi Stapala berjalan mulus, banyak yang suka dengan kegiatan stapala.

Cerita akhirnya, pada saat Panitia mengucapkan Terima Kasih kepada Pak Ateng, mereka dapat semprotan pedas banget. Beliau marah sekali karena merasa namanya dicatut sebagai Penanggung Jawab. Penasehat ya hanya menasehati, tidak ada tanggung jawab. Penanggung jawab itu ya kalian ya punya kegiatan, kata beliau. Kalau hanya mau embel-embel buat becking, jangan pake nama saya, saya bukan tipe orang yang senang dengan ABS, Asal Bapak Senang.

Lambang Stapala,  Nggak ada itu lingkaran2 kecil yang diartikan sebagai jumlah pendiri. Lambang Stapala Yang gua inget, bahwa anggota stapala akan tersebar di seluruh penjuru, saling terkait, ada buku sebagai lambang bahwa kita tetap tidak melupakan belajar

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

6 thoughts on “Stapala yang Tidak Terlupakan

  1. nah kan..ternyata gak ada tuh lingkaran kecil2 warna kuning itu dulu…:)

    asig
    828/08

    Posted by asig | December 9, 2010, 3:01 am
  2. wakakakakakak…

    gokil bang amoen, nyatut nama bapaknya sendiri…

    malingseng
    799/spa/2006

    Posted by dika799 | January 7, 2011, 7:12 am
  3. apa kabar ni Bang Amun??
    uda lama tak jumpa,, msh dosen kah?

    Posted by gatot797 | January 13, 2011, 3:47 am
  4. apa kabar ni Bang Amun??
    uda lama tak jumpa,, msh dosen kah?

    gatot
    797/SPA/2006

    Posted by gatot797 | January 13, 2011, 3:48 am
  5. berarti jumlahnya ga harus 20..
    teringat dulu, slayer pelantikan 2008 dikembalikan karena jumlahnya tidak tepat 20.
    akhirnya dicetak ulang
    hilang deh makna historisnya….😦

    Posted by luat daud-841/2008 | January 24, 2011, 9:39 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: