you're reading...
Kegiatan

BANGGA MENJADI ANGGOTA STAPALA

Pelantikan 1992 Kawah Ratu

Pelantikan dan Diklat STAPALA. Kegiatan paling rutin diadakan oleh Stapala adalah Pelantikan Anggota. Tentu saja, kegiatan ini adalah aktivitas regenerasi di STAPALA. Tanpa aktivitas pelantikan anggota, STAPALA sekarang tentu tidak ada lagi. Di saat awal berdiri kegiatan pelantikan berlangsung sederhana. Pada tahun 1979 pelantikan dilakukan untuk pertama kalinya. Karena belum ada anggota, pelantikan dilakukan dengan saling melantik antar anggota. Semua yang dilantik kemudian menadapatkan nomor anggota Stapala. Saat itu belum ada yang namanya DIKLAT (pendidikan dan pelatihan) sebelum pelantikan. Mahasiswa yang dilantik menjadi anggota adalah yang telah ikut mendaki gunung ketinggian di atas 2000 M dpl sebanyak 2 kali. Bila telah melakukan persyaratan tersebut otomatis dilantik menjadi anggota.

Sejak pertengahan tahun 80-an untuk menjadi anggota Stapala disyaratkan untuk mengikuti Pendidikan Dasar dan Pelatihan Dasar Kepencinta Alaman (DIKLAT STAPALA). Kegiatan ini dimaksudkan agar setiap anggota Stapala yang dilantik memiliki kemampuan dan ketrampilan dasar seorang pencinta alam.Walau pun masih sederhana materi dan kegiatannya, STAPALA sudah mulai memiliki program rutin DIKLAT. Kemudian di tahun 90 an DIKLAT di rancang lebih baik. Materi dibagi-bagi menjadi Materi Kelas Y(teori) dan Lapangan (praktek). Materi lapangan di lakukan di kampus dan di alam bebas. Untuk praktek-praktek yang lebih sederhana seperti repeling, tali temali, dan lain lain memanfaatkan gedung-gedung Kampus ( baik di Kampus Purnawarman maupun di Jurangmangu). Praktek lapangan juga dilakukan di alam bebas seperti di Cibinong atau Ciampea (untuk praktek panjat tebing dan caving), Gunung Gede, atau Salak ( untuk praktek navigasi, survival). Aturan-aturan dan persyaratan-persyaratan kelulusan seorang siswa DIKLAT juga mulai diperbaiki di tahun 90a-n seperti modul, pengajar, seragam siswa, tata tertib diklat, ketahanan fisik dan lain-lain.Hanya siswa yang lulus DIKLAT yang berhak untuk dilantik menjadi anggota Stapala. Pada masa itu lamanya DIKLAT masih sangat bervariasi dari 1 minggu sd 8 minggu. Apabila diperlukan, maka DIKLAT dapat dilakukan 1 tahun 2 kali. Boleh jadi di tahun 90-an adalah masa dimana STAPALA menerima anggota paling banyak. Memang kondisi saat itu membuat STAPALA melantik sebanyak banyaknya anggota. STAPALA saat itu butuh banyak orang untuk menjalankan aktivitas-aktivitas organisasi yang luar biasa banyak, mulai Ekspedisi sampai dengan kegiatan Kampus.

Di tahun 2000 an DIKLAT Stapala selangkah lagi lebih maju. Materi-materi lapangan makin membaik.Beberapa materi mendatangkan pengajar dari luar yang lebih profesional. Diperkenalkan pula masa anggota muda atau masa bimbingan siswa. Lamanya bimbingan bervariasi antara 3 bulan sd 9 Bulan. Selama masa bimbingan itu pula seluruh siswa diperkenalkan dengan seluruh aktivitas Stapala. Mulai dari kegiatan kampus sampai dengan kegiatan di gunung, sungai, tebing, dan goa. Sejak tahun 2006 STAPALA membentuk Badan Diklat (BADIK) yang membantu BPH men disain DIKLAT. Materi DIKLAT terus dikembangkan agar bisa mencetak manusia STAPALA yang bukan saja memiliki ketrampilan di bidang kepencintaalaman tapi juga menjadi manusia yang bermanfaat bagi alamater, bangsa, dan negara.

Masa DIKLAT adalah masa interaksi awal antara calon anggota STAPALA dan anggota STAPALA. Tentu saja, selain hal-hal yang formal, banyak hal informal yang terjadi. Masa DIKLAT menjadi masa yang oleh sebagian anggota sebagai masa yang paling tidak terlupakan. Pada saat itulah mereka dibentuk menjadi tim yang kompak, mengenal sahabat-sahabat sejati, mengenalkan kegiatan-kegiatan yang lucu, aneh, tidak lumrah dan lain-lain. Push Up adalah aktivitas utama dan paling dikenal selama DIKLAT. Dari hari pertama DIKLAT sampai dengan waktu Pelantikan, pasti lah ada menu push up.

Setelah masa DIKLAT, calon anggota STAPALA akan mengikuti prosesi pelantikan. Tempat-tempat yang menjadi lokasi paling sering digunakan untuk pelantikan adalah Alun alun Suryakencana (Gunung Gede), Mandalawangi (Gunung Pangrango), Kawah Ratu (Gunung Salak). Selain itu juga pernah dilakukan di Kampus (1979), di Gunung Kencana, Gunung Slamet, Gunung Ciremai. Untuk beberapa kasus pernah pula dilakukan di Dinding Panjat Kampus, Di empang Kampus, atau di Posko Stapala. Pada periode tahun 90 an memang ada kelulusan bersyarat. Calon anggota yang tidak memenuhi syarat tertentu akhirnya dilantik dengan syart tertentu juga. Nah, mereka yang lulus bersyarat ini dilantik ditempat-tempat yang tidak umum. Tentu saja ini jadi pengalaman tidak terlupakan seumur hidup bagi yang dilantik.

Prosesi pelantikan juga berkembang dari waktu ke waktu. Di tahun 80 an sampai dengan 90 an, prosesi pelantikan hanyalah suatu perjalanan mendaki gunung bersama dan langsung di lantik ketika tiba di puncak atau di tempat yang telah ditentukan. Di akhir tahun 90 an, Prosesi kemudian menjadi berkembang menjadi kegiatan penempaan akhir sebelum dilantik. Waktunya 1-3 hari sebelum pelantikan. Pantia pelantikan menyusun skenario pra pelantikan yang cukup panjang. Beberapa materi diberikan lagi dilapangan. Tidak lupa adalah uji fisik dan mental selama sebelum pelantikan. Pelantikan dilakukan dengan menyematkan Emblem Stapala, Mengenakan Slayer Stapala, dan memakaikan Seragam biru Stapala. Kalau lokasinya disungai, ya pasti ada prosesi di lelepin ke air. Dan tentu ada teriakan..Hiduuppp STAPALAAA !

Berikut Catatan-catatan Siswa DIKLAT STAPALA

PELANTIKAN STAPALA 2006

Kamis, 4 December 2006,
Ada cek fisik siswa DIKLAT di Kampus. Menunya lari 4 putaran push-up,shit-up,back-up,dan banding.
masing-masing 1 menit. Malamnya badan kami pegel semua. Udah lama nggak latihan fisik.

Jumat 5 December 2006

Hari ini hari penting buat gue,  nanti malam Gue bakal dilantik sebagai anggota tetap STAPALA setelah kurang lebih 9 bulan menjalani masa Anggota Muda. Gue kuatir juga, akan ngapain aja nanti malam. Pasti dikerjain nih.

Betul,  ketika Kami dikumpulkan di Kampus (sebelum berangkat pelantikan), Kak Zaed780
mengumumkan bahwa mulai saat itu (jumat malem -red) status Kami kembali menjadi
siswa diklat, sehingga seluruh aturan diklat diberlakukan kembali.Wah tanda-tanda…

Sebelum berangkat diadakan “pemanasan”. Dengan teriakan-teraiakan menggelegar Kami disuruh push up, shit up, banding, dan sebagainya. Mas Yoyon591 dan  Pak RT 708 yang paling keras suaranya. Kasihan Kawan kita Teronx, yang nggak kuat push up selalu kena sabet topi. Akhirnya Kami juga semunya kena sasaran karena dianggap tidak mampu memotivasi Teronx.

Selesai pemanasan kami di suruh lari masuk kedalam truck. Lalu kami berangkat menuju medan pelantikan dengan peluh yang masih bercucuran.Rencananya Kami akan dilantik di Lembah Mandalawangi Gunung Pangrango.Selama perjalanan, pikiran Kami semua melayang-layang ke medan pendakian…diapain lagi ya nanti ?
Di  pos pendaftaran, kami diperiksa kelengkapan dan alat penerangan. Sedikit bentakan dari Panitia mengisi suasana malam yang dingin. Pendakian dilakukan ditengah hujan gerimis.

Sabtu 6 December 2006

Sabtu pagi Kami sholat Shubuh di perjalanan antara Kandang Batu dan Kandang badak. Gerimis masih saja turun. Istirahat yang sesungguhnya baru di lakukan setelah Kami tiba di Kandang badak. Udara pagi sangat dingin menusuk tulang. Kami beristirahat dan memasak untuk sarapan. Di lokasi ini juga Kami mengisi perbekalan minum yang sudah mulai habis. Gerimis tidak juga berhenti.Pendakian dilanjutkan kembali setelah cukup makan dan beristirahat.
Perjalanan menuju Puncak Pangrango berjalan lambat. Jalurnya licin dan dingin. Sesekali Kami terpeleset di antara lumut dan ranting-ranting yang basah. Perjalanan yang terasa lama ini baru  berakhir pada pukul 14.00 WIB. Kami langsung mendirikan tenda dan memasak.
Pukul 6 sore,  kami kembali mendapat preasure dari panitia. Diantaranya disuruh menghitung pohon edelweis sampai berjalan merayap dan sebagainya. Setelah Jam 8 malam baru lah  kami disuruh tidur. Capeknya…wah nanti tengah malam pasti di bangunin lagi nih ! pikir gue dalam hati.
Malam ini dingin sekali. Gue tidur satu tenda dengan Kadal. Asyiik, ternyata kadal punya persediaan makanan berupa keju dan susu cair. Sebelum tidur kami pesta makanan bergizi..Malam itu gue yakin nggak ada yang bisa tidur. Semua dag dig dug menunggu panggilan Panitia.

Ternyata salah ! Panggilan baru terdengar jam 4 Subuh. Setelah Kami tidur dengan nyenyak. Langsung dihajar menu push up, lari, dan shit up. Bergantian Panitia memberi pemanasan dan bekal buat Kami, calon anggota STAPALA. Berikutnya Kami harus saling menampar antar sesama Siswa DIKLAT. Tidak ada masalah, Kami siap menajalankan semua aktivitas. Dan panasnya tamparan dari rekan siswa DIKLAT adalah cobaan terakhir buat Kami.

Kemudian kami disuruh tutup mata. Satu persatu Siswa DIklat dipanggil untuk menyandang baju seragam biru STAPALA dan slayer merah STAPALA.  Dengan berbangga hati kami menyatakan bahwa kami siap memajukan Stapala. Djaialah STAPALA ,Never Ending Adventure ! HIDUUPP STAPALAAA !

Dwi Udiktya 788/SPA/2006

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: