you're reading...
Caving

exciting! sengada lawan…

Kecintaan gue kepada dunia caving berangkat dari berbagai pengalaman semasa sekolah. Seperti halnya naluri anak muda lainnya yang memiliki nafsu mencoba sesuatu yang baru, Pun demikian dengan kegiatan alam bebas yang menjadi hobinya. Mulai dari berkemah, naik gunung, panjat tebing, caving, dayung, arung jeram, dll. Mungkin gue adalah sedikit dari anggota stapala waktu itu yang sudah mencoba semua kegiatan dimaksud, sebelum resmi menjadi anggota. Contohnya, semasa sma gue sudah pernah mendaki beberapa puncak gunung favorit di Sumatera, Jawa sampai Lombok. Dapat dikatakan Kelapa Nunggal, Gede-Pangrango, Salak, Burangrang adalah tempat tongkrongan akhir pekan gue. Semangat mountainering gue pernah ‘drop’ ketika tidak mendapatkan ijin dari pihak sekolah untuk berangkat ke mt. cook. Padahal secara teknis & pendanaan tim kami telah mendapatkan sinyalemen positif.

Untuk caving, belum banyak gua yang pernah dijelajahi,
paling2 cuma beberapa gua di selatan jawa barat, itupun ngga banyak.
Kendalanya tidak lain dan tidak bukan: fulus bin hepeng!
Padahal yg gue tahu, gua-gua terbaik ada di jateng, jogja & jatim.

Motivasi masuk stapala karena memang di sanalah ‘kandang’ gue.
dibumbui secuil tekat: gunung es atau gua vertikal harus pernah gue cicipi.

Entah kenapa gue kurang tertarik dengan panjat tebing dan fotografi.
Untuk arung jeram, pastinya terkendala tidak adanya peralatan
dan sulit menemukan lokasi kelas wahid yang tidak dikuasai EO.
Pernah ber-arung jeram bersama EO, tapi hormon adrenalin gue ngga keluar sama sekali.

Kembali ke lap.. top.
Ketika masuk G.112, kegiatan caving di stapala sdh baik.
Hal itu dapat dilihat dari berbagai cerita dan dokumentasi,
terutama yang terpajang di dinding (apalagi foto gunung es & caving yang bikin gue merinding..)

Tanpa mengurangi rasa hormat kpd yg lain, tidak ada yang meragukan nama besar Gustav, Simon dkk
berikut dedikasinya untuk stapala wa-bil-khusus dunia per-caving-an.
Sayangnya….
1. tidak ada senior yang masih ada di kampus yang aktiv ber-caving;
2. sedikit (atau tidak ada?) catatan perjalanan yang memadai;
3. gue belum nemuin partner sesama anggota yang ‘sejiwa’ (dalam ber-caving).

Tidak heran di tahun pertama, gue terlihat jarang aktif
karena lebih banyak berpetualang menelusuri gua bersama teman dari luar.
Kalau ada hari libur (harpitnas atau libur panjang),
ketika teman2 bertebaran menuju atap-atap dunia (puncak-pucak gunung),
gue lebih memilih menghabiskan waktu ke perut bumi
ke Jasinga, Tajur, Banten atau sukabumi, wonogiri, trenggalek, bantul, ponorogo, pacitan dll.

Tapi bukan berarti nafsu mendaki & manjat gue mati total,
beberapa kali jalan bareng tmn2 stapala, meski sebagian adalah pengulangan
sebut saja: padalarang, kelapa nunggal, citatah, ciremai, slamet, agung, tambora
dan tentu… gede-pangrango!

Lambat laun, perlahan namun pasti, racun caving menjalar.
Seru nya pengalaman caving di gua Siluman dilanjutkan susur pantai ke p. ratu
bersama jarot, dina, jono, riki jaghal, hendra klowor,
menambah rasa penasaran bagi yang lain.

Pengalaman paling mengesankan (diksi sensasional terasa lebai) yaitu ketika tim kami (429, 432 & 458)
tersesat di hari ke-3 menelusuri luweng jaran.
Rencana seminggu di dalam gua buyar karena harus mengevakuasi gue yang berkeramas darah
karena terjatuh dari ketinggian 5 meter dan mendarat sungai bawah tanah
yang dasarnya berupa batuan cadas, dengan posisi kepala di bawah tanpa helm pengaman dan beban ransel berisi logistik.

Bukannya kapok, malah bikin makin penasaran
Tahun berikutnya kami menuju tempat yang sama
kali ini dengan persiapan yg lebih memadai (well prepared)
Kali ini Gustav turun langsung memberi arahan dan bantuan yang cukup signifikan
termasuk angpau tentunya (thanks mas).

Supaya tidak tersesat, kami melakukan hal kami anggap paling konvensional sedunia
yaitu menjulurkan tali sepanjang perjalanan, supaya arah pulang bisa secara pasti ditemukan
ya iya dong… masa ya iya lah…
tinggal ikuti aja jalur talinya
Pingin tahu berapa banyak tali yang kami bawa? Satu ransel!

Gue inget betul skuad waktu itu
Gue458, Andi kriting429, Jono432, Nonot450, Bambang456, Jauhari, Mukhlis500, Fahrus + 1 anak Untag Sby
Klowor chek out meski sudah berada di lokasi mulut gua, dengan alasan “sindrom pocari”
(seher dan klep nya kena).

Gue ngga begitu hobi mengoleksi foto
Mungkin sampai saat ini ngga banyak dokumentasi foto2 naik gunung atau caving yg gue punya.
Tapi untuk caving gue hampir selalu menulis catatan perjalanan (selama kuliah dengan atau tanpa stapala)
di buku mirip diari stapala.
tapi sayang, belakangan yang gue tahu buku itu hilang

Buat gue caving itu menarik,
Pertama, kita harus mempersiapkan segala sesuatu secara detail
Itulah pentingnya manajemen perjalanan
mulai dari perijinan, peralatan sampai logistik
Satu sisi kita harus membawa banyak barang,
di sisi lain kita harus efisien supaya aktivitas & mobilitas penelusuran tidak terganggu.
Ngga nyaman juga kalau semua bawa ransel segede gaban seperti naik gunung.

Kl terjadi apa2 jangan berharap bantuan dari luar
karena kita tidak dapat mengirim sinyal bantuan berupa suara, asap, cahaya kpd mereka di luar gua
jangan bicara ttg sinyal HT atau seluler
Bayangkan kalau di dalam gua semua senter dan sumber pencahayaan mati, nunggu hari siang??! (not good idea, i think)

Kedua, kita tidak tahu apa yang terjadi di depan kita
apakah sungai yang dalam, lumpur hidup, air terjun atau jurang
udara menjadi pengap atau datang banjir bandang?
ini yang exciting! sengada lawan…

Akses informasi (ttg peta gua, kondisi, lintasan dll) sangat terbatas, bahkan nyaris tidak ada
Ngga tau kalau sekarang

Belum lagi bahaya binatang, biasanya kalajengking dan ular
(Gue pernah merasakan ‘nikmat’nya disengat kalajengking
mmh… yummy…)

Ketiga, kekompakan tim adalah hal mutlak
perselisihan sebesar apapun di tengah jalan
ybs tidak bisa keluar sendiri (yg mungkin bisa dilakukan di gunung)
kl berani silakan, resiko tanggung sendiri, dan yg pasti merugikan yg lain
(lagian siapa berani??)

Selepas lulus, yg gue tahu kegiatan caving di stapala sangat menggembirakan
Stapala punya caver2 handal, jauh lebih hebat dari angkatan sebelumnya
Satu kata: salut.

Suatu malam di tahun 2004, ada telp dari jono: “lihat metro tv!”
(ada acara caving gua di bumiayu )
tidak lama kemudian, ngga pake ba-bi-bu, tim kami terbentuk
latihan sdh dilakukan, termasuk survei informasi ke Unsoed
Singkat cerita, yg lain jadi berangkat, gue malah ngga ikut
dilarang banyak pihak karena itu H-7 pernikahan gue

Harapan gue, caving tetap mendapat tempat di hati adik2
di tengah berbagai aktivitas yg semakin beragam dan mengasyikkan.
Secuil ngga apa2, tapi tetap membara.
Sukur-sukur lebih bersemangat mencoba tempat-tempat yang belum pernah di jelajah sebelumnya.
Dengan kemampuan teknis & manajemen yg semakin mumpuni tentunya.
———

andri 458/94

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

5 thoughts on “exciting! sengada lawan…

  1. caving, sungguh menakjubkan….
    tidak bisa sendirian, butuh persaudaraan, saling bekerjasama…, luar biasa….
    dibawah sana banyak keajaiban Tuhan…
    860/2009

    Posted by waprez_860 | May 25, 2010, 10:05 am
  2. pertama kali ikutan caving,jujur saya sedikit ilfil,yang ribet lah,yang banyak alat,dan yang2 yang lain
    tapi karena penasaran dan penasaran..hehe cukup satu kata “subhanallah”

    lambhe826

    Posted by lambhe lapanduanam | May 31, 2010, 10:11 am
  3. Abis liat “Sanctum” jadi inget luweng jaran tahun 1997 coba googling eh nemu ini….
    Sekedar ngasih sedikit ralat aja……salah satu skuadnya bukan fahrus tapi Nofik496…

    Posted by much-lies | May 1, 2011, 4:41 pm
  4. insyaallah caving STAPALA gak mati mas buluk…

    Posted by bonie | June 4, 2012, 8:53 am
  5. luweng jaran session 2 STAPALA ada filmnya loh… meskipun no ligthing, jus nigt mode camera …

    Posted by muttaqun | June 12, 2012, 6:59 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: