you're reading...
Organisasi

Peraturan-peraturan Stapala

Peraturan2 stapala yang tertuang pada PD PRT selalu berubah. Bertambah, berkurang, atau koreksi.

Pada awalnya peraturan stapala masih singkat dan sederhana, yang paling mendasar dan penting adalah keanggotaan, banyak aktivis stapala yang tidak dapat menjadi anggota resmi karena peraturan stapala megnatakan untuk dilantik menjadi anggota harus mendaki 2 gunung terlebih dahulu. Alhasil banyak aktivis kegiatan alam yang sd skr tidak terdaftar menjadi anggota.

Pada th 1984 setelah menjadi resmi badan otonom peraturan mengenai lambing, bendera, semobyan mulai dimasukan dalam peraturan.

Keanggotaan,

Pada awalnya stapala mengenal anggota muda, biasa, inti dan kehormatan, bahkan pada th 84 ada isitilah anggota luar biasa, Sejak th 1988 jenis anggota diringkas menjadi anggota biasa dan anggota kehormatan.

Sejak tahun 1992 anggota stapala tidak hanya mahasiswa stan tetapi termasuk juga alumni dan mahasiswa yang gagal (DO). Jadilah stapala mempunyai keanggotaan seumur hidup.

Susunan pengurus pada awalnya stapala terdiri dari Ketua umum dan ketua I sd III, pada th 1987 diringkas hanya ketua dan wakl ketua, pada th 98 kembali lagi menjadi seperti awal.

MP pertama kali ada pada th 1984 dengan mensyaratkan mahasiswa tk.4 sbg ketua, dg jumlah 7 orang anggota. Th87 menjadi 3 orang denga ketua TkIII, th 1998 jumlahnya ditambah 5 orang yang sdh alumni.

Berikut ini Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga Stapala

PERATURAN  DASAR STAPALA

MUKADIMAH

ATAS BERKAT RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Bahwa sebagai manusia yang hidup dalam alam ciptaan-Nya yang maha luas dan tidak terbatas itu, maka perlu manusia mengenal dan melestarikan lingkungan tempat berpijak di sekelilingnya dengan kesadaran bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta ini.

Bahwa manusia adalah suatu masyarakat sosial yang mempunyai peradaban dan kebudayaan, maka perlu dikembangkan kesadaran berkelompok untuk bersama-sama menjalin dan mempererat tali persaudaraan serta menyatukan tujuan dengan mengenal dan mencintai alam.

Dalam rangka meningkatkan potensi generasi muda agar lebih mengenal dan melestarikan alam ciptaan-Nya, maka perlu dikembangkan rasa dinamis dan kreativitas yang tinggi yang disalurkan melalui suatu badan organisasi yang disesuaikan dengan lingkungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Sebagai perwujudan dari pokok-pokok pikiran di atas, maka dibentuklah suatu organisasi pencinta alam di lingkungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dengan peraturan-peraturan sebagai berikut:

BAB I

NAMA, WAKTU, TEMPAT KEDUDUKAN DAN LAMBANG

Pasal 1

Nama

Organisasi kelompok pencinta alam di lingkungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ini bernama STAPALA.

Pasal 2

Waktu

Organisasi ini didirikan pada tanggal 24 November 1979 untuk waktu yang tak terbatas.

Pasal 3

Tempat Kedudukan

Organisasi ini bertempat kedudukan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Pasal 4

Lambang

Lambang  STAPALA diatur dalam penjelasan tersendiri dan menjadi lampiran II Peraturan Dasar ini.

BAB II

TUJUAN, ASAS, DAN DASAR SERTA KEGIATAN

Pasal 5

Tujuan

5.1        Menanamkan rasa cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa, bangsa dan tanah air.

5.2        Mempererat tali persaudaraan antar mahasiswa dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dalam hal kecintaan terhadap alam.

5.3        Menampung, menyalurkan dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dan alumni di lingkungan  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dalam hal kecintaan terhadap alam.

Pasal 6

Asas dan Dasar

STAPALA berasaskan Pancasila dan berdasarkan UUD 1945, kode etik pencinta alam, serta janji STAPALA yang menjadi lampiran 1 peraturan ini.

Pasal 7

Kegiatan

Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan alam, pendidikan, kebudayaan, dan sosial yang sejalan dengan tujuan STAPALA.

BAB III

KEANGGOTAAN, HAK, DAN KEWAJIBAN

Pasal 8

Keanggotaan

Anggota STAPALA terdiri dari :

8.1        Anggota biasa

8.2        Anggota kehormatan

Pasal 9

Hak

9.1        Setiap anggota biasa mempunyai hak pilih.

9.2        Setiap anggota berhak mengajukan saran dan kritik yang bersifat membangun.

Pasal 10

Kewajiban

Setiap anggota berkewajiban menaati Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga, dan ketentuan-ketentuan lain dari organisasi serta berkewajiban menjunjung tinggi nama baik organisasi.

BAB IV

STRUKTUR ORGANISASI

Pasal 11

Badan-badan kelengkapan organisasi terdiri dari :

11.1    Rapat anggota

11.2    Pengurus Harian

Pasal 12

Organisasi dilengkapi dengan Majelis Pertimbangan yang bertindak sebagai pengawas organisasi.

BAB V

PERBENDAHARAAN

Pasal 13

Inventaris dan keuangan STAPALA diperoleh dari iuran para anggota , sumbangan yang tidak mengikat, subsidi Badan Eksekutif Mahasiswa, serta hasil usaha lain yang sah dan penggunaannya dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota.

BAB VI

PEMBUBARAN

Pasal 14

Organisasi ini hanya dapat dibubarkan oleh Rapat Anggota luar biasa yang diadakan khusus untuk itu.

BAB VII

PENUTUP

Pasal 15

Ketentuan Peralihan

Peraturan Dasar ini disahkan oleh Rapat Anggota pada tanggal 24 November 1979 di Jakarta dan terakhir kali diadakan perubahan pada tanggal 4 November 2000 di Jakarta.

Pasal 16

Ketentuan Tambahan

Hal-hal yang belum atau tidak diatur dalam Peraturan Dasar ini, diatur dalam Peraturan Rumah Tangga atau peraturan-peraturan lain yang tidak bertentangan dengan Peraturan Dasar.

Pasal 17

Perubahan

Peraturan Dasar ini hanya dapat diubah oleh Rapat Anggota.

PERATURAN RUMAH TANGGA STAPALA

BAB I

LAMBANG, BENDERA, SEMBOYAN DAN PENGGUNAANNYA

Pasal 1

Lambang

Ditetapkan oleh Rapat Anggota STAPALA terdapat dalam lampiran II.

Pasal 2

Bendera

Ditetapkan oleh Rapat Anggota STAPALA terdapat dalam lampiran III.

Pasal 3

Semboyan

Ditetapkan oleh Rapat Anggota STAPALA terdapat dalam lampiran IV.

Pasal 4

Penggunaan

Penggunaan lambang, bendera dan semboyan ditetapkan dengan peraturan tersendiri terdapat dalam lampiran V.

BAB II

SIFAT DAN JENIS KEGIATAN

Pasal 5

Sifat

5.1        Menyelenggarakan kegiatan yang bersifat penjelajahan seperti pendakian gunung, perkemahan, menyusuri pantai dan gua, penguasaan medan/survival dan lain sebagainya.

5.2        Menyelenggarakan kegiatan pendidikan ketrampilan dasar pencinta alam.

5.3        Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bersifat sosial dan melestarikan alam sekitar.

5.4        Menyelenggarakan kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak bertentangan dengan tujuan, asas, dan dasar STAPALA.

5.5        Mengikuti kegiatan-kegiatan lainnya yang tidak bertentangan dengan tujuan, asas, dan dasar STAPALA.

Pasal 6

Jenis

6.1        Kegiatan umum

Adalah setiap kegiatan yang dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa dan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan pihak-pihak yang disetujui  STAPALA.

6.2        Kegiatan khusus

6.2.1 Kegiatan khusus sebagai syarat keanggotaan adalah setiap kegiatan yang khusus diadakan untuk memenuhi persyaratan menjadi anggota biasa STAPALA.

6.2.2 Kegiatan khusus yang bukan sebagai syarat keanggotaan adalah setiap kegiatan yang hanya dapat diikuti oleh anggota STAPALA dan bukan merupakan syarat  keanggotaan.

6.2.3 Kegiatan lain-lain adalah kegiatan di luar butir 6.2.1 dan 6.2.2  yang diketahui dan disetujui pengurus harian STAPALA dalam hal-hal tertentu bila dipandang perlu berdasarkan keputusan rapat istimewa  kegiatan ini dapat menjadi syarat keanggotaan.

BAB III

KEANGGOTAAN

Pasal 7

Anggota Biasa

Setiap mahasiswa dan alumni Sekolah Tinggi Akuntansi Negara serta mahasiswa yang gagal dalam pendidikan di  Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang telah lulus dalam kegiatan khusus sebagai syarat keanggotaan yang diadakan oleh STAPALA, berpartisipasi dan menunjang setiap kegiatan STAPALA serta dilantik oleh Badan Pengurus Harian STAPALA.

Pasal 8

Anggota Kehormatan

Anggota kehormatan terdiri dari orang-orang yang telah berjasa pada STAPALA dan orang-orang yang menurut keputusan Rapat Anggota STAPALA dirasakan perlu diangkat menjadi anggota  kehormatan.

Pasal 9

Syarat-syarat Keanggotaan

9.1        Anggota biasa

9.1.1  Setiap mahasiswa dan alumni di lingkungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara dan telah mengikuti kegiatan khusus sebagai syarat keanggotaan yang terdiri dari :

9.1.1.1  Kegiatan yang telah ditetapkan BPH STAPALA sebagai syarat keanggotaan atau yang telah disetujui oleh rapat  istimewa;

9.1.1.2  Telah melengkapi administrasi keanggotaan;

9.1.1.3  Telah disetujui dan dilantik menjadi anggota biasa oleh BPH STAPALA;

9.1.1.4  Mengucapkan janji STAPALA.

9.2        Anggota kehormatan

9.2.1  Bukan anggota biasa;

9.2.2  Berjasa pada STAPALA dan disetujui Rapat Anggota;

9.2.3  Disetujui oleh yang bersangkutan.

Pasal 10

Hak Anggota

10.1    Anggota Biasa

10.1.1  Berhak memiliki nomor anggota STAPALA.

10.1.2  Berhak mengikuit semua kegiatan STAPALA.

10.1.3  Berhak mengusulkan diadakan Rapat Anggota luar biasa.

10.1.4  Berhak hadir dalam Rapat Anggota dan Rapat Anggota luar biasa dan mengemukakan pendapat, saran dan kritik serta mempunyai hak pilih.

10.1.5  Berhak dipilih menjadi pengurus selama masih berstatus mahasiswa STAN.

10.1.6  Berhak membela dan dibela dalam Rapat Anggota.

10.1.7  Berhak memakai lambang STAPALA.

10.1.8  Berhak mengundurkan diri.

10.2    Anggota Kehormatan

10.2.1  Berhak mengikuti semua kegiatan STAPALA.

10.2.2  Berhak hadir dalam Rapat Anggota dan Rapat Anggota luar biasa dan mengemukakan pendapat.

10.2.3  Berhak memakai lambang STAPALA.

10.2.4  Berhak mengundurkan diri.

Pasal 11

Kewajiban Anggota

11.1    Anggota Biasa

11.1.1    Menjaga dan menjunjung nama baik organisasi.

11.1.2    Menaati PD/PRT dan peraturan-peraturan pelaksana kegiatan yang diikutinya.

11.1.3    Membayar  iuran anggota.

11.1.4    Mengikuti semua kegiatan STAPALA kecuali atas ijin BPH STAPALA.

11.2    Anggota Kehormatan

11.2.1    Menjaga dan menjunjung nama baik organisasi.

11.2.2    Membantu usaha-usaha organisasi baik diminta atau tidak, tanpa melupakan kegiatan, asas dan dasar organisasi.

Pasal 12

Hilangnya Keanggotaan

12.1    Anggota Biasa

12.1.1    Karena mengundurkan diri.

12.1.2    Karena keputusan Rapat Anggota disebabkan melanggar PD/PRT dan atau merugikan nama baik STAPALA, setelah kepadanya diberikan kesempatan untuk membela diri dalam rapat anggota, dalam hal demikian yang bersangkutan kehilangan haknya untuk menjadi anggota seterusnya.

12.1.3    Karena meninggal dunia.

12.2    Anggota Kehormatan

12.2.1    Karena mengundurkan diri.

12.2.2    Karena keputusan rapat anggota disebabkan melanggar PD/PRT dan atau merugikan nama baik STAPALA, setelah kepadanya diberikan kesempatan untuk membela diri dalam Rapat Anggota, dalam hal demikian yang bersangkutan kehilangan haknya untuk menjadi anggota seterusnya.

12.2.3    Karena meninggal dunia.

Pasal 13

Keanggotaan Rangkap

Setiap anggota STAPALA bebas menjadi anggota organisasi atau perkumpulan pencinta alam lainnya sepengetahuan BPH STAPALA.

BAB IV

RAPAT ANGGOTA DAN RAPAT ANGGOTA LUAR BIASA

Pasal 14

Ketentuan Umum

14.1    Di dalam organisasi kekuasaan tertinggi dipegang oleh Rapat Anggota.

14.2    Rapat Anggota harus diadakan sekali dalam 1 (satu) tahun.

14.3    Kewajiban dan wewenang penyelenggaraan Rapat Anggota  berada pada Majelis Pertimbangan.

14.4    Dalam hal mendesak dapat diadakan Rapat Anggota Luar Biasa yang sekurang-kurangnya disetujui 1/2 ditambah 1 dari jumlah anggota STAPALA, yang kedudukannya sama dengan Rapat Anggota.

14.5    Rapat Anggota dan Rapat Anggota luar biasa adalah sah jika dihadiri oleh sekurang-kurangnya 2/3 dari jumlah anggota biasa yang masih berstatus mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

14.6    Dalam hal kuorum pada ayat 5 di atas tidak tercapai, maka Rapat Anggota dianggap sah jika 2/3 yang hadir menyetujui dilanjutkannya rapat tersebut, dan jumlah yang hadir minimal 2/5 dari jumlah anggota biasa yang masih berstatus mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

14.7    Keputusan Rapat Anggota dianggap sah jika disetujui oleh sekurang-kurangnya 1/2 ditambah 1 dari jumlah anggota biasa yang hadir, setelah sebelumnya didahului dengan musyawarah dan mufakat bersama.

Pasal 15

Peserta Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasa

15.1    Rapat Anggota dan Rapat Anggota luar biasa merupakan rapat segenap anggota biasa ditambah anggota kehormatan sebagai undangan.

15.2    Rapat Anggota dan Rapat Anggota luar biasa dapat dihadiri oleh undangan yang disetujui oleh Majelis Pertimbangan STAPALA.

Pasal 16

Hak Peserta Rapat Anggota

16.1    Anggota biasa yang berstatus sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara mempunyai hak dipilih.

16.2    Anggota biasa mempunyai hak memilih.

16.3    Undangan hanya berhak memberikan pendapat/saran.

Pasal 17

Acara Rapat Anggota

Pada Rapat Anggota harus dicantumkan sekurang-kurangnya :

17.1    Pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan pengurus STAPALA.

17.2    Laporan hasil pemeriksaan kegiatan dan keuangan pengurus STAPALA oleh Majelis Pertimbangan.

17.3    Pemilihan pengurus dan majelis pertimbangan baru.

17.4    Pengesahan Majelis Pertimbangan dan Badan Pengurus Harian baru.

17.5    Serah terima dari Majelis Pertimbangan lama kepada Majelis Pertimbangan baru.

17.6    Serah terima dari pengurus STAPALA lama kepada pengurus baru.

Pasal 18

Pemimpin Rapat Anggota

18.1    Pimpinan sidang sementara dijabat atau ditunjuk oleh Majelis Pertimbangan

18.2    Pimpinan sidang tetap dipilih oleh Rapat Anggota

18.3    Jumlah pimpinan sidang sejumlah 3 (tiga) orang

Pasal 19

Pertanggungjawaban Kegiatan dan Keuangan

19.1  Sebelum diajukan dalam Rapat Anggota, laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan pengurus sudah harus diperiksa oleh Majelis Pertimbangan.

19.2 Laporan Pertanggungjawaban Badan Pengurus Harian disahkan oleh Rapat Anggota Tahunan, Laporan Majelis Pertimbangan hanya Laporan Penilaian (tidak memerlukan persetujuan forum).

Pasal 20

Pemilihan dan Pengangkatan Pengurus STAPALA

Pemilihan dan pengangkatan pengurus dilakukan dengan cara sebagai berikut :

20.1    Ketua umum dipilih dalam Rapat Anggota.

20.2    Ketua umum bertindak sebagai formatur untuk melengkapi susunan pengurus dengan harus memperhatikan aspirasi anggota dan prinsip representatif dan kaderisasi.

20.3    Anggota pengurus lama dapat dipilih kembali.

Pasal 21

Peraturan dan Pelaksanaan Rapat Anggota dan Rapat Anggota Luar Biasa

Ketentuan mengenai rapat yang belum diatur dalam PD/PRT ini akan ditetapkan dalam pelaksanaan oleh Majelis Pertimbangan.

BAB V

PENGURUS STAPALA

Pasal 22

Ketentuan Umum

22.1    Pengurus bertindak sebagai pelaksana organisasi dan mewakili organisasi baik ke dalam maupun keluar

22.2    Pengurus mempunyai masa kerja selama 12 (dua belas) Bulan

22.3    Pengurus tidak dapat merangkap sebagai anggota Majelis Pertimbangan

Pasal 23

Susunan Pengurus

23.1    Pengurus harian

23.2    Pengurus insidental

Pasal 24

Susunan Pengurus Harian

24.1    Badan Pengurus Harian (BPH) dipimpin oleh Ketua Umum

24.2    Susunan BPH ditentukan oleh Ketua Umum

Pasal 25

Pengurus Insidental

25.1    Pengurus insidental adalah pengurus yang dibentuk oleh BPH STAPALA untuk melaksanakan kegiatan tertentu dan struktur kepengurusan insidental disesuaikan dengan kebutuhan.

25.2    Pengurus insidental bertanggung jawab kepada Ketua Umum.

Pasal 26

Hak Pengurus Harian STAPALA

26.1    Membuat peraturan-peraturan pelaksanaan dengan berpedoman kepada PD/PRT.

26.2    Melakukan tindakan demi kepentingan organisasi sesuai dengan tujuan , asas, dan dasar organisasi.

26.3    Dalam keadaan mendesak dapat melakukan tindakan untuk menyelamatkan organisasi yang harus segera dipertanggungjawabkan kepada Rapat Anggota  dan Rapat Anggota luar biasa.

26.4    Melakukan pembelaan di dalam Rapat Anggota dan Rapat Anggota luar biasa.

26.5    Mengusulkan anggota kehormatan.

26.6    Meminta pertanggungjawaban pengurus insidental.

Pasal 27

Kewajiban Pengurus Harian

27.1    Melaksanakan kegiatan organisasi.

27.2    Menyelenggarakan kegiatan administrasi  organisasi dengan baik.

27.3    Membuat rencana kerja dan membuat rencana penerimaan pengeluaran berbagai kegiatan.

27.4    Menyelenggarakan kegiatan khusus sebagai syarat keanggotaan untuk menjadi anggota biasa minimal 1 (satu) tahun sekali dalam periode kepengurusan.

27.5    Memperhatikan dan mempertimbangkan usulan-usulan yang disampaikan anggota biasa, anggota kehormatan dan Majelis Pertimbangan.

27.6    Pada akhir kepengurusannya membuat laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan kepada Rapat Anggota setelah diperiksa Majelis Pertimbangan.

27.7    Melayani dengan baik apabila Majelis Pertimbangan meminta untuk :

27.7.1    Mengadakan rapat/pertemuan mengenai hal-hal yang dianggap perlu

27.7.2    Mengadakan pemeriksaan atas kegiatan keuangan pada akhir periode kepengurusan

Pasal 28

Hubungan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa

Kegiatan STAPALA dapat bekerja sama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa dan Elemen Kampus Lain Sekolah Tinggi Akuntansi Negara.

Pasal 29

Syarat-syarat Pengurus Harian

29.1    Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

29.2    Terdaftar sebagai anggota biasa yang berstatus mahasiswa di lingkungan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara

29.3    Mempunyai kemampuan untuk menjalankan tugasnya, berwatak dan bermoral baik

29.4    Mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi pada organisasi dan tidak mementingkan pribadi atau golongan.

Pasal 30

Rapat Pengurus Harian dan Pengurus Insidental

30.1    Rapat istimewa

30.1.1    Rapat istimewa diadakan dalam hal :

30.1.1.1 Terdapat masalah menyangkut status keanggotaan

30.1.1.2 Terdapat masalah menyangkut status organisasi dan dipandang untuk diadakan tanpa menunggu Rapat Anggota

30.1.2    Rapat istimewa dihadiri oleh :

30.1.2.1 Pengurus Harian

30.1.2.2 Majelis Pertimbangan

30.1.2.3 Undangan

30.2    Rapat Pleno

30.2.1    Rapat Pleno diadakan dalam hal :

30.2.1.1 Minimal 2 (dua) kali dalam periode kepengurusan

30.2.1.2 Menilai syarat keanggotaan

30.2.1.3 Membahas program kerja yang sedang berjalan

30.2.2    Rapat pleno dihadiri oleh segenap pengurus harian

30.3    Rapat Khusus

30.3.1    Rapat khusus diadakan :

30.3.1.1 minimal 2 (dua) kali dalam 2 (dua) bulan

30.3.1.2 membahas masalah organisasi

30.3.2    Rapat khusus dihadiri oleh BPH STAPALA dan pengurus lainnya

30.4    Rapat Insidental

Rapat pengurus insidental diadakan dalam hubungan kepanitiaan yang sedang berjalan.

BAB VI

MAJELIS PERTIMBANGAN

Pasal 31

Ketentuan Umum

31.1    Majelis Pertimbangan merupakan pengawas jalannya pengurus harian dan pengurus insidental.

31.2    Majelis Pertimbangan merupakan bagian integral yang tak terpisahkan dari organisasi secara keseluruhan.

31.3    Majelis Pertimbangan tidak dibenarkan mempunyai jabatan/ kedudukan sebagai pengurus harian.

Pasal 32

Susunan Majelis Pertimbangan

32.1    Ketua Majelis Pertimbangan, merangkap anggota, berstatus mahasiswa yang sekurang-kurangnya duduk di tingkat III dan dipilih dalam Rapat Anggota.

32.2    Majelis Pertimbangan berjumlah 3 (tiga) orang yang berstatus  mahasiswa dan 5 (lima) anggota di luar kampus.

Pasal 33

Syarat-syarat Keanggotaan Majelis Pertimbangan

33.1    Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

33.2    Terdaftar sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Akuntansi Negara pada tahun akademi yang sama dengan periode kepengurusannya

33.3    Mempunyai kemempuan untuk menjalankan tugasnya, berwatak dan bermoral baik

33.4    Mempunyai dedikasi dan loyalitas yang tinggi  pada organisasi dan tidak mementingkan kepentingan pribadi dan golongannya

33.5    Sekurang-kurangnya telah duduk di tingkat III

33.6    Mempunyai status sebagai anggota biasa atau anggota kehormatan

Pasal 34

Hak Majelis Pertimbangan

34.1    Meminta kepada pengurus harian STAPALA untuk mengadakan rapat pertemuan mengenai hal-hal yang dianggap perlu

34.2    Mengadakan Rapat Anggota luar biasa bila dianggap perlu

34.3    Mengawasi jalannya kegiatan dan keuangan organisasi

34.4    Memeriksa laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan pengurus pada akhir periode kepengurusannya

34.5    Mengusulkan suatu kegiatan kepada pengurus

Pasal 35

Kewajiban Majelis Pertimbangan

35.1    Mengawasi pelaksanaan kegiatan pengurus agar sesuai dengan keputusan Rapat Anggota dan PD/PRT

35.2    Memeriksa laporan pertanggungjawaban kegiatan dan keuangan pengurus STAPALA setiap tiga bulan sekali

35.3    Menyelenggarakan Rapat Anggota

35.4    Melaporkan kegiatan tahunannya kepada Rapat Anggota

BAB VII

PERBENDAHARAAN

Pasal 36

Inventaris dan Keuangan

36.1    Perbendaharaan organisasi terdiri dari kekayaan berupa barang-barang inventaris dan berupa uang.

36.2    Sumber-sumber penerimaan organisasi adalah berasal dari :

36.2.1    Iuran Anggota

36.2.2    Sumbangan yang tidak mengikat

36.2.3    Subsidi Badan Eksekutif Mahasiswa

36.2.4    Hasil usaha lain yang sah

36.3    Penerimaan dan penggunaannya harus dapat dipertanggungjawabkan dalam Rapat Anggota.

Pasal 37

Iuran Anggota

37.1    Besarnya iuran anggota ditentukan oleh BPH STAPALA dalam bentuk peraturan pelaksanaan.

37.2    Kewajiban membayar iuran terletak pada anggota biasa.

BAB VIII

SANKSI

Pasal 38

Sanksi

38.1    Jenis sanksi :

38.1.1    Peringatan lisan

38.1.2    Peringatan tertulis

38.1.3    Sanksi administrasi

38.1.4    Pencabutan anggota sementara

38.2    Peraturan pelaksana sanksi diatur oleh BPH STAPALA dalam peraturan tersendiri.

38.3    Hilangnya keanggotaan  (lihat Pasal 12).

BAB IX

PEMBUBARAN

Pasal 39

Pembubaran

Organisasi ini hanya dapat dibubarkan oleh Rapat Anggota luar biasa yang diadakan khusus untuk itu.

BAB X

PENUTUP

Pasal 40

Ketentuan Peralihan

40.1   Peraturan Rumah Tangga ini disahkan oleh musyawarah anggota STAPALA yang ke– 3 pada tanggal 2 Agustus 1980 di Jakarta dan telah diadakan beberapa kali perubahan dengan perubahan terakhir kalinya oleh Rapat Anggota pada tanggal 3 Mei 2008 di Jurangmangu.

40.2   khusus untuk penyeLenggaraan rapat anggota berikutnya diLaksanakan pada buLan November 2008

Pasal 41

Ketentuan Tambahan

Hal-hal yang tidak diatur atau belum diatur dalam Peraturan Rumah Tangga ini diatur dengan peraturan tersendiri sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga.

Pasal 42

Perubahan

Peraturan Rumah Tangga ini hanya dapat diubah oleh Rapat Anggota.

Lampiran  1

JANJI STAPALA

  1. Kami anggota STAPALA bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Kami anggota STAPALA berbakti kepada bangsa dan tanah air.
  3. Kami anggota STAPALA mencintai dan melestarikan alam serta lingkungan.
  4. Kami anggota STAPALA menjalin tali persaudaraan anggota dan sesama pencinta alam.
  5. Kami anggota STAPALA menjaga dan menjunjung nama baik STAPALA.

Lampiran  2

LAMBANG

  • Lingkaran biru , menunjukan persatuan dan kesatuan
  • Peta dunia berwarna coklat menunjukkan lingkup kegiatan
  • Empat buah segitiga warna merah menunjukkan arah mata angin
  • Lingkaran warna kuning yang berjumlah dua puluh lingkaran kecil menunjukkan jumlah pendiri STAPALA
  • Gambar gunung berwarna hijau dengan garis warna coklat menunjukkan alam beserta lingkungan
  • Gambar tangan berwarana coklat memegang dan meraih buku, menunjukan kegiatan STAPALA tidak mengganggu pendidikan
  • Pita berwarna kuning bertuliskan STAPALA menunjukkan nama organisasi

Lampiran  3

BENDERA
  1. Berwarna putih
  2. Di tengahnya terdapat lambang STAPALA
  3. Di atas lambang terdapat tulisan KELOMPOK PENCINTA ALAM
  4. Di bawah lambang terdapat tulisan STAPALA
  5. Di bawah tulisan STAPALA terdapat tulisan SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA DAN PROGRAM DIPLOMA KEUANGAN
  6. Bendera berukuran persegi panjang , panjang :  lebar  =  3 : 2

Keterangan

  • Panjang tulisan KELOMPOK PENCINTA ALAM  dua kali diameter lambang  STAPALA
  • Diameter setiap huruf STAPALA sama dengan diameter lingkaran kuning dalam lambang
  • Besar huruf  SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA DAN PROGRAM DIPLOMA KEUANGAN sama dengan besar huruf KELOMPOK PENCINTA ALAM

Lampiran  4

SEMBOYAN

“MENCINTAI ALAM TANPA MELUPAKAN PENDIDIKAN AKADEMIS”

Lampiran  5

PENGGUNAAN

  1. Peraturan penggunaan lambang :
  • Dalam bentuk emblem, disematkan di dada kiri
  • Dalam bentuk slayer , spanduk , poster dan surat-surat resmi
  • Terdapat dalam bendera STAPALA
  • Terdapat pada lengan kiri Seragam STAPALA
  1. Peraturan penggunaan bendera :

Dibawa dan digunakan dalam setiap kegiatan resmi STAPALA

PEKIK STAPALA

Leader                :    Hidup STAPALA……………….

Anggota              :    STAPALA……………… heeeeyyyy

FORMASI STAPALA

Adalah ANGKARE

XXXX             O               XXXX

XXXX                               XXXX

XXXX                               XXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

X= peserta upacara

O= bendera

Formasi STAPALA dilaksanakan  pada setiap kegiatan resmi STAPALA

PAKAIAN STAPALA

1. seragam stapaLa terdiri dari :

a.    kemeja biru Langit dengan atribut ;

1)      badge dengan Lambang stapaLa di Lengan kiri

2)      nomor spa di dada  kanan

3)      tuLisan keLompok pencinta aLam stapaLa di dada kiri

4)      embLem dengan Lambang stapaLa di dada kiri

5)      atribut Lain yang disahkan meLaLui sk ketua umum

b.    sLayer merah dengan Lambang stapaLa

c.    ceLana panjang

d.    sepatu

2.   seragam stapaLa digunakan pada saat :

a. rapat anggota tahunan (rat) stapaLa

b. upacara hut stapaLa

c. peLantikan anggota baru stapaLa

d. kegiatan resmi yang diseLenggarakan organisasi/instansi di Luar stapaLa apabiLa anggota bertindak sebagai utusan stapaLa

e. kegiatan-kegiatan stapaLa Lain yang oLeh panitia diwajibkan memakai seragam STAPALA

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: