you're reading...
Arung Jeram

Sebuah catatan sang korban (Cikandang)

Minggu 14 Februari 2010 seharusnya menjadi hari yang indah buat saya,komeng,qun2,gambreng,geplak,coti,n bori. Hari itu kami berencana rafting di sungai cikandang kecamatan pakenjeun Garut. Rencana awal kami ngarung pada hari Saptu sehari sebelumnya tapi karena ada beberapa masalah dengan mobil (ganti dinamo,rem blonk,mogok,sampe di dorong2)ahirnya jam setengah 11 kami sampai di TKP. Kami sempat ragu itu adalah tempat Start pengarungan coz jalur untuk menuju k sungai terjal melewati sawah,tapi kami tetep start dari sana. Setelah memompa perahu dan packing,kami portaging perahu k bawah dengan bantuan beberapa warga.

Jam11 kami sudah siap,berdoa sejenak dan lepas landas. Saya sudah merasakan derasnya arus cikandang. Jeram pertama dilalui dengan lancar,komeng mengambil komando dari belakang sementara qun2 berteriak menyemangati di depan. Kami menerjang holes panjang sampai sekitar 15 menit kita menepi coz deck belakang kempes. Geplak bergegas memompa,setelah sedikit brifing kita lanjut brangkat. Arus semakin kencang tak terkendali,15 menit perjalanan kami menghantam holes sampai perahu terbalik. Kejadian begitu cepat saya tertimpa perahu dan berusaha menyelam k bawah. Sampai k permukaan saya menyadari telah terpisah jauh dari perahu dan teman2. Posisi saya tepat di tengah sungai dengan arus deras. Saya mencoba mencari pegangan dan menepi tapi percuma arus terus mendorong k depan. Saya menerjang holes dan berputar2 beberapa kali. Sejenak arus datar saya melihat sekeliling hanya ada komeng dan geplak yang ikut hanyut. Komeng sempat berada persis di samping saya,saya mencoba menggapai tapi lepas lagi. Setelah itu Rangkaian Holes siap menghadang,saya hanya bisa pasrah di pontang-panting arus. Di dalam aer badan dan lutut terus membentur batu,sendal gunungpun copot saking derasnya arus,untungnya Helm dan Pelampung gag ikut lepas. Entah gimana nasib saya kalo tanpa helm n pelampung. Sekitar setengah jam arus sempat datar Saya berusaha dengan sisa tenaga untuk menepi tapi memang percuma. Saya melambaikan tangan meminta bantuan,sepintas terlihat ada Mapala lain (yg diketahui kemudian adalah mapala UI) sedang menepi dan melihat saya hanyut. Katanya mereka mengulurkan Tali k sungai tapi saya tak melihat dan terus terbawa arus. Di depan kembali Rangkaian Holes menggulung,kali ini saya benar2 lemas,dalam benak saya terus berdzikir dan membayangkan keluarga serta teman2. Saya pasrah dan terpikir bakal mati konyol di aer,tapi saya tetap mengatur irama napas dan tidak Panic!! Y sekitar 30 detik saya baru bisa lagi mengambil napas setelah itu kembali tenggelam berguling2. Entah sudah berapa liter air sungai yg terminum,alhamdulilah saya masih di beri kesadaran dan tidak pingsan.

Begitulah seterusnya sampai ahirnya mukjizat itu datang,saya tiba2 tersangkut di sebuah batu besar di tengah2 sungai. Kesempatan itu tak ku sia-siakan,saya terus memeluk batu tersebut dengan sekuat tenaga coz arus terus mendorong. Kondisi saya sudah sangat lemas,saya melihat k samping ada seorang warga yang melambaikan tangan lalu bergegas menghampiri saya. Kemudian datang lagi beberapa warga lainnya yang ikut menolong. Sekitar 4-5orang yang menggotong saya k tepian. Badan saya di telentangkan di tanah dan mereka menanyakan apakah saya masih sadar. Saya ingin menjawab tapi suara tidak keluar,saya cukup mengangaguk saja. Badan saya menggigil dan kaku,mereka lantas bergegas mengevakuasi saya k perumahan. Saya dimasukan k sarung lalu di pinggul dengan memakai sebatang bambu. Selama perjalanan banyak sekali warga yang melihat dan bertanya2. sepintas saya mendengar celetukan ‘kunaon eta,hirup keneh teu(masih idup gag)”
Saya yang setengah sadar saat itu hanya bisa diam dan tak tau mau di bawa kemana.

Sekitar 15 menit saya sampai di sebuah rumah warga,saya di telentangkan dan di beri makan n minum. Badan serasa remuk redam,tak bisa menekukan kaki dan berjalan,baju saya yang basah kuyub kemudian di ganti oleh seorang warga,dan didapati luka dan memar di pinggang,punggung,dan lutut yang cukup parah. Mereka melakukan P3K dan mulai mewawancarai saya dengan bahasa Sunda. Untungnya saya mengerti dan menjawabnya dengan jawaban singkat. Saya tak henti2 mengucapkan terima kasih pada mereka. Selanjutnya saya di oper lagi k rumah warga yang katanya seorang “Mantri” (orang pandai).
Di perjalanan hujan turun cukup lebat. Bak seorang artis saya menjadi objek tontonan orang sekampung. Memang warga kampung terkenal dengan kekompakannya,berita musibah ini pun langsung menyebar. Sampai di rumah mantri,saya disambut puluhan warga. Saya didudukan kembali dan seketika ada seorang ibu2 memeluk saya sambil menangis,”syukur cep kamu masih diberi keselamatan”. HatiKu sangat tersentuh baik sekali warga disana. Layaknya seorang Raja saya disuapi nasi dan di beri susu hangat. Mereka pelan2 melucuti pakaian saya,tapi saya menolak untuk di ganti daleman(yg itu pribadi,he he)
Tak berapa lama datanglah sang Mantri yang d sebut2,dia ternyata seorang nenek sepuh. Dia mengusap2 dahi saya sambil membacakan doa,lalu saya di beri air sakti(telah dibacakan doa) dan 5 butir obat tablet. Keadaan saya sudah aga tenang,lantas saya bertanya k salah satu warga bagaimana keadaan teman saya yg lain??Dia menjawab 5 orang sudah lapor k kapolsek sementara seorang lagi belum diketemukan. Yang belum ketemu itu cewek,pikiran saya langsung trtuju k Geplak!! Saya shock berat mendengar berita itu di tambah lagi warga yg beranggapan klo cew tidak kan kuat bertahan di sungai karena mempunyai napas yg lebih pendek.

Jiwa saya tambah down,mereka terus bertanya mengapa bisa kejadian seperti itu. Sejam kemudian tepatnya pukul 15.00,4 orang polisi datang dengan membawa mobil patroli. Mereka membawa kabar gembira bahwa semua korban telah diketemukan dan selamat. 7 Orang dari tim kami serta 17 orang dari mapala UI(yg s4 mencoba menolong saya). Alhamdulilah saya sangat bersyukur saat itu. Saya di wawancarai untuk memastikan informasi yg telah di dapatkan dari teman saya Bori,lalu sayapun di gotong k dalam mobil polisi. Di dalam mobil saya di beri tau polisi bahwa lokasi saya terjatuh sampai di ketemukan warga adalah 11 kiloMeter,,hah sejauh itukah!! sedangkan teman saya Geplak di tolong warga desa sebelah yg berjarak 7 KM. Perjalanan melewati jalan yg rusak dan berbelok2,sungguh terpencil memang. Di tengah jalan kami berenti karena menunggu geplak yg sedang di anter tukang Ojeg. Semua polisi turun sedangkan saya di tinggal d mobil sendiri,kebelet pipis lg. D luar hujan saya pun tak bisa jalan,karena sudah tidak kuat lg nahan ahirnya saya bilang k polisi bahwa saya kebelet. Dia memberi saya botol aqua kosong 600ml. Kemudian saya mulai melancarkan serangan,ternyata 600ml gag cukup,saya buka pintu dan membuangnya lalu isi ulang lagi,he he. 1,2 liter memang tak sebanding dengan air yg saya minum di sungai.

jam 16.00 geplak datang dan masuk k mobil,sya tersenyum melihat teman saya selamat. Kamipun di bawa k puskesmas. Di sana saya bertemu bori,coti,gambreng,qun2,dan komeng. Saya bersyukur tak terkira,Saya lantas di periksa oleh perawat,tensi saya 100(masih normal). Luka saya dicek dan di obati. Setelah itu tamu berdatangan mulai dari warga,Kapolsek,reporter radio(diwawancarai n di rekam)dan yg trahir mapala UI yg cantik2,saya pun bersalaman,he he…

Malam itu saya bedrest n gk memungkinkan untuk langsung pulang,ahirnya kami memutuskan untuk menginap semalam dan melerakan tidak masuk kantor esok harinya. Saya blum berani lapor k keluarga coz takut mereka panic,saya hanya memberitahu temen dekat saja. Besok paginya baru saya ceritakan k Ortu dan Booomm,,hehe..
Jm 09.00 pagi kita pamit pulang,sebelumnya luka di kaki saya di beri obat mujarab dari komeng yaitu serbuk rokok!!(sialan kau meng) walau perihnya minta ampun tapi langsung kering,,patut di coba,he he.

Ahirnya kami pulang dengan ceria^^
terima kasih cikandang yang telah mengajarkanKu arti hidup…
Unforgateable Memories FoRever…
Terima kasih anak2 mapala UI. muspida kec. pakenjeng (pegawai kecamatan,personel polsek,koramil,petugas satpol pp). pegawai puskesmas dan semua warga pakenjeng…tanpa kalian mungkin saya sudah berada di alam lain..
Terima kasih juga buat Pak Ombak(supir yg setia menemani kami),teh syanni(tumpangan Rumahnya manteb teh ^^),n mba Sheback(makasi jamuan pas pulangnya,kenyang mba^^)…dan teman2 yg memberi dukungan moral maupun doa..
Terima kasih Komeng,Qun2,gambreng,Coti,Geplak,Bori,saya gag kan kapok ngarung bareng kalian lagi,,saya bangga menjadi bagian dari Stapala..
dan yang terpenting…
Terima kasih kepada Allah SWT yang masih menyayangi saya dan belum menyuruh malaikat Izroil untuk menjemput saya..Alhamdulilah..

dari bilik seksi pemeriksaan
-Iqbal_Kehed877-

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

One thought on “Sebuah catatan sang korban (Cikandang)

  1. sebuah pengalaman yang sangat berharga … perencanaan yang matang mutlak harganya … buat para orader STAPALA, kapan kita tuntaskan misi CIKANDANG ini?

    Posted by muttaqun | June 12, 2012, 7:01 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: