you're reading...
Arung Jeram

Stapala, Posko Banjir Tangerang

Jakarta saat ini sedang dalam kondisi darurat karena banjir besar, itu Kita tahu. Tahukah Anda kalau daerah sekitar kampus Kita juga terkena musibah ini, bahkan termasuk paling parah. Apakah yang bisa Kita Lakukan ? Apakah keberadaan Kita, STAN, IKAPTKDK bisa bermanfaat bagi orang – orang terdekat ? Mungkin cerita dibawah ini bisa memberi gambaran.

Februari 2007, Posko Stapala kebanjiran permintaan evakuasi banjir dari regency Bintaro, IKPN Bintaro, Puri Bintaro Hijau, Cileduk Indah, Maharta. STAN atau tepatnya STAPALA sudah tercatat di BASARDA Kabupaten Tangerang sebagai lembaga yang memiliki perahu karet dan tenaga terlatih sebgai sukarelawan SAR. Tanpa ba bi bu Stapala segera menyiapkan tim dan perahu karet. Tidak ada birokrasi atau ijin – ijin an karena (untungnya) perahu karetnya adalah hasil patungan bersama anggota. Terkumpul kurang lebih 20 an anggota Stapala yang siap terjun ke Daerah Bencana. Perahu Stapala diterjunkan untuk evakuasi korban banjir di perumahan sekitar Kampus STAN Jurangmangu. Daerah sekitar Kampus STAN adalah salah satu daerah terparah di wilayah Jakarta Selatan – Tangerang. Di wilayah tersebut antara lain terletak Cileduk, Ciputat, Pamulang, Tanah Kusir, yang merupakan daerah langganan banjir.

Pada evakuasi kemarin, Stapala  bekerja sama dengan pecinta alam dari UIN, Bhakti Pembangunan, dan universitas lain di sekitar kabupaten tangerang – Bintaro. Perahu Stapala diterjunkan ke daerah banjir di Taman Safari, Taman Mangu, dan Pondok Kacang. Hhmmmm, bahagianya, bisa memberi manfaat secara langsung ke masyarakat. Hari Minggu seharusnya dijadwalkan ke Cileduk Indah, tapi perahu sedikit ada kerusakan sehingga perlu perbaikan. Statusnya stand by menunggu perintah SAR kabupaten Tangerang yang menjadi kordinator.

Terbatasnya jumlah perahu yang terjun di saat awal bencana, menyebabkan perahu karet digunakan secara over. Perahu Karet Stapala akhirnya harus bocor di Hari Minggu. Saat ini masih sedang ditembal sendiri di Posko Stapala ( uh, pompanya ikut rusak lagih ! ). Selain itu, Stapala harus kehilangan pelampung sebanyak 2 buah. Pelampung memang benda paling dicari disaat banjir. Entah siapa yang lupa mengembalikan. Sampai dengan saat ini belum ada perhatian dari masyarakat Kampus lainnya seperti Lembaga, BEM, ataupun Ikatan ALumni. Dana yang dikeluarkan untuk Tim SAR masih dikeluarkan dari kantong pribadi. Untuk pinjam ambulan Kampus kemarin saja terasa sangat birokratif ( disaat SOS ). “ Baru dikasih ijin, setelah Kami melibatkan pihak Polsek Pondok Aren “ ! celetuk anggota tim sambil ngedumel.

Saat ini Tim Sukarelawan istirahat di Posko Stapala. Sementara Perahu masih sedang perbaikan. Bila dibutuhkan akan segera turun ke daerah bencana. Tunggu panggilan dari BASARDA. Apakah Kita Sanggup kembali ke Medan Evakuasi Korban Banjir ? tergantung kesiapan Tim. Saat ini 5 orang anggota tim sukarelawan sudah terkena Demam dan flu. Terlalu lelah dan kedinginan, serta kurang makan. Perlu dicatat kebutuhan tim saat ini diantaranya : supplemen / vitamin, dan juga kendaraan transport menuju lokasi. Juga banyak yang minta disumbang celana dalam ( serius ) “stok celana dalam Kami semua sudah basah, Bang” kata salah satu anggota sukarelawan di Posko Stapala.

Walau kondisi tubuh sangat melelahkan, tapi semangat tim sukarelawan masih cukup tinggi. Saat ini standby 7 orang anggota Stapala ( salut berat Maannn ! ). Selebihnya harus istirahat di rumah karena sakit atau kondisi tubuh menurun. Anggota Tim juga minta tolong untuk mengupayakan dispensasi dari pihak kampus apabila Hari ini (senin) akan turun lagi ke daerah bencana. Semua birokrasi ke Lembaga harus lewat BEM STAN. Bagaimana BEM ? bisa mengusahakan dispensasi ? atau sekaligus dana dari lembaga atau dari Kas ?

Keluhan lain adalah kondisi Kampus yang saat ini tidak kondusif sebagai salah satu posko SAR. Menurut laporan, tidak ada kamar mandi yang dibuka di hari Sabtu – Minggu Kemarin. Kalaupun ada yang buka, airnya dimatikan. Padahal tim sangat mebututhkan air bersih untuk membersihkan perahu karet dan untuk mandi anggota tim.

Jadi Kepingin Tanya, ada nggak sih anggaran STAN hal-hal darurat seperti ini ? misalnya untuk menyiapkan tim SAR ( karena lingkungan Kampus dekat dengan daerah2 banjir ),dan Membeli/memelihara perahu karet, atau menyiapkan posko bantuan. Di Kampus-kampus lain ada lho, Tim SAR dan berbagai kebutuhannya ( Siap Setiap Saat ). Atau karena STAN Sekolah Ikatan Dinas, Kita tidak usah musingin hal Itu ?………..hehehehe Kesian deh Lo Sukarelawan !

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: