you're reading...
Sepatah Kata

MENUNTASKAN IMPIAN

Awal Oktober 2009 Penulis sengaja berkunjung ke Kampus STAN. Mencoba merasakan kembali aura kampus dan tentu saja Stapala. Gedung kampus yang banyak menyimpan kenangan tengah di renovasi. Posko Stapala untuk sementara juga tergusur dari Gedung G. Tak ada canda dan tawa di pojok gedung G seperti 20 tahun terakhir Kampus STAN. Tidak ada sama sekali. Dinding panjat yang masih berdiri menjadi saksi keheningan ini. Posko Stapala untuk sementara pindah ke Komplek perumahan di luar Kampus. Seindah apapun perjalanan 30 tahun Stapala, kondisi Kampus terakhir sempat membuat ambruk semangat menuntaskan penyusunan Album perjalanan 30 tahun Stapala.

Tigapuluh tahun adalah usia yang sudah sangat dewasa. Ibarat manusia pada usia tersebut kemungkinan sudah mempunyai pekerjaan, sudah berkeluarga, sudah dalam kondisi yang stabil. Stapala 30 thn adalah organisasi yang sudah melakukan perjalanan begitu panjang. Kisah petualangan yang panjang dengan 888 anggota yang tersebar di seluruh nusantara, beragam pekerjaan, denga  range usia yang sudah 30 tahun.

Menyusun perjalanan 30 tahun stapala adalah hal yang menjadi impian penulis sejak lama. 10 tahun yang lalu sudah dirintis dengan menyusun 20 thn stapala yang sangat sederhana. Menemukan kawan seiring dengan impian yang sama adalah yang tersulit. Terpaksa impian ini sedikit terpendam selama beberapa tahun. Tidak terbilang sudah beberapa tim dibentuk untuk menyusun buku 30 tahun Stapala, cuma semangat di awal, kemudian bubar jalan.

Dengan bismillah dengan niat mempersembahkan buat stapala, penulis memulai menyusun buku ini dengan membuat kerangka besar. Sulit, menentukan tiang-tiang perjalanan stapala selama 30 thn. Masing-masing angkatan punya kisah dan cerita tersendiri. Penulis harus membuat kriteri-kriteria agar jelas mana kisah yang bias masuk , mana yang tidak.

Untungnya, kriteria tersebut sudah ada di buku 20 thn stapala, dimana penulis juga ikutan di dalam tim penyusun. Kami tinggal menambahkan hal-hal ayng belum ada. Pujian dan ucapan terima kasih patut kita sampaikan kepada tim penyusun buku 20th stapala, khususnya aris Handaru, Febra faturahman yang sudah mengawali menyusun kisah perjalanan stapala yang panjang.

Banyak hal yang berkesan ketika menyusun album perjalanan ini. Beberapa kisah yang pada buku 20th stapala sudah pernah diakui kebenarannya, ternyata di beberapa kesempatan terbantahkan dengan adanya fakta-fakta atau kesaksian baru. Wah jadi tambah seru dan ramai. Puncaknya di Sarasehan stapala 2008 di Jogjakarta terungkap hal-hal sejarah perjalanan yang tidak sesuai dengan kepercayaan turun temurun di antara anggota, misalnya tentang keberadaan 20 anggota pendiri.

Kesibukan penulis dan nara sumber juga menjadi tantangan sendiri.Butuh komitmen luar biasa dan komitmen tinggi untuk sedikit demi sedikit mengumpulkan, menyusun, dan menulis. Beberapa nara sumber diwawancarai melalui email,mailing list, sms, facebook, atau yahoo messanger. Penulis merasakan semangat dan antusiasme yang begitu besar dari sebagian besar nara sumber.

Memilih foto juga menjadi kesibukan tersendiri yang sulit diukur. Begitu banyak foto yang harus dinilai dan dicari kisah dibaliknya. Walau demikian, akhirnya penulis harus memutuskan foto-foto yang harus tampil.

Terima kasih Stapala, atas kesempatan dan tantangan yang Kau berikan.

Semoga bermanfaat !

Penyusun  – Indra Jabrix (263/SPA/90)

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: