you're reading...
Kegiatan

HUT Stapala ke 11 di Anyer

Sabtu 24 November 1990. Hari lang tahun stapala ke 11. Tidak ada perayaan apa-apa. Kami akan memperingatinya dengan berjalan menyusuri pantai. Judulnya Long March Anyer Beach. Payahnya, kami harus bayar lima ribu untuk transportasi. Kami menumpang truk ABRI dari kampus. Penuh sekali, hampir 50 orang ikut serta. Sebagian besar anggota stapala, sebagian lagi partisan. Jam 16.00 kami meninggalkan kampus menembus malam minggu Jakarta yang macet.


Tepat di sebrang mercu suar pantai anyer kami turun dari truk. Mula- mula diadakan acara renungan yang aku tidak jelas isinya. Aku lebih asik ngobrol. Kemudian rombongan dipecah dua. Satu rombongan adalah tim inti yang akan berjalan di depan. Sisanya tim penggembira. Tim inti punya target harus tiba di pantai carita pada jam tertentu. Aku masuk tim inti bersama-sama angkatan diklat 90. Tim inti berangkat duluan.

 

Pemisahan rombongan ternyata kemudian acak-acakan. Sebagian tim inti berjalan perlahan, sementara sebagian tim penggembira berjalan terlalu cepat. Semrawut. Jelasnya kami berjalan berdasarkan teman terdekat. Aku berjalan bersama-sama teman diklat yang kebetulan sudah saling akrab sejak diklat. Awal perjalanan menyusuri jalan aspal. Gelap, tanpa penerangan jalan atau senter. Mengasikan. Banyak ide-ide guyonan yang muncul diantara kami. Andri jadi obyek penderita malam ini. Semua tingkahnya tidak lepas dari celaan.

 

Di karang Bolong kami istirahat, minum air kelapa muda. Perjalanan sudah dua jam. Belum ada tanda – tanda kelelahan di mata anak-anak. Selanjutnya kami menyusuri pantai. Asik sekali berjalan di gelapan di bawah sinar rembulan. Suara deburan ombak menjadi pemanis perjalanan. Kadang kami harus naik atau menuruni batu karang. Kami berhenti berjalan ketika muncul cahaya di ufuk timur. Matahari terbit.

 

Kami sholat subuh di Muara sungai kecil yang bogus sekali. Airnya mengalir perlahan-lahan menuju lautan. Bingung juga, gimana memisahkan air yang asin dan yang tawar. Kuasa Tuhan yang maha Kuasa. Kami lanjutkan perjalanan. Rombongan sudah demikian acak-acakan. Sebagian sudah ikut dengan truk yang bertugas menyapu. Sebagian lagi tidak berjalan di tepi pantai, memilih jalan aspal yang lebih keras. Aku lihat pembawa bendera sudah naik truk. Kami, aku bersama gunawan,jendral,iye,adi berjanji untuk terus berjalan menyusuri pantai sampai dengan tujuan.

 

Ternyata perjalanan masih sedemikian jauh. Pemandangan pantai di pagi hari begitu indah. Udara begitu segar. Pantai putih. Ombak laut berdebur mengiringi perjalanan kami. Asik sekali berjalan perlahan, sambil berbincang dengan kawan-kawan. Kami berkali-kali berganti strategi berjalan. Kadang mengenakan sendal, kadang nyeker. Kondisi perjalanan berubah-ubah. Sesekali kali melewati villa – villa dengan para penghuni yang sering tun’s asing. Indah sekali pantai putih dengan pohon-pohon kelapa yang melambai-lambai. Sayangnya beberapa lokasi di tercemar oleh benda berjaket kuning. Bau lagih !. kami juga sempat menyebrang muara sungai besar denga menumpang perahu nelayan. Pokonya jangan sampai menjauhi pantai. Begitu agreementnya. Kadang kami harus menaiki tembok vila agar tidak keluar dari pantai. Menggelikan.


Jam 08.30 Kami tiba di pantai carita. Huh, perjalanan yang melelahkan sekaligus mengasikan. Acara ulang tahun stapala sudah selesai. Kami yang datang terkahir sudah tidak tahu ada atau tidaknya acara ulang tahun. Mungkin kami sudah dianggap tidak meneruskan perjalanan. Padahal sepertinya hanya kami yang murni berjalan kaki. Menurut penduduk jarak carita-mercu suar anyer sekitar 41 km. Lumayan. Aku tidak peduli dengan semuanya. Tidak kuat menahan kantuk. Jam 11.00 kami kembali ke Jakarta. Selamat ul
ang tahun stapala !

 

Indra Jabrix

263/SPA/90

Normal
0

false
false
false

IN
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
text-align:justify;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-bidi-font-family:”Times New Roman”;
mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
mso-fareast-language:EN-US;}

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: