you're reading...
Rock climbing

Menjajal Tebing Pantai Siung, Gunung Kidul

422323_3615238334926_943039099_nPantai Siung terletak di sebuah wilayah terpencil di Kabupaten Gunung Kidul, tepatnya sebelah selatan kecamatan Tepus. Jaraknya sekitar 70 km dari pusat kota Yogyakarta, atau sekitar 2 jam perjalanan. Menjangkau pantai ini dengan sepeda motor atau mobil menjadi pilihan banyak orang, sebab memang sulit menemukan angkutan umum.

 

Seperti sebuah ungkapan, “bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian”, begitulah kiranya perjalanan ke Pantai Siung. Kesenangan, kelegaan dan kedamaian baru bisa dirasakan ketika telah sampai di pantai. Birunya laut dan putihnya pasir yang terjaga kebersihannya akan mengobati raga yang lelah.

 

Di Pantai Siung kami melakukan perjalanan khusus divisi Rock Climbing 2012 bulan Agustus 2012 lalu. Tim Stapala yang melakukan perjalanan antara lain : Gusti Ngurah Hardyan a.k.a Leak, Adi Setia Jaya a.k.a Sundul , Budiaji Ontoseno F a.k.a Lunas, Raden Demokratianto a.k.a Esbeye , Najihah Nh a.k.a En-En , Atika Ratnasari a.k.a Riweuh, Melina Fajrin Utami a.k.a Kucir, dan Glad Rocksan a.k.a eike.

 

pantai-siung-yogyakartaTanggal 25 Agustus 2012 pukul 10.00, beberapa hari setelah hari raya Iedul Fitri, Kami bertemu di terminal bis Wonosari, Gunung Kidul. Kemudian dilanjutkan dengan mobil sewaan ke Pantai Siung selama 1 jam perjalanan. Suasana terminal dan selama perjalanan masih dalam suasana lebaran. Harga sewa bis masih mahal (untuk kantong mahasiswa).

 

Satu pesona yang menonjol dari Pantai Siung adalah batu karangnya. Karang-karang yang berukuran raksasa di sebelah barat dan timur pantai memiliki peran penting, tak cuma menjadi penambah keindahan dan pembatas dengan pantai lain. Karang itu juga yang menjadi dasar penamaan pantai, saksi kejayaan wilayah pantai di masa lampau dan pesona yang membuat pantai ini semakin dikenal, setidaknya di wilayah Asia.

 

Batu karang yang menjadi dasar penamaan pantai ini berlokasi agak menjorok ke lautan. Nama pantai diambil dari bentuk batu karang yang menurut Wastoyo, seorang sesepuh setempat, menyerupai gigi kera atau Siung Wanara. Hingga kini, batu karang ini masih bisa dinikmati keindahannya, berpadu dengan ombak besar yang kadang menerpanya, hingga celah-celahnya disusuri oleh air laut yang mengalir perlahan, menyajikan sebuah pemandangan dramatis.

 

185017_3615253015293_672547333_nTebing Siung terdiri dari banyak blok, dimana setiap blok terdiri dari berbagai macam dan jenis jalur pemanjatan lagi. Teknik pemanjatan yang kami lakukan adalah runner to runner, top rope (anchor) , dan free climbing. Ada sebanyak 250 jalur pemanjatan terdapat di Pantai Siung.

 

Kami langsung melakukan pemanjatan setiba di lokasi. Tebing Siung tidak seperti tebing yang sering dijumpai di daerah Jawa Barat yang bermaterialkan batuan kapur (seperti tebing ciampea, citatah, dan kelapa nunggal) . Tebing Siung bermaterialkan batuan karang, sehingga lebih tajam, landai, dan lembab. Ini merupakan salah satu kesulitan bagi kami dalam pemanjatan. Dibutuhkan waktu yang cukup untuk menyesuaikan diri. Selain itu, banyak hangar peninggalan pemanjat terdahulu tidak bisa digunakan lagi karena berkarat, goyang atau lepas.

 

Pemanjatan dimulai dari blok A,B, C dan D. Karena hangar  kurang safe untuk dipanjat, setelah beberapa runner, jalur kami ganti. Pemanjatan berakhir pukul 17.00. Kami pun mencari camp untuk beristirahat. Tim Putri memilih untuk menyewa kamar yang tersedia.

 

Pantai Siung menyediakan Fasilitas ground camp yang berada di sebelah timur pantai. Di ground camp ini, tenda-tenda bisa didirikan dan acara api unggun bisa digelar untuk melewatkan malam. Syarat menggunakannya hanya satu, tidak merusak lingkungan dan mengganggu habitat penyu, seperti tertulis dalam sebuah papan peringatan yang terdapat di ground camp yang juga bisa digunakan bagi yang sekedar ingin bermalam.

 

Malam pun tiba, saatnya kami makan malam dengan menu ayam goreng-bakar pasak tenda yang sangat lezat (walau kurang higienis). Namanya perut anak posko, apa pun dimakan. Setelah makan malam, kami coba menjelajah daerah sekitar Pantai Siung. Banyak sekali terdapat goa dan celah celah tebing yang menjadi rumah bagi tokek.

Keesokan harinya, 26 Agustus 2012,  Pukul 07.30 Kami mulai pemanjatan. Kami bertemu mapala setempat yang berbarengan memanjat di Tebing ini. Kami pun berbaur, dan saling mencoba jalur. Kami membuat anchor untuk pemanjatan dengan top rope, dan berhasil.

 

Kami saling berbagi pengetahuan skill memanjat, belaying dengan grigri, cara membuat anchor, dan cara membaca medan. Waktu berlalu dengan cepat, suara desiran ombak, semilir angin pantai, dan keasikan memanjat membuat malam hari begitu cepat datang.

 

Makan malam hari ini terasa sangat nikmat. Kami habiskan malam dengan berdenda gurau dan saling ceng cengan. Anggota tim yang berbeda divisi menjadikan malam ini adalah pertarungan ceng ceng an antar divisi . Visualisasi dari hangat dan akrabnya hubungan antar anggota Stapala.

 

603385_3615268615683_1014543113_nTanggal 27 Agustus 2012, Kami awali dengan latihan fisik dan olah kanuragan di tepi pantai. Karena hari kemarin ada anggota tim yang belum merasakan puncak di jalur tertinggi yang kami coba, kami pun penasaran dan mencoba lagi. Kami coba dengan free climbing (pemanjatan tanpa tali pengaman).Modalnya rasa penasaran dan percaya diri.Alhasil : untung selamet.

 

Pemanjatan kemudian dilanjutkan di jalur kuda laut. Hasilnya kurang memuaskan,dan segera dihentikan. Kemudian kami packing dan bersiap untuk pulang.  Berat rasanya meninggalkan tebing ini (berat di ongkos !). Kami pun pamitan dengan warga sekitar, dan pulang dengan kendaraan jemputan.

 

Semoga lain waktu bisa menjajal tebing ini lagi.

Salut atas semangat climber Stapala,  masih banyak tebing yang menanti…

Salam cinta dari tebing terindah, Tebing Pantai Siung !

 

By: Gusti Ngurah Hardyan

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

3 thoughts on “Menjajal Tebing Pantai Siung, Gunung Kidul

  1. kereeeen

    Posted by Leak 949 | October 21, 2012, 1:30 pm
  2. Indah banget tebing-tebing di pantai gunungkidul ini….

    Posted by Lili | June 9, 2013, 3:36 pm
  3. emang keren nih pantai. kapan bisa kesana lagi ya?

    Posted by Satusatuen | August 8, 2014, 8:23 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: