you're reading...
Uncategorized

Pendakian Reuni STAPALA 2016

DSCF1645Pada usia berapa pun, hobby mendaki gunung tetap dapat dilakukan. Semangat itulah yang sedang ditularkan kepada para anggota STAPALA khususnya yang sudah merasa tidak muda lagi. Sehubungan dengan hal tersebut, kembali STAPALA mengadakan pendakian reuni ke Gunung Gede tanggal 23-24 Juli 2016 lalu. Sebelumnya kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada tahun 2013 dengan nama Foto Bersama di Gunung Gede. Peserta kali ini berkisar 100 orang, terdiri dari mahasiswa dan alumni STAN anggota STAPALA. Alhamdulillah peserta alumni meningkat jumlahnya dibanding tahun 2013. Berarti banyak alumni ingin kembali beraktivitas di alam bebas.

Tidak mudah memang, mengalahkan mindset merasa tua dan tidak mampu lagi naik gunung. Wajar, karena memang banyak di antara alumni yang sudah begitu lama tidak mendaki gunung. Ada yang sudah 5 tahun, 10 tahun, bahkan ada yang sudah 20 tahun tidak naik gunung. Segala kekuatiran dan ketakutan pastinya berkecamuk sebelum melakukan pendakian. Rasa PeDe tentu sudah hilang entah kemana. Nah, pendakian reuni ini bermaksud mengembalikan lagi rasa Pede dan keberanian mendaki gunung. Tentu saja semuanya dilakukan dengan mendahulukan unsur safety. Dan ketika diumumkan jadwal pendakian 2-3 bulan sebelumnya, para alumni mulai berlatif fisik secara intensif. “ Iya, gue kalau nggak latihan fisik ya nggak berani lah !”, Kata Bang Ibeth (Angkatan 84) yang menjadi anggota tertua dalam pendakian kemarin. Kegiatan ini sangat positif bagi para anggota dan organisasi. Satu hal yang bakal luar biasa adalah akan tertanamnya kultur mendaki gunung di seluruh angggota STAPALA yang tidak dibatasi oleh usia.

Pendakian Jalur Gunung Putri

13619806_1172004169507936_2144807621676556672_n“Wah lewat jalur putri ya ?” , komentar sebagian alumni yang sudah menjadwalkan ikutan pendakian reuni. Tentu saja jadi pertanyaan, hampir semua peserta tahu persis jalur Gunung Putri jauh lebih terjal dibanding jalur pendakian lainnya di Gunung Gede. Senior-senior yang dulu sering turun naik lari di jalur ini tentu juga sempat ciut. “ waduh, kuat nggak ya, udah 20 tahun nggak naik gunung langsung mendaki lewat jalur Gunung Putri ?”, ungkap Difai, STAPALA angkatan 89. Walau ada kekuatiran akan fisik, tetapi semangat dan optimisme langsung muncul ketika perjalanan di mulai, sabtu 23 Juli 2016. Cuaca cerah, langit biru, dan udara segar mengantarkan para pendaki senior berjalan melewati gerbang jalur Gunung Putri. Rasa lelah yang tadi malam sempat muncul karena bus mogok dan kurang tidur langsung sirna ketika aura hutan mulai terasa.

Tanjakan demi tanjakan di lalui. Pos demi pos di lewati. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, Kami semua dapat mencapai alun-alun Suryakencana sekitar Pk.15-16 .00 sore.  Catatan waktu yang tidak terlalu buruk untuk para pendaki senior , 6-7 jam perjalanan. Perjalanan memang menguras energi dan emosi. Tanjakan seakan tidak pernah habis, dan kadang kita harus mendongak untuk melihat jalur di depan. Walau sebagian besardari kami di masa mudanya sering mendaki lewat jalur putri, tetap saja permainan mental masih berlaku. Kami harus sabar melangkah sedikit demi sedikit agar tidak terkena cedera. Beberapa dari kami sempat cidera kecil selama perjalanan.

Alun-alun Suryakencana

13626421_10157203076515300_2055696017420378419_nKemolekan padang Edelweis Alun alun Suryakecana tidak pernah pudar. Walau di sana sini pepohonan edelweis berkurang, tapi keindahan dan keanggunannya tetap tidak hilang. Ketika kami masuk kawasan alun alun, matahari masih biru walau sebagian mulai tertutup awan. Angin dingin sudah mulai terasa, bersaing dengan hangatnya panas matahari sore. “ yuukk , foto-foto !”, semua mengeluarkan kamera atau HP untuk mengabadikan momen ini. Tentu saja, dengan segala gaya. Kalau untuk foto-foto rasanya usia jelas bukan penghalang.

Kami berkemah di tenda-tenda yang sudah disediakan di Suryakencana. Posisinya di cerukan-cerukan dekat sungai kecil. Tim Advance yang terdiri dari anggota mahasiswa aktif sudah terlebih dahulu tiba dan menyiapkan tenda-tenda. “ Cihuuy, tenda gue udah siap” teriak Gunawan “Ogun” ketika melihat tendanya sudah berdiri. Tenda-tenda kami kemarin memang dikumpulkan untuk di bawa naik terlebih dahulu.  Satu persatu, atau tim per tim kemudian tiba di tenda-tenda yang diatur posisinya saling berdekatan. Minuman hangat mulai beredar dari dapur umum. Duduk di depan tenda sambil menghirup minuman hangat sambil ngobrol ngalor ngidul dengan pemadangan begitu indah di gunung, hmmm tentu luar biasa !

Malam ini Kami menikmati indahnya bulan nyaris purnama di gunung. Alun-alun suryakencana seakan diterangi lampu besar temaram. Jelas terlihat tenda-tenda yang bergitu banyak jumlahnya di seputar kawasan Suryakencana. Suara-suara canda tawa, sesekali teriakan membuat suasana malam begitu sumringah. Gerimis yang sempat turun sebentar justru membuat langit menjadi lebih cerah. Tim pemburu milky way sayangnya tidak menemukan buruannya, langit terlalu cerah dengan sinar bulan. Cahaya bintang tenggelam dibalik gemerlapnya bulan.

Puncak Gunung Gede

wqeqweqwqwPagi hari, sejak mentari belum menampakan sinarnya, tim demi tim STAPALA mulai summit attack ke puncak Gunung Gede. Jalur yang cukup menanjak ke puncak dapat ditempuh sekitar 45 menit dari alun alun Suryakecana. Puncak Gunung Gede, terutama di sekitar titik triangulasi pagi itu dipenuhi anggota STAPALA. Dan begitu riuh ketika Bang Ibeth, sebagai anggota paling senior, akhirnya dapat mencapai puncak. Puncak Gunung Gede pagi itu sangat cerah. Langit biru dengan sedikit awan. Puncak Gunung Pangrango terlihat begitu jelas. Dikejauhan tampak juga Gunung salak. Kawah dan tebing tebingnya begitu tampak jelas terlihat. Acara paling hangat tentu saja foto-foto. Uniknya kali ini beberapa senior mendaki bersama anak-anak mereka. Ada yang anaknya sudah dewasa, remaja, bahkan ada yang masih balita. Hebat…!

Kami tiba kembali di alun-alun Suryakencana sekitar Pk. 09.00 dan langsung berkumpul untuk acara yang paling ditunggu tunggu yang merupakan puncak acara, yaitu foto bersama !  Kami berkumpul di tengah alun-alun dengan seragam biru kebanggaan. Tentu saja acaranya tidak mulus begitu saja, justru makin amberadul makin meriah acara foto-foto ini. Kerennya, ada satu peserta senior yang tidak hanya motret, tapi membuat gambar sketsa. Agus Margono atau Gusmar (Angkatan 89) memang terkenal lihai menggambar sejak aktif puluhan tahun lalu. Katanya, gambar-gambar nya akan dibukukan untuk hadiah ulang tahun ke STAPALA Nopember nanti.

Perjalanan turun gunung melalui Gunung Putri, alhamdulillah tidak ada halangan. Turun gunung, apalagi di jalur yang terjal memang harus di sikapi dengan hati-hati, terutama oleh para pendaki senior. Beban tubuh yang berat akan tertumpu di dengkul dan engkel-engkel kaki yang kekuatannya mungkin sudah tidak seperti dahulu waktu muda. Alat-alat bantu seperti Treek Pool (penyangga) dan decker kaki amat sangat membantu perjalanan.  Walau perlahan, semua anggota tim pendakian reuni 2016 tiba dengan selamat di basecamp, rumah abah Anwar. Terima kasih untuk seluruh peserta pendakian, ketemu lagi di kesempatan pendakian berikutnya. Semua bukan hanya tentang perjalanan dan pendakian, tetapi tentang membangun kultur petualangan di semua kalangan anggota STAPALA, dan usia bukanlah halangan.

Indra Jabrix

263/SPA/90

About indrajabrix

Pehobi sejarah dan jalan-jalan

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: